FLORIOGRAPHY

FLORIOGRAPHY
Chapter 8. Red Ebony


__ADS_3

*Cahaya matahari merayap masuk melalui jendela luar cabin yang berdebu, memberikan nuansa hangat di dalam ruangan.


Matanya perlahan-lahan terbuka, dengan penglihatan yang masih kabur, Lucas memandang keadaan di dalam kamarnya.


Ia menatap amplop yang tergeletak di atas meja, dan mendapati dirinya tenggelam dalam kesedihan yang tak berkesudahan. Perasaan itu kembali lagi dan lagi, menghantuinya. Lucas mulai merenung, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika saat itu ia memutuskan untuk mengikuti Howard kembali ke kerajaan Cait. ia yakin bahwa jika berada disana, membantunya menyelesaikan beberapa tugas yang belum terselesaikan sehingga kehilangan gurunya, Howard tidak akan pernah terjadi.


Ia berharap bahwa kejadian tragis itu tidak pernah ada. Lucas merasa bahwa selama ia bersamanya, Lucas dapat menemukan jati diri sejatinya. Dan dapat menemukan kedamaian serta kebahagiaan yang telah ia cari selama ini. Seperti memiliki sebuah tujuan, Howard mengajar dan melatihnya seperti anaknya sendiri. Lucas merasa bahwa ia masih berharga.


Kini Lucas kembali seperti saat ia masih kecil, tanpa orang tua. Kehilangan Howard,  merupakan kehilangan yang sangat besar baginya. Howard pernah mengatakan pada Lucas bahwa dia adalah muridnya yang pertama dan satu-satunya yang terbaik.


"Sudahlah, berhenti memaksakan dirimu" sahut Gillbert tiba-tiba. Memecahkan lamunan Lucas. Gillbert yang sudah paham betul keadaannya hanya bisa memberikan saran untuk tidak larut dalam duka berhari-hari


Lucas tidak banyak mengeluarkan kata-kata. ia hanya mengangguk.


Gillbert adalah salah satu teman terdekat Lucas dari kecil. Ia membawanya ke Kerajaan Thera dan bertindak sebagai penunjuk jalan sekaligus teman seperjalanannya ke salah satu tempat yang saat ini mereka singgahi disebuah cabin tua milik Howard di Gravelhead. Lucas memiliki hak penuh atas kepemilikan cabin, maka tak heran ia harus sering memanfaatkannya untuk melakukan berbagai eksperimen disana.


Interior cabin yang telah melalui banyak masa dan menceritakan banyak kisah. Dinding yang terlihat usang menyimpan jejak-jejak waktu dan ingatan masa lalu. Kursi-kursi kayu berdebu dan lantai yang penuh dengan goresan memperlihatkan bekas kehidupan sebelumnya.


Mereka berdua duduk di bangku dekat jendela yang memungkinkan cahaya matahari masuk dengan lembut.


"Bagiku, Tuan Howard adalah orang yang sangat setia dan murah hati," kata Gilbert, membuat Lucas

__ADS_1


menoleh sejenak dan menatap ke arah jendela. angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya


"Aku tahu kerajaan sedang dalam masalah besar... Bahwa kau dan dia harus berjuang seperti ini untuk menyelamatkan orang-orang"


Gillbert menghembuskan napas dengan kasar


"Percayalah padaku. Ini bukan salahmu karena meninggalkannya dalam misi sendirian" Gillbert menepuk pundak Lucas, lalu meninggalkannya di dalam ruangan, memberinya ruang untuk sendiri.


                                -oOo-


Dengan hati-hati, Lucas melangkah menuju lantai bawah, memasuki ruang yang begitu gelap, ia menyalakan obor api yang berada di dinding sebagai penerangan sepanjang jalan. Cairan kimia serta dan berbagai alat eksperimen menyambutnya saat ia menjelajahi kembali isi laboratorium.


Pandangannya beralih ke rak-rak buku yang terletak bersebelahan dengan altar tua. Di antara rak-rak itu, Lucas menemukan banyak buku yang menjelaskan cara membuat potion dari tanaman herbal serta beberapa buku yang membahas tentang seni alkimia.


Di dalam ruangan itu, Lucas menemukan sebuah buku berwarna merah misterius yang terbuat dari kayu ebony. Buku tersebut sangat aneh namun begitu sangat menarik perhatiannya


"A Potion of the Wise..." Lucas bergumam


Ia mencoba membolak-balikkan buku dan menemukan sebuah nama yang tak asing baginya.


"Ditulis oleh Howard"

__ADS_1


Dalam kebingungan akan buku misterius yang ia temukan, banyak pertanyaan melintas dalam benak Lucas. Namun, sebelum ia dapat membuka dan membaca buku tersebut, sebuah getaran yang keras bergema dari lantai atas. Ini mengganggu konsentrasinya dan memaksanya untuk segera keluar dari laboratorium, ingin mengetahui apa yang baru saja terjadi.


Tiba-tiba, saat Lucas keluar dari laboratorium, pandangannya langsung tertuju pada pemandangan yang memilukan. Gillbert, sahabatnya yang setia, telah ditawan oleh prajurit Kerajaan Cait dan disekap di ruang tamu. Dilihatnya dengan mata sendu, temannya yang tergagap-gagap mencoba membebaskan diri namun terlihat tak berdaya.


Jantung Lucas berdegup kencang, ia memutuskan untuk bertarung demi menyelamatkan temannya yang ditawan. Dalam sekejap, dia mengumpulkan keberaniannya dan bersiap untuk melawan siapa pun yang telah menyakiti Gillbert.


Dengan langkah cepat, Lucas mendekati  satu prajurit yang sedang menyandera Gillbert, agar tak diketahui keberadaannya ia menyelinap diantara meja-meja. Ketika sang prajurit melepaskan fokusnya dari Gillbert, Lucas yang berada tepat dibelakangnya, menghantam leher belakang pria tersebut hingga ia jatuh tak sadarkan diri di lantai, tidak bisa bergerak.


Dalam akselerasi yang cepat, Lucas meluncur ke arah Gillbert yang masih terikat dengan tali yang kuat. Dengan hati-hati, ia membebaskan temannya.


"Mereka mengejarmu, Lucas! Mereka mencoba melacak keberadaan kita dengan mengambil alih tugas orang yang mengantarkan surat tuan Howard!"


"Ceritakan padaku nanti. Kita harus keluar dari sini secepatnya sebelum yang lain sadar"


Lucas berkata dengan nada berbisik, mereka segera bergegas berpencar untuk mengambil barang berharga mereka, tetapi ketika mereka akan meninggalkan cabin, salah satu dari mereka menemukan mereka


"Bocah brengsek!!"


Gillbert mengeluarkan ketapel miliknya dan melumpuhkan pria itu dengan batu di wajahnya.


"Dasar badut besi!"

__ADS_1


"Kurang ajar! Kemari kau!"


Sontak prajurit itu berlari mengejarnya susah payah namun keberadaan dua orang berada lebih jauh di depannya.


__ADS_2