
sebelum nya di pasar seorang pria yang menemani mecian dan Hua adalah orang istana yang di utus liwi pelayan pribadi nya mecian dan setelah menemukan permaisuri istana pemuda itu memberi tahu jika kaisar sedang murka dan mencari cari permaisuri dan Selir Hua
" apa yang terjadi kaisar," ucap mecian yang membuat kaisar menutup mulutnya
" apa yang kamu lakukan permaisuri" semestinya Anda meminta izin kepada ku untuk bepergian" ucap kaisar.
" mohon ampun kaisar permaisuri ini terlalu lancang " ucap mecian dengan lembut membuat orang lain terpana melihat senyuman permaisuri
" tutup mata kalian" ucap kaisar karena kaisar melihat pandangan mereka terhadap meicin.
" yang mulia kaisar" hamba dengan Selir Hua hanya pergi merias diri mohon ampuni kami" mecian.
kaisar mendekati mician dan membisikkan sesuatu
" tunggu hukuman mu permaisuri ku jangan harap besok pagi kamu bisa jalan" ucap kaisar dengan lembut di telinga mecian sedangkan selir mey merasa jengkel dengan kaisar.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
mecian sudah membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan terlentang tidak menggunakan pakaian hanya memakai dalaman
mecian sedang melamun memikirkan dunia modern dia rindu dengan semua miliknya di dunia modern
tiba-tiba lamunan nya terganggu dengan kehadiran kaisar
" permaisuri apa yang sedang kamu lakukan?
bagaimana jika orang lain yang melihat mu" ucap kaisar dengan kesal.
mecian begitu kesal karena terganggu dan membatin
kenapa menusia ini membuat mutku hilang
Hua gampar tau rasa Lo" batin mecian.
" tidak ada yang akan melihat kaisar di luar penuh dengan penjaga" ucap mecian sambil bangkit dari tempat tidur nya dan menampakkan tubuh nya yang mungil dan Indah mulus .
kaisar menelan ludah nya melihat pemandangan yang sangat indah kaisar tidak mampu menahan diri dan melangkah mendekati mecian
^^^kenapa dia mendekati ku apa yang akan dia lakukan , terserah lah toh juga dia suami pemilik tubuh ini " mecian berbicara dalam hati^^^
kaisar semakin mendekat dan memeluk tubuh mecian yang hanya menggunakan dalaman dan bra saja
" yang mulia.
" hmmm" jawab kaisar dengan deheman karena sudah berkabut gairah
kaisar sudah tidak memakai sehelai benang pun entah kapan pakaian kaisar terbuka
mecian menerima semua yang dilakukan oleh kaisar dia sudah berniat setelah ini mecian akan meninggalkan kerajaan yang kini dia tinggalin.
setelah ritual suami istri itu selesai kaisar memeluk tubuh mecian dengan lembut dan kasih sayang.
******
matahari sudah mulai muncul Dan kaisar terbangun meraba raba tempat tidur dan tidak menemukan permaisuri nya.
" liwi" panggil kaisar.
__ADS_1
" hamba yang mulia" sambil menunduk sedikit.
" kemana permaisuri" tanya kaisar.
" ampun yang mulia" saya tidak mengetahui permaisuri ke mana" ucap liwi dengan berbohong akan tetapi mecian telah menceritakan kepada liwi jika dia tidak akan pernah kembali dan membawa pangeran rihat.
kaisar terkejut mendengar ucapan liwi pelayan pribadi mecian.
saat kaisar ingin keluar , kaisar melihat sepucuk surat untuk nya di atas meja rias mecian.
* untuk yang mulia kaisar*
**maaf kan hamba yang mulia
...saya pergi meninggalkan yang mulia membawa pangeran rihat bersama ku...
aku tahu yang mulia tidak menyayangi putraku
...aku tahu kalau yang mulia hanya ingin membahagiakan ratu yang mulia terpaksa berada di dekat ku...
yang mulia hamba ingin yang mulia mendapatkan yang terbaik
...hamba ingin yang mulia memberikan hak terhadap selir Hua...
...selir Hua sangat mencintai yang mulia dia adalah wanita baik dan cantik dan bijak sana ....
Dengan rahang yang mengeras kaisar ******* ***** kertas yang tertulis
dan belum selesai membacanya.
***
mecian mendekati kakek tersebut dan bertanya.
" salam kakek" ucap mecian serentak dengan putranya.
kakak menjawab dengan senyuman pahit.
" ada apa kalian kemari apakah kalian tidak takut mati " ucap kakek tersebut.
" apa yang terjadi di desa ini kakak" tanya mecian dengan lembut.
" pergilah sebelum mahluk itu makan mu " ucap sang kakek.
" mahluk apa kek?" tanya rihat.
" mahluk yang memangsa semua orang orang" sampai mereka ketakutan dan meninggal desa ini" ucap kakek.
kakek menceritakan tentang kejadian yang mengerikan itu yang membuat warga berpindah penduduk.
" kenapa kakek tidak ikut apakah kakek tidak takut kepada mahluk yang mengerikan itu" tanya rihat kepada kakek.
" untuk apa saya takut bukan kah usia ku sudah tua dan sebentar lagi akan mati Juga" ucap sang kakek tua.
" kakek tak boleh bicara seperti itu" ucap rihat.
" baik lah kakek apa boleh kami tinggal bersama kakak" ucap mecian.
__ADS_1
" tidak masalah jika kalian ingin tinggal di rumah ku, " ayok ikut aku" ucap sang kakek tua.
mereka pun berjalan menuju rumah kakek tua itu setibanya di rumah kakek mecian dan rihat terkejut takjub melihat rumah kakek tua itu, mecian terkagum kagum melihat rumah kakek tua itu karena interior rumah kakek mirip di dunia modern.
^^^siapa sebenarnya Kakek tua ini kenapa rumah nya mirip di jaman ku batin mecian^^^
mereka masuk ke dalam rumah dan kakek tua mempersilahkan mereka untuk istirahat terlebih dahulu karena hari sudah mulai tengah malam mereka tiba
" naik lah ke lantai dua di sana kalian boleh memilih kamar masing-masing" ucap kakek.
mecian dan rihat naik untuk beristirahat karena mereka sudah kelelahan berjalan.
sesampainya di atas rihat dan mecian memilih salah satu kamar mecian dan rihat bersebelahan kamar tidur dengan putranya sedang kakek tua tidur di lantai dasar.
*****
ditengah malam Monster muncul mengaum menandakan menginginkan kelaparan.
mecian yang mendengar suara itu langsung terbangun dan turun dari atas ke bawah untuk melihat seperti apa moster itu
" ada apa kamu turun" ucap sang kakek.
" aku ingin lihat moster itu kek" aku sangat penasaran" ucap mecian sambil membuka pintu rumah.
" jangan nak" kakek takut kau akan menjadi santapan nya" ucap kakek penuh kwartir.
mecian tidak mendengar perkataan kakek tua itu dan terus berjalan mencari suara moster,
tibalah mecian di hadapan moster dan
moster itu ingin menyerang mecian dengan rasa laparnya
" hey " moster jelek apakah kau ingin memangsa ku? kau tidak akan kenyang dengan memakan ku, tetapi kau akan mati" ucap mecian sambil tersenyum manis pada moster itu,.
moster berhenti mendengar perkataan mecian dan menatap senyum mecian.
...apakah aku salah bicara mengapa dia terdiam dan menatap ku ucap mecian dalam hati...
" jangan menatap ku" ucap mecian dengan takut.
" apakah kamu ingin berteman dengan ku,? jika kita berteman kita akan membangun desa ini bersama dengan putraku" ucap mecian lagi.
*moster berbicara*
" apakah kamu orang baik?" ucap moster berbicara.
" apakah kamu bisa bicara seperti manusia?
mecian bertanya.
" ya aku sama dengan mu " aku begini karena para manusia yang tinggal di sini berbuat seenaknya saja membunuh keturunan ku hingga musnah dan aku akan melakukan hal yang sama memusnahkan semua manusia" ucap moster
jadi bersiaplah untuk menjadi santapan ku.
" baik lah terserah kau saja aku tidak akan melawan lakukan seperti keinginan mu " ucap mecian dengan rasa takut jika moster memakan Nya.
ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππππ
__ADS_1
terima kasih atas kunjungan Anda selamat beraktifitas
.