
Bertemu kembali dengan Bunda Hadi
" Ia ibu ehh bunda maksud Tari" jawab tari sambil tersenyum malu
" kamu mau kemana sayang" tanya bunda Hadi
" Tari lagi nemenin sahabat Tari bunda, kenalin nama nya Nana, Nana ini ibu yang waktu itu berbelanja ke minimarket tempat kita bekerja.
" salam kenal Tante,nama saya Nana sahabat nya tari" Nana pun memperkenalkan diri nya pada bunda Hadi
" panggil aja bunda sama seperti Tari biar akbrab" ucap bunda Hadi
" Ia bunda" jawab Nana
" kalian lagi jalan-jalan yah!!" tanya bunda Hadi
" Ia bunda Tari di ajak Nana ke sini nemenin Nana belanja kata nya itung-itung refresingin otak biar seger" jawab tari sambil melirik pada Nana
" Ohh begitu, apa kalian masih lama. kalau masih lama gimana kalau kita makan dulu sambil ngobrol-ngobrol?" ajak bunda Hadi
"Sebenar nya Tari sama Nana mau pulang bunda, tapi karena tidak enak menolak ajakan bunda tari mau makan dulu sama Bunda, ia kan na"
" Ia engga apa-apa Tar, nanti aku tanggung jawab sama ayah dan ibu kamu kalau nanyain kamu pulang telat aku anterin kamu sampai rumah" jawab Nana
" ya udah yuk kita cari tempat makan dulu" ajak bunda
" ia bunda" jawab Tari dan Nana kompak sambil memberikan hormat kepada bunda Hadi
Bunda Hadi pun tersenyum melihat tingkah kedua gadis ini, andai kan dia punya anak perempuan sepertinya akan seru, bisa ke mall bareng,ke salon bareng dan ngobrol-ngobrol seru.
setelah beberah menit mencari tempat makan yang enak buat ngobrol, akhir nya Bunda Hadi menemukan tempat yang cocok.
" let's go girls kita makan" ucap bunda sambil bercanda
" i'm ready bunda " jawab mereka kompak
" Kalian pesan aja yang kalian mau, hari ini Bunda traktir kalian itung-itung kalian udah mau nemenin bunda makan" ucap bunda Hadi
__ADS_1
" Hore, terima kasih bunda" ucap Nana antusias
sedangkan Tari bingung karena tak enak hati kepada pelanggan yang ia temui beberapa hari lalu dan sekarang dia harus memanggil Bunda.
" Tari kenapa diam saja, pesan aja nanti bunda yang bayar" ucap bunda Hadi kepada Tari
" Tapi bunda, apa ini tidak berlebihan kita kan baru ketemu beberapa hari, kenapa bunda baik sekali, Tari malu bunda tari engga nya merepotkan bunda" ucap tari
" Engga apa-apa sayang engga merepotkan kok yang ada bunda seneng, karena bunda merasa memiliki anak perempuan," ucap bunda dengan ekspresi sedih
" maaf bunda Tari engga bermaksud membuat bunda sedih, tari hanya engga enak aja bunda. sepertinya Tante orang berada sedangkan tari dan Nana hanya orang biasa. apa bunda engga malu jalan dengan kami berdua" tanya tari dengan sedikit menunduk
" Bunda tidak pernah membedakan siapa-siapa mau kaya atau miskin, menurut bunda itu sama saja Dimata tuhan. malahan bunda seneng bisa kenal kalian berdua jadi nanti kalau kalian libur bisa bunda ajak jalan-jalan sambil nemeninh Bunda soal nya bunda suka bosen di rumah, suami bunda sibuk kerja anak Bu da satu-satu nya sama gila kerja kalau di ajak kemana-mana selalu ada alasan" ucap bunda panjang lebar
Tari pun tersenyum melihat orang kaya yang baik hati dan tidak membeda bedakan derajat nya.
" Maksih bunda, bunda jangan sedih kalau bunda bosen hubungi aja Tari sama Nana kalau Tari libur Tari akan temenin bunda kemana aja" ucap tari
" Bener yah, awas kamu bohong, ya udah hayo kalian pesan perut bunda udah laper" ucap bunda Hadi sambil tertawa
" Oke bunda tari engga akan sungkan yah, karena bunda yang minta" ucap tari sambil bercanda
" kalian udah lama kerja di minimarket"? tanya Bunda
" Aku udah 2 tahun Bun, kalau tari baru setahun setengah" jawab Nana
" Kenapa kalian tidak kuliah sayang, sayang kan kalian masih muda." tanya bunda lagi
" Kami bukan tidak ingin kuliah Bun, tapi lebih ke tidak ingin memberikan beban terhadap orang tua kami Bun. kasian kalau di usia nya yang sudah tua, mereka masih harus mencari uang buat kami." jawab Tari
" Tari ingin orang tua tari bahagia Bunda, tari tidak ingin merepotkan mereka dan membebankan mereka lagi. sudah di sekolahin sampai tamat SMA saya Tari bersyukur, yang penting sekarang Tari sudah bekerja dan bisa membantu meringankan beban kedua orang tua Tari" ucap tari panjang lebar
Bunda Hadi kagum akan pernyataan Tari ternyata tari anak yang baik, sopan,ramah serta menyayangi kedua orang tua.nya
" bunda salut dan bangga sama kmu Tari, semoga kamu kelak bisa sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua mu yah" doa Bunda untuk tari.
" Aamiin makasih bunda buat doa.nya " ucap tari dan Nana sambil menadahkan kedua tangan
__ADS_1
beberpa menit kemudian pesanan yang mereka pesan pun datang, mereka makan sambil bercerita dan bercanda riang. tak terasa makan yang merek pesan pun habis tak tersisa.
Nana pun menyandarkan punggung nya kebkursi menandakan kalau perut nya sangat kenyang..
" ahhhh kenyang sekali, makanan nya juga enak-enak. makasih yah bunda lain kali traktir lagi yah Bun" ucap Nana sambil mengusap perut nya
Tari geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabat nya itu. Tari heran meihat cara makan Nana yang rakus seperti yang tidak pernah makan
" heyyy na kamu itu malu-maluin ihhh aku kan jadi malu sama Bunda" ucap tari
" Bunda maafin temen Tari yah, dia emang gitu kalau liat makanan enak dikit langsung di lahap tanpa ampun" ucap tari yang merasa tidak enak kepada bunda Hadi
" Tidak apa-apa sayang, malahan bunda seneng liat kalian yang apa ada.nya kaya gini engga gengsian.
" Tuhh dengerin bunda aja engga sewot, kenapa kamu yang sewot sihh. jangan lupa yah Bun nanti kalau ketemu lagi traktir kita lagi" kesal Nana kepada tari
" Boleh sayang nanti kalau ketemu lagi bunda ajak kalian kerumah bunda kita makan-makan di rumah bunda yah" ajak Bunda kepada Tari dan nana
jam pun menunjukan jam 5 sore itu arti nya Tari harus segera pulang karena ayah dan ibu nya pasti khawatir karena dia belum juga pulang.
" engga kerasa udah sore aja, sebenar nya bunda masih ingin ngobrol-ngobrol tapi karena sudah sore lebih baik kita pulang. kasian orang tua kalian khawatir" ucap bunda
" Ia bunda tari juga takut ayah Sam ibu khawatir, ya udah tari sama Nana pulang duluan yