
setelah mendapat kesempatan dari mecian kaisar merasa bahagia dia lupa dengan Selir mey
" maaf yang mulia" selir Mey ingin bertemu kaisar" ucap Kasim.
" silahkan dia masuk" ucap kaisar
*selir mey masuk*
" hormat hamba yang mulia kaisar," sambil menunduk.
" bangun lah" ucap kaisar dengan lembut.
" yang mulia ada apa Dengan yang mulia" apakah selir ini membuat kesalahan" sehingga yang mulia tidak pernah mengunjungi ku" ucap selir Mey.
kaisar mendekati selir Mey dan menuntun selir Mey untuk berdiri
" kamu tidak berbuat kesalahan selir" hanya saja saya ingin memperbaiki hubungan dengan permaisuri" ucap kaisar membuat selir Mey mengepalkan tangannya.
" bagaimana mungkin yang mulia mengucapkan itu" bukan kah selama ini yang mulia tidak menginginkan permaisuri" ucap selir Mey.
" maaf kan aku" hati ini berkata lain" aku ingin lebih dekat dengan permaisuri" ucap kaisar.
" bagaimana dengan ku yang mulia" bukan kah yang mulia berjanji ingin membuat ku menjadi permaisuri" ucap selir Mey dengan tangisnya'.
" Mey " bagaimanapun cara kita untuk membuat permaisuri lengser itu tidak berhasil Mey" kamu tahu sendiri rakyat sangat menyayangi permaisuri" demikian dengan ku sekarang" ucap kaisar.
" kamu akan tetap menjadi istri ku Mey" jika kamu tidak berbuat yang tidak tidak kamu akan ada di hati ku" ucap kaisar tetapi didengar oleh mecian yang ingin berkunjung ke ruangan kaisar.
^^^dasar pria di beri kesempatan bukan nya berubah malah mesra mesraan Garutu mecian dunia modern dunia kuno sama aja ^^^
mecian pergi tanpa bertemu dengan kaisar
"aku tidak menyangka yang mulia" jika yang mulia jatuh y dengan mician," apakah aku sudah tidak cantik dan menarik lagi bagi yang mulia" ucap Mey sambil memeluk kaisar
" maaf yang mulia selir Hua ingin bertemu dengan yang mulia" ucap Kasim
" suruh dia masuk" ucap kaisar.
" hormat saya yang mulia kaisar" ucap selir Hua,.
' ada apa selir Hua" ucap kaisar dengan lembut sedang kan Selir mey merangkul pundak kaisar,. selir Hua tersenyum pahit karena selama ini dirinya tidak pernah di sentuh oleh kaisar dia hanya jadi pajangan .
" yang mulia maaf kan Selir ini telah lancang menemui yang mulia" ucap Hua.
" katakanlah apa keinginan mu" ucap kaisar.
" aku ingin kembali ke rumah orang tua ku yang mulia" hamba ingin kebebasan" ucap Hua.
" lancang kau," ucap kaisar, Selir Hua ketakutan dan menangis Selir mey tersenyum licik.
...satu persatu kalian akan mundur karena tidak pernah di jamah oleh yang mulia batin selir mey...
__ADS_1
" yang mulia selir ini juga ingin kebahagiaan" apakah yang mulia pernah mengunjungi ku " sudah 4 tahun hamba di istana yang mulia" melirik saja yang mulia jijik" untuk apa hamba bertahan" ucap selir Hua
" selir Hua jangan membuat kaisar marah kepada mu" ucap selir Mey" kau harus sadar diri dari keluarga mana" tidak mungkin yang mulia menyentuh barang bekas" ucap selir Mey.
**kaisar hanya diam
" berdiri lah" ucap seseorang yang baru tiba.
" jangan permalukan diri mu" kau orang terhormat" ucap mecian
" kaisar kaget melihat sosok istri sah nya sedangkan selir Mey masih melendot manja di lengan kaisar,
" permaisuri" ucap selir Hua
" orang terhormat bukan karena kedudukan atau harta benda" orang terhormat itu dari tata cara berbicara"kamu adalah wanita terhormat "jangan mengemis cinta orang yang tidak pernah mengerti apa itu cinta"ucap mecian
kaisar menghempaskan tangan selir Mey
selir mey kesal hanya bisa mengepalkan tangannya.
" yang mulia tidak perlu seperti ini" jika yang mulia memiliki hati lepaskan Selir Hua" dia juga ingin bahagia sama seperti yang mulia" ucap mecian dengan lembut.
" permaisuri kamu tidak akan pernah mengerti" karena ini adalah ke harusan tuntutan para petinggi" ucap kaisar.
" yang mulia apakah petinggi kerajaan melakukan ini hanya untuk pajangan," jangan lupa yang mulia petinggi istana ingin kerjaan ini memiliki keturunan yang banyak dari kaisar bukan untuk pajangan" ucap mecian.
mecian tanpa permisi membawa Selir Hua keluar dari ruangan kaisar.
" yang mulia" ucap selir Mey tetapi kaisar memberikan tangan untuk memerintahkan selir keluar.
*************************************
selir Hua menangis karena baru kali ini dia di bela seseorang bahkan orang tua nya juga tidak pernah membelanya dia di paksa menjadi selir kaisar ,
" menangis lah" ucap mecian sambil memeluk tubuh Hua,
" terimakasih permaisuri," ucap Hua.
" apakah kamu sudah puas" jika sudah puas saya ingin mengajak mu ber keliling pasar kota," ucap mecian di anggukin oleh Hua
" bersiap siap lah" aku akan menunggu mu " berpakaian seperti rakyat jangan memakai baju istana" ucap mecian.
setelah selesai mengganti pakaian Selir Hua menemui permaisuri.
" ayok" ucap Hua.
" selir jika di luar istana panggil namaku kakak mecin" ucap meican,
," hamba tidak berani yang mulia," ucap Hua.
" jangan lupa kita di luar istana" jika ketahuan kita bagian kerajaan akan banyak orang yang menyerang kita terlebih musuh kerjaan," ucap mecian
__ADS_1
" baik lah yang mulia" ucap Hua
mereka pun keluar istana tanpa di ketahui seseorang, mecian hanya permisi ke pelayan pribadinya jika dia berkeliling
saat di luar mecian bertanya mengapa dia ingin mundur dari jabatannya sebagai Selir.
" Hua" apa yang membuat mu mundur"?
ucap mecian.
" kak mecian "kaisar tidak pernah melirik ku" bahkan kaisar tidak tahu bagaimana aku hidup di istana" aku hanya di berikan makanan saja dan jatah bulanan ku hanya separuh "terkadang aku iri kepada Selir mey " selir cecian" selir Rua, " mereka mendapatkan semua" mereka bergilir mendapatkan jatah dari kaisar mereka di sentuh kaisar" ucap Hua dengan sendu,
" apakah aku layak bertahan kakak mician?" ucap selir Hua
" apakah kamu ingin sentuhan kaisar," tanya mecian.
"kakak mecian sebagai seorang istri aku berharap walaupun tidak ada cinta" ucap Hua,.
" baik lah" aku akan merubah tampilan mu" ucap mecian.
" kk" aku tidak ingin berharap lagi" ucap Hua.
" Hua" jangan putus asa" anggaplah aku kakak mu " dan percayalah dengan kakak mu ini," ucap mecian sambil tersenyum
" baik lah kakak" ucap Hua memeluk tubuh permaisuri.
mereka berbelanja keperluan wanita mulai dari hiasan dan pernak pernik lucu mereka tertawa riang gembira tanpa ada yang menggangu mereka.
di saat mereka mencari tempat untuk makan seseorang datang menemui mecian dan Hua
" maaf apa saya boleh bergabung? " ucap seorang pria.
" maaf tuan kami tidak melarang tuan " ini adalah tempat umum," ucap mecian dengan tersenyum.
" terimakasih Nona," ucap pria itu.
Di istana kerajaan kaisar sedang marah karena permaisuri dan Selir Hua pergi tanpa meminta izin kepada dirinya
" yang mulia" Anda harus melakukan tindakan terhadap permaisuri dan Selir Hua" ucap Selir mey dan Selir yang lain nya.
" hormat kami yang mulia" kami sudah menyusuri pasar " kami tidak menemukan permaisuri dan Selir Hua" ucap prajurit yang di utus mencari permaisuri dan Selir Hua.
" apakah yang mulia mencari saya," Ucap mecian baru tiba dari arah belakang dan Selir Hua di belakang punggung permaisuri.
" permaisuri," apa yang anda lakukan," ucap kaisar dengan suara lantang.
sedangkan selir Hua hanya bersembunyi di balik punggung permaisuri
" maaf kan hamba yang mulia" ucap mecian" hamba pergi hanya untuk merias Selir Hua" ucap mecian sambil menarik tangan selir Hua.
semua orang tak percaya atas perubahan tampilan selir Hua bahkan kaisar lupa untuk menutup mulutnya ternganga melihat kecantikan selir Hua,.
__ADS_1
selir mey semakin jengkel dengan keadaan di depan mata nya.
jangan lupa untuk meninggalkan jejak 🙏🙏🙏 dukungan Anda sangat penting untuk menjaga mendukung karya tulis ku ini ☺️☺️☺️☺️