FLORIOGRAPHY

FLORIOGRAPHY
Chapter 9. Own Path


__ADS_3

Dalam batin mereka, Lucas dan Gillbert merasakan kombinasi antara bingung dan ketakutan saat mereka merasakan getaran kuat dari suara kereta kuda yang melaju mengarungi jalanan berbatu dan lembah yang curam. Mereka menyaksikan pemandangan memukau melalui celah-celah kereta seakan mereka berada dalam cerita petualangan yang menegangkan.


"Siapa yang akan berpikir jika bersembunyi di antara barang-barang bawaan ini akan membawa kita sejauh ini?" gumam Lucas dengan rasa kesal kepada Gillbert yang berbaris di sisinya.


Gillbert menggigit bibirnya dengan serius, melirik sekeliling untuk memastikan bahwa prajurit kerajaan Cait yang marah dan mencari mereka tidak terlihat lagi disekitar. Melihat bahwa keadaan aman, dia melihat kembali ke arah Lucas dengan wajah sumringah dan senyum yang berkilau di matanya. "Apa katamu, Lucas? Konyol atau tidak, kita berhasil meloloskan diri!" ucapnya dengan sedikit bangga.


Lucas mendengus pelan, mengangkat bahunya dalam tanda setuju. "Baiklah, kau mungkin benar. Kau tahu, ini adalah ide yang sangat konyol dan beresiko, dan kau juga harus melihat betapa lelah dan berbahayanya perjalanan ini"


Rintik hujan perlahan-lahan mulai membasahi seluruh jalan dengan suara angin yang berdesir tanpa henti. Angin malam yang dingin mulai menyapa mereka. Sama seperti kereta yang mereka tumpangi, perasaan tegang dan takut mulai mengiringi perasaan tegang dan takut akan perjalanan yang mereka hadapi


Kereta kuda itu melaju melewati hutan gelap, di mana lampu-lampu rembulan temaram menyinari pepohonan yang tinggi. Suara daun-daun jatuh dan hewan-hewan malam seperti serigala dan kucing hutan mengerang dari kejauhan. Lucas dan Gillbert saling pandang,  Berbagi rasa takut yang sama, tetapi juga kepercayaan yang kuat bahwa mereka akan melewati rintangan ini bersama-sama.


Tidak lama kemudian, kereta kuda itu memasuki terowongan yang gelap dan berliku. Cahaya kerdil di ujung lorong semakin memudar, meninggalkan mereka di dalam kegelapan total.


Setelah beberapa saat akhirnya, kereta kuda itu keluar dari terowongan dan memasuki dataran terbuka, dengan kota tujuan terlihat jelas di kejauhan. Sorotan sinar matahari terbit menyinari langit merah muda dan dedaunan yang hijau di sekitar mereka. Kelegaan menyelimuti wajah Lucas dan Gillbert sementara kereta kuda melaju lebih cepat mendekati tujuan.

__ADS_1


Ketika perjalanan mereka berakhir, Lucas dan Gillbert merasa hidup kembali. Mereka melompat dengan turun dari dalam kereta kuda yang telah menjadi pelindung dan penyelamat mereka. Mereka sedikit tertawa ketika baru saja melalui medan yang sulit.


Terlepas dari ide Gillbert yang konyol dan  beresiko, bersembunyi di antara barang-barang bawaan seseorang bukan masalah untuk menghindari prajurit kerajaan yang mengincar mereka.


"Katakan padaku bagaimana mereka mendapatkan mu?" Ucap Lucas


"Disaat aku berada di ruang tamu sementara kau sedang sibuk di laboratorium. Tiba-tiba, mereka datang dan mulai bertanya-tanya tentang keberadaanmu. Aku merasakan ada yang tidak beres dan tanpa berpikir panjang, aku memutuskan untuk berbohong kepada mereka. Namun, mereka tidak mempercayai kata-kataku dan malah menyanderaku."


"Apa maksud mereka ingin menangkapku?"


Tanya Lucas dengan suara gemetar.


"Tch.. Hampir saja, Mereka bahkan bertindak sejauh ini" gumam Lucas dalam keheningan


"Kupikir kita harus menjauhi kerajaan Thera, juga kerajaan si sialan itu. Lucas, ikutlah denganku ke pelabuhan Blue Lagoon. Raja Hades bisa menjadi ancaman besar bagi kita jika kita terlalu dekat dengan kerajaannya," tambah Gillbert, menekankan kata-kata terakhir.."

__ADS_1


Mereka berdua merasa tekanan semakin menguat saat mengetahui betapa dekatnya mereka dengan bahaya. Tidak ada jalan lain selain menjaga jarak dengan kerajaan itu.


"Aku tidak ingin membahayakan hidupmu, Gillbert dan juga aku masih memiliki satu hal yang harus kucari tahu. Jadi kita akan berpencar mulai dari sekarang"


"Baiklah. Jika itu keputusanmu"


Jawab Gillbert dengan nada rendah.


Pandangan Lucas terfokus pada peta yang ia buka di hadapannya. Ia meneliti setiap detail dengan cermat, mencoba mencari jalan yang paling aman dan tersembunyi untuk melintasi kedua kerajaan itu .tanpa menimbulkan kecurigaan.


Gillbert sekali lagi melihat ke arah Lucas, tergugah oleh kekhawatiran yang jelas terpancar dari matanya.


"Lucas," ujarnya pelan


"Jika kau membutuhkan bantuan temui aku di Blue Lagoon, aku akan selalu ada untuk membantumu"

__ADS_1


Lucas mengangguk, angin sejuk mulai berhembus dengan lembut. Bekas senyum muncul di wajahnya, Tatapannya memandang jauh ke arah cakrawala.


Gillbert tersenyum. Mereka saling menguatkan satu sama lain dengan tatapan penuh kepercayaan. Keduanya mengerti bahwa perjalanan ini tidak hanya tentang menemukan jawaban, tetapi juga tentang menguji ikatan persaudaraan mereka. Mereka mengerti bahwa resiko yang mereka ambil adalah besar, tetapi mereka juga tahu bahwa jika mereka bisa melalui semuanya bersama-sama, tidak ada yang tidak mungkin.


__ADS_2