
Aktivitas sibuk awak kapal yang bergerak cepat memindahkan tong serta suara riuh rendah dari tangan dan kaki yang bergerak menciptakan lingkungan yang sibuk dan padat. Awak kapal yang sudah terbiasa dengan lingkungan kerja yang keras di atas kapal, wajah mereka dipenuhi dengan keringat, dan mata mereka fokus pada tugas-tugas mereka. Berbagai jenis barang yang bergerak di geladak kapal, seperti kotak-kotak kayu, palet muatan yang tergelincir semuanya diatur sedemikian rupa untuk memastikan muatan terbawa di tempat yang tepat dan sesuai dengan target kapal.
Elea melihat sinar matahari yang terik, memantul dari permukaan laut yang mengkilap. Baunya pun bercampur dengan bau asin air laut yang segar. Ada juga angin laut yang sejuk yang meniup angin ke wajah.
Ia melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam kapal. Dan melihat ada beberapa orang yang ia lewati menatapnya dengan tatapan sinis ketika melihat gaun yang dikenakan gadis itu. Pakaian mewah tak lupa dengan pernak-pernik yang digunakan, menandakan bahwa mereka adalah seorang bangsawan.
Elea menatap gaunnya yang sudah usang. Ia menyadari sudah berapa lama ia tidak merawat dirinya sendiri.
"Huh... sepertinya aku perlu mandi," ia menghela napas panjang. Tak jauh di depannya, Lucas sedang berbincang dengan seseorang yang tampak seumuran dengannya, Ia memiliki rambut hitam dan berpakaian seperti seorang kelasi. Mereka mendekati Elea.
"Aku membawa teman lamaku, Gillbert."
"Hai, aku Gillbert, apa kau Elea?"
"Y-ya. Benar."
Gillbert menyodorkan telapak tangannya.
__ADS_1
"Senang bertemu denganmu."
Elea membalas sapaannya. Agak canggung karena Gillbert adalah orang asing kedua yang ia temui setelah Lucas. Namun, sifat Gillbert yang ramah membuatnya sedikit rileks dan tidak cemas.
Gillbert mengundang Lucas dan Elea ke kamarnya. Agar mereka dapat melakukan percakapan pribadi tanpa diketahui orang lain.
Ia menatap mereka berdua dengan nada serius
"Jadi, apa tujuan kalian setelah ini?"
"Kita akan ke gravelhead. Guruku menyimpan buku ramuan elixir terlarang miliknya sebelum dia meninggal, sepertinya aku sudah lupa namanya..." Lucas memangku dagunya dengan tangan kanan sambil mengerutkan keningnya ketika dia mencoba untuk mengingat nama buku yang berwarna merah ebony itu.
"Potio sapientium!" Dia berkata tiba-tiba
Elea yang semakin bingung mulai membuka suara untuk protes kepadanya.
"Lucas, ini terlalu rumit! Apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan mereka?"
__ADS_1
"Oke...oke. Sekarang tolong dengarkan aku baik-baik. Sebelumnya, guruku adalah orang yang pertama mereka incar. Mereka sudah tahu bahwa Guru telah berkali-kali menyelamatkan orang dengan ramuan herbal miliknya. Mereka ingin memanfaatkan guru untuk membuat elixir pelepas kutukan itu. Ketika mereka tahu dia sudah meninggal, mereka malah mencariku sebagai gantinya. Karena selama ini akulah orang yang selalu terlibat padanya untuk meracik obat-obatan"
Kingdom of Cait, 1395
Berita tewasnya raja Lucius telah terdengar di seluruh kerajaan Cait. Ia ditemukan tewas di dalam istananya. Guncangan hebat pun menyelimuti rakyat kerajaan. Setelah penyelidikan yang panjang, diketahui bahwa raja telah dibunuh oleh salah satu penghuni istana kerajaan. Rakyat kerajaan merasa sedih dan marah karena mereka kehilangan seorang pemimpin yang adil dan bijaksana.
Selang beberapa waktu, kedudukan raja Lucius digantikan oleh kerabat dekatnya Hades. Hades yang sangat haus kekuasaan terobsesi untuk memperluas wilayah kerajaan
dan menguasai beberapa wilayah negara tetangga. Ia sering memerintahkan prajuritnya untuk menyerang dan menaklukkan negara lain tanpa memperhatikan keadaan rakyatnya sendiri.
Akibat dari keputusannya, rakyat kerajaan Cait menderita. Pasokan makanan dan bahan bakar melonjak tinggi sehingga hampir tidak terjangkau oleh rakyat yang miskin. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan terpaksa hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Namun, raja tidak peduli dengan penderitaan rakyatnya. Ia bahkan menuntut pajak yang lebih banyak dari rakyatnya dan memaksa mereka untuk bekerja lebih keras tanpa mendapatkan upah yang pantas.
Raja yang sangat serakah dan terobsesi dengan kekuasaan menginginkan dirinya untuk hidup abadi dan memiliki kekuasaan yang tak tertandingi. Ia sangat fanatik dengan legenda dewi kuno yang konon mampu memberikan kekayaan dan memiliki kehidupan abadi jika memperoleh sumber kekuatan miliknya. Dewi Antheia. Itulah sebutan dewi kuno tersebut.
Demi mencapai tujuannya, raja tersebut melakukan berbagai cara agar bisa menemukan dewi tersebut. Ia menghabiskan waktu yang sangat lama untuk melakukan perjalanan ke seluruh penjuru kerajaan untuk mencari jejak dewi tersebut. Pada akhirnya, ia menemukan kuil yang diduga sebagai tempat tinggal dewi tersebut.
Raja itu segera menemui dewi Antheia dan meminta padanya untuk diberikan hidup abadi dan kekuasaan yang tak tertandingi. Namun, dewi itu sangat menolak karena raja ingin menyalahgunakan kekuatannya. Merasa tidak terima raja pun hendak menghabisi Antheia dan mengambil sumber kekuatannya.
__ADS_1