
Selir mey keluar dari ruang kerja kaisar dengan hati dongkol..
lihat saja Micin aku akan membalas mu aku akan membuat perhitungan dengan mu kaisar hanya milik ku sakarang dan selamanya hanya milikku berbicara sendiri di dalam kamar...
mician keluar dari kamar kaisar pergi berkeliling bersama liwi dan ingin menemui putranya micin si pemilik tubuh..
" liwi apa yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri, "ucap mecian.
"sejak permaisuri terbaring kaisar selalu menemani permaisuri, "ucap liwi.
" benarkah? "ucap mecian,..
" benar yang mulia, "ucap liwi.
" bagaimana dengan Selir kesayangan kaisar? "ucap mecian.
" seperti biasa yang mulia, "ucap liwi," selalu mengamuk berbuat seenaknya saja, "ucap liwi lagi.
Dari kejauhan selir mey memperhatikan permaisuri dan mengepalkan tangannya selir Mey mendekati mician.
" salam hormat permaisuri, "ucap selir Mey berbasa-basi.
" hmm," jawab mician dengan deheman.
" bagaimana dengan keadaan permaisuri, "ucap selir Mey,
" seperti yang kamu lihat,"ucap mecian..
" saya turut bahagia, "ucap selir Mey," dengan kepulihan permaisuri kaisar akan kembali ke padaku, "ucap selir Mey.
__ADS_1
" kaisar hanya merasa bersalah saja, "ucap selir Mey," aku harap permaisuri tidak salah mengartikan," ucap selir Mey dengan percaya diri.
" selir mey, "ucap mecian," kamu harus mengerti posisi mu,"ucap mecian," sebesar apapun keinginan mu ingin melengserkan ku jika ratu agung tidak menginginkan mu kamu tidak bisa berbuat apa-apa, "ucap mician dengan nada mengejek.
selir mey mengepalkan tangannya di bawah hanfu nya.
" aku akan membuktikan nya, "ucap selir Mey,"cinta kaisar hanya untuk ku, "ucap selir Mey lagi, dan berlalu pergi...
perubahan sikap permaisuri setelah sadar begitu banyak
mecian menjadi dingin terhadap kaisar tetapi tidak untuk putranya
mecian sering mengunjungi pangeran rihat di kediaman pangeran, bermain bercanda hingga sampai larut malam.
Ratu yang mendengar kesembuhan menantunya ingin segera menemui nya tetapi ratu masih di kerajaan sepupu nya, ratu selalu berkunjung setiap tahun.
" yang mulia kaisar Tiba, "suara Kasim..
" hormat hamba yang mulia , "ucap liwi.
tetapi mician tidak memberikan hormat hanya diam memandang datar ke arah kaisar, akan tetapi kaisar tidak marah dia mengerti jika permaisuri tidak menginginkan kedatangannya.
" bagaimana keadaan mu permaisuri, "ucap kaisar.
" seperti yang kaisar lihat, "ucap mecian dengan dingin.
kaisar memberikan isyarat kepada semua pelayan agar meninggalkan mereka berdua..
para pelayan pergi meninggalkan kamar permaisuri.
__ADS_1
" Ada apa kaisar mengunjungi kediaman permaisuri ini, "ucap meicin..
" saya ingin melihat kondisi permaisuri ku, "ucap kaisar dengan menekan kata kata permaisuri ku..
kaisar mendekati mician dan menarik tangan mician mencium punggung tangan mician setelah itu dia memeluk mician dari belakang mencium tengkuk leher mician mician yang mendapat seperti itu merasa geli.
" apa yang kaisar lakukan, "ucap mician.
" biarkan seperti ini sebentar saja permaisuri, "ucap kaisar dengan suara berat..
mecian hanya diam membiarkan kaisar memeluk nya,
selir Hua yang melihat karena pintu kamar terbuka pergi melaporkan ke pada selir Mey..
selir Mey yang mendengar ucapan selir Hua langsung mengepalkan tangannya dan pergi menemui kaisar yang sedang bersama permaisuri.
" yang mulia, "ucap selir Mey,
kaisar yang melihat selir Mey yang menggangu acara berduaan nya bersama permaisuri murka.
" lancang kau selir Mey, ucap kaisar" siapa yang mengizinkan mu masuk, "ucap kaisar dengan suara keras..
" ampun yang mulia,"hamba sudah mencegah selir Mey, "ucap penjaga pintu..
"kasian selir Mey di bentak"
tinggal kan jejak untuk mendukung karya ku
...* salam sehat*...
__ADS_1