FLORIOGRAPHY

FLORIOGRAPHY
Chapter 6. Curse


__ADS_3

Antheia telah merawat taman bunga kennedia di halaman sepanjang hari. Dia duduk di atas sebuah batu besar, memandangi bunga-bunga yang bermekaran di depannya. Saat itu, Hades tiba-tiba muncul di hadapannya.


Antheia sangat terkejut. Dia belum pernah bertemu atau bahkan berbicara dengan seorang raja, dan ia merasa curiga akan niat buruknya. Namun, sebelum dia sempat bertanya, Hades mencengkeram kalung yang dikenakan Antheia di lehernya.


"Kalung ini akan jadi milikku," ucap Hades dengan tak berperasaan.


Antheia sama sekali tak menyadari niat buruk Hades. Dengan memanfaatkan kesempatan tersebut ia merampas sumber kekuatannya yaitu kalungnya dan membuat Antheia sekarat. Antheia merasakan kelelahannya meningkat ketika kalungnya dirampas. Dia mencoba untuk mengambil kembali kalungnya, tetapi Hades sudah terlalu kuat baginya.


Setelah berhasil merampas kalung Antheia, Hades menghancurkan liontin kalung itu dan membuat Antheia merintih kesakitan, merasa kehilangan energi yang lebih banyak dari yang pernah ia alami sebelumnya. Meskipun begitu, dia masih memiliki cukup kekuatan untuk memberikan sebuah kutukan kepada Hades.


"Engkau tidak akan pernah bisa mencapai tujuanmu. Meskipun kau mencoba menghancurkan ku, diriku yang baru akan tetap hidup dan kau akan menderita seumur hidup," bentak Antheia dengan suara yang melemah"


Sebelum Antheia lenyap, ia memberikan kutukan terakhirnya kepada Hades. ia takut bahwa keserakahan Hades akan menghancurkan keseimbangan alam.


Kutukan terakhir Antheia membuat Hades tersentak dan merasa terancam.


ia tahu bahwa kutukan itu pasti akan berlaku padanya.


Wajah Hades berubah menjadi runtuh dan keriput, seperti hasil dari ribuan tahun kehidupan yang tak terhingga. Kulitnya yang perkasa kini menyusut dan memudar, diselimuti oleh kompleksitas dan kehancuran penyakit kulit yang menggerogoti dirinya. Tak hanya sekadar fisiknya yang mengalami transformasi mengerikan, tetapi kutukan itu merambat dengan cepat ke dalam tubuhnya yang kuat, mempengaruhi kekuatan dirinya yang selalu ia kenal.


Sebagai penyimpan segala rahasia kegelapan, Hades merasakan ancaman yang tidak pernah ia ragukan sebelumnya. Sakit yang tak terperi dan tak terbayangkan terus menerus menggelayutkan dirinya, menghancurkan ketenangannya. Tubuhnya yang terusik dan roboh menggoyahkan tekadnya, memaksa dirinya untuk mundur dan meninggalkan kuil


Dengan langkah ragu dan wajah yang dipenuhi rasa pahit, Hades berbalik mundur, meninggalkan tanda-tanda kejayaan dan kekuasaan yang pernah ia miliki di balik tembok kegelapan abadi. Pintu kuil yang megah dan awalnya cerah sekarang terlihat suram dan kosong tanpa kehadiran Dewi itu. Dalam penyesalannya, Hades menyadari bahwa tidak ada tempat perlindungan yang aman bagi yang terjebak dalam kutukan yang tak terhindarkan.

__ADS_1


Semenjak hari itu, keadaan Hades semakin memburuk, seperti bayangan gelap yang terus menghantui hidupnya. Meskipun begitu, tak dapat disangkal bahwa kekuasaan raja ini masih tetap memegang kendali. Di dalam istananya yang megah, bayangan dan suara-suaranya mengisi setiap sudut, mengintai dan menggiring kesengsaraan tanpa henti.


Penderitaan tak terbendung menyebar ke seluruh kerajaan Cait. Rakyat yang sudah dalam keadaan terlantar dan terjepit semakin terperosok ke dalam jurang keputusasaan. Pusat kerajaan mengambil apa yang ada, tanpa belas kasihan atau pertimbangan, menciptakan ketidakstabilan yang melanda dan membuat rakyat menjadi resah.


Mereka yang tidak cukup beruntung menderita penyakit yang menyebar, sementara yang lain tersiksa oleh kelaparan yang mengoyak perut mereka. Wajah-wajah pucat dan lemah, tubuh yang kurus kering, semuanya menjadi gambaran menyedihkan dari hidup di bawah bayang-bayang kekuasaan Hades yang busuk.


***


Berita akan kehebatan pengobatan oleh seorang alkemis jenius itu mengalami penyebaran samar-samar dan mencapai pendengaran para elite istana kerajaan. Hades memerintahkan para petinggi kerajaan untuk menghimpun semua daya dan upaya mereka guna mengetahui lebih lanjut tentang siapa sosok yang bernama Howard ini.


