Gadis Bar-bar Kesayangan Ceo Tampan

Gadis Bar-bar Kesayangan Ceo Tampan
Bab 12


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Tari terlihat melamun, Hadi pun yang melihat nya kemudian bertanya.


" Heyy, apa kamu gugup?" tanya Hadi pada Tari


Tari tersadar dari lamunan nya, Karena pertanyaan Hadi


" Ehhh, apa apa!!" jawab Tari sadar dari lamunan nya


" Heyy aku tanya, Apa kamu gugup" ucap Hadi


" Ngapain aku gugup," jawab Tari dengan santai nya padahal dalam hati nya sudah panas dingin.


" Benarkah, Tapi Kenapa kamu melamun? Apa ada yang mengganggu pikiran mu" ucap Hadi


" Tidak, tidak ada aku hanya memikirkan sesuatu tapi sudahlah tidak penting" jawab Tari


" Sebenar nya kita mau kemana sihhh, sampai-sampai aku tidak boleh pulang kerumah dan berganti baju" kesal Tari


" Kita akan pergi ke rumah orang tua ku, aku ingin mengenalkan mu pada mereka" ucap Hadi


" Apa!!!!, Kakak bercanda kan?" ucap Tari kaget setelah mengetahui tujuan Hadi menjemput nya dan mengajak nya pergi


" Kenapa Kakak tidak bilang, kan aku bisa pulang dulu dan mengganti pakaian ku" kesal Tari


" Bagaimana tanggapan orang tua Kakak melihat ku seperti ini, kamu mah ada-ada saja, bikin aku malu nanti.nya" ucap Tari


Tari pun kembali melamun memikirkan keluarga Hadi, bagaimana kalau mereka merendahkan nya karena Tari bukan orang berada sedangkan mereka adalah orang berada.


" Kamu melamun lagi, apa sekarang kamu gugup setelah aku memberitahu mu tujuan ku mengajak mu pergi? " Tanya Hadi


" Seharus nya kakak bilang, biar aku siap-siap dulu masa aku mengunjungi orang tua kakak dengan keadaan aku seperti ini, mana aku masih pake seragam kerja lagi.. Kakak benar-benar membuat ku kesal" ucap Tari


" Maaf kan aku, aku tidak bermaksud tidak memberi tahu mu kemana kita pergi. aku hanya ingin segera mengenalkan kamu kepada kedua orang tua ku" ucap Hadi


" kalau pun kamu gugup tenang saja karena orang tua ku baik dan tidak akan memakan mu" ucap Hadi sambil terkekeh


" Apa benar orang tua kakak tidak akan marah, Aku malu kalau harus menemui orang tua mu tapi dengan pakaian seperti ini." ucap Tari


" Tidak apa-apa, orang tua ku tidak akan menilai orang dari segi harta Tari. Aku yakin orang tua ku akan suka pada mu apa ada nya karena mereka baik" jawab Hadi


Tari pun sedikit lega dengan penuturan Hadi


soal kedua orang tua nya.

__ADS_1


Tak terasa mobil yang di naiki Hadi dan Tari pun sampai di gerbang rumah orang Tua Hadi


Tari sampai tidak mengedip melihat rumah orang tua Hadi bagaikan sebuah istana.


" Apa ini rumah orang tua mu kak, rumah nya besar sekali seperti istana" Tanya Tari


" Ia ini rumah orang tua ku, kenapa kamu kaget begitu. apa kamu baru melihat rumah yang seperti ini" ucap Hadi sambil tersenyum


" Ia memang aku baru melihat ruamh yang seperti ini kak, biasa nya aku hanya melihat di tv, ternyata aku melihat nya sekarang" jawab Tari


" Kamu ini dasar" Hadi terkekeh sambil mengacak rambut Tari, karena lucu melihat tingkah polos nya


" Ayok masuk" Ucap Hadi mengajak Tari masuk sambil mengandeng Tangan Tari


Tari di buat terkejut dengan kelakuan Hadi


" Kak, Emang harus sambil gandengan yah" tanya Tari


" Ia, Karena aku akan mengenalkan mu kepada orang tua ku sebagai kekasih ku" jawab Hadi dengan lantang


Wajah Tari mendadak bersemu merah dengan apa yang di katakan Hadi.


" Heyy Kenapa dengan wajah mu, Apa kmu malu"ucap Hadi terkekeh


Mereka pun berjalan dan memasuki rumah kedua orang tua Hadi


Di dalam rumah, Papah dan Mamah Hadi sedang mengobrol di ruang tamu.


Mereka serempak menoleh ke arah pintu karena mendengar suara anak kesayangan mereka datang dengan membawa seorang gadis.


Mamah Hadi kaget melihat gadis yang di bawa Hadi mamah, Tari pun sama kaget nya saat melihat mamah Hadi Karena mereka sama-sama mengenal.


" Assalamualaikum papah mamah" ucap Hadi saat memasuki rumah


" Walaikumsalam, sayang" jawab orang tua Hadi kompak


" Tari!!!" ucap mamah Hadi sambil berteriak karena mengenali gadis yang di bawa Hadi


" Bunda" Tari pun sama teriak


Mamah Hadi menghampiri Tari dan memeluk Tari, papah Hadi dan Hadi di buat bingung oleh kedua wanita yang berada di hadapan nya


" Kamu apa kabar Tari, bunda kangen" ucap mamah Hadi

__ADS_1


" Sama bunda, Tari juga sama udah lama engga ketemu bunda terkahir ketemu di Mall yah. Kirain bunda lupa sama Tari" Ucap Tari


" Engga sayang, bunda engga lupa dari kemarin- kemarin bunda mau telpon tapi takut ganggu kamu kerja." jawab mamah Hadi


Mamah Hadi dan Tari sibuk dengan obrolan mereka berdua sampa-sampai lupa dengan 2 lelaki yang dari tadi bingung melihat kedua wanita itu.


" Mamah, kenal sama gadis yang di bawa Hadi mah??" tanya papah Hadi


" Ehh, sampai lupa mamah, saking senang nya ketemu Tari, ini loh pah gadis yang waktu itu mamah ceritain yang mamah ketemu gadis baik pegawai minimarket" jawab mamah Hadi


" Ohh ini gadis yang waktu mamah cerita waktu itu, kok bisa pas gitu Hadi juga bawa kerumah" ucap papah


" Suruh duduk dulu mah, kasian masa berdiri" ucap papah Hadi lagi


" Ohh mamah lupa pah, saking seneng nya" jawab mamah


" Mamah kok lupain aku sihh, yang anak mamah itu siapa? mamah udah kenal Tari?" tanya Hadi sedikit kesal karena mamah nya mengabaikan nya malah asyiik dengan Tari


" Maaf sayang, mamah syok karena gadis yang kamu bawa itu Tari, gadis yang mamah waktu itu ceritain ke kamu dan papah" ucap sang mamah


" Ternyata tanpa mamah jodohin kamu, ternyata kamu yang bawa Tari kesini, kalau calon menantu nya Tari mamah setuju banget" ceorocos sang mamah tanpa henti


" Benarkah, syukur lah kalau mamah cocok dengan Tari. " ucap Hadi sambil tersenyum


" Karena dari tadi Tari berkata minder mah, takut mamah engga Nerima dia karena orang biasa" ucap Hadi


" Jangan khawatir sayang, mamah dan papah tidak melihat seseorang dari derajat dan kekayaan yang mereka punya, asal kan anak kesayangan mamah bahagia, mamah dan papah pasti selalu mendoakan kebahagiaan kalian, baenarkan pah??" tanya sang mamah kepada papah Hadi


" Benar Tari, kami tidak melihat seseorang dari semua itu karena kami sudah memiliki semua nya." ucap papah Hadi bijak


Tari terharu berada di tengah-tengah keluarga Hadi, ternyata keluarga Hadi sangat baik meskipun mereka orang berada.


" Terima kasih bunda, ehh pa" ucap Tari terhenti karena bingung memanggil papah Hadi


" Panggil aja kami papah dan mamah sama seperti Hadi " ucapa papah Hadi ramah


" Terima kasih mamah, papah " ucap Tari malu-malu


" Kalian nyuekin Hadi nih gara-gara ada Tari. jadi kalian lebih sayang Tari yah " ucap Hadi sedikit kesal karena di abai kan


" sayang sampai kapan pun, kamu adalah anak kesayangan papah dan mamah" ucap mamah Hadi sambil memeluk Hadi


Mereka pun asyik berbincang-bincang sampai waktu tak terasa menunjukan jam 8 malam.

__ADS_1


Tari pun ijin pulang karena takut orang tua nya khawatir.


__ADS_2