Sebagai tiang penyangga kerajaan, para elite istana menangkat seruan itu dan melibatkan seluruh bawahan mereka untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Bahkan, tugas mencari dan menangkap Howard dianggap sebagai misi yang mendesak dan harus diselesaikan secepat mungkin.


Dengan heran, prajurit kerajaan mendengar tentang alkemis ini dan keahliannya dalam pengobatan yang diperoleh melalui cerita-cerita yang beredar. Memenuhi perintah para petinggi tersebut mereka menjalankan peran masing-masing.  Mereka mulai menyusuri jalan-jalan tersembunyi di pasar-pasar sibuk dan bahkan memasuki ruang-ruang gelap yang disembunyikan dari mata orang biasa.


Sementara itu, kerajaan mengincarnya.


Dan jauh di tempat yang tidak pernah mereka bayangkan, Howard tahu bahwa dia sedang diburu oleh kerajaan. Ia tak ingin menghadapi raja lalu mengobati nya, mengingat niat jahat serta apa yang akan dilakukannya kepada rakyat dan keinginannya untuk menjadi penguasa serta orang yang akan menghancurkan seluruh kerajaan. Howard dengan diam-diam bermanuver melalui kota, perjalanannya tidak terdeteksi oleh mata para pengawas yang gigih. Bahkan ketika dia semakin dekat untuk ditangkap, Howard terus bersembunyi, bersembunyi di sebuah tempat rahasia dimana ia tak dapat ditemukan.


Namun, usaha persembunyian Howard dari prajurit kerajaan berakhir sia-sia. Petaka pun menemukan jalannya menuju Howard. suara derap langkah kaki keras memecah kesunyian malam yang gelap. Howard merasakan denyut jantungnya berdegup semakin cepat.


Dan kemudian, mereka datang. Prajurit-prajurit yang bertopeng besi mengepung persembunyian Howard. Dengan lincah dan tegas, mereka menangkapnya.


Ia dibawa ke istana kerajaan. Ketika Howard tiba di dalam istana kerajaan, ia melihat deretan para prajurit yang berdiri tegak di sepanjang jalan. Mereka menatapnya dengan tatapan tajam, seakan-akan ingin melihat dengan jelas apakah ia memiliki kekuatan untuk melawannya.

__ADS_1


Howard menghela napas panjang dalam hati. Perjuangan yang berat menantinya, dan ia telah siap untuk menghadapinya. Ia merapatkan jubahnya di tubuhnya dan naik ke atas takhta yang megah.


Howard menghela napas panjang dalam hati, mempersiapkan diri untuk menghadapi perjuangan yang berat di hadapannya. Dengan mantap, ia merapatkan jubahnya di tubuhnya dan naik ke atas takhta.


Raja berdiri dengan di hadapan Howard, wajahnya dipenuhi dengan kekerasan serta ketajaman yang terpancar dari matanya yang seperti pedang. "Howard, kau harus membuat ramuan itu! Jangan berpikir untuk lari, tak ada tempat yang kau bisa sembunyikan kecuali dalam penjara."


Howard menatap raja dengan sepasang mata yang lembut namun menusuk, memancarkan keberanian yang tak tergoyahkan. "Aku tidak akan memberikan ramuan itu dengan begitu saja! Kau adalah sumber petaka, Aku tak akan menjadi bagian dari rencana kejahatanmu."


Raja menatap Howard dengan penuh amarah, menghela nafas dalam-dalam seakan mencoba menahan emosinya. "Jika itu sikapmu, maka kau tidak akan diberi pilihan lain"


Howard tersenyum sinis, tetap tegar dengan prinsipnya. "Raja, kau tidak akan pernah bisa memaksaku melakukan apa pun dengan ancaman seperti itu. mempersembahkan ramuanku untuk kepentingan pribadi, dan berperan dalam merugikan banyak orang. Aku siap menghadapi segala akibat yang akan datang."


Raja menghampiri Howard dengan langkah-langkah yang mantap, menatapnya dengan kasar. "Kau berani melawanku?


Aku raja, pemilik takhta ini, dan takdirmu kini ada di tanganku".


Howard tetap tenang, melirik sekilas ke sekeliling ruangan.


Dengan nada suara yang teguh, Howard menjawab, "Raja, takdir yang kau takuti adalah perubahan yang memang harus datang. Aku tidak akan mengikuti kehendakmu. Kau mungkin bisa membuatku menderita, tetapi dalam hatiku keadilan akan selalu bersinar terang".


"Bawa dia pergi dan eksekusi dia!"


Para prajurit mendekat dan meraih Howard dengan kasar. Namun Howard tidak menunjukkan rasa takut. Ia sangat sadar bahwa pemberontakannya telah menarik perhatian yang berbahaya, tetapi ada kekuatan dalam dirinya yang tak dapat dihentikan.

__ADS_1


__ADS_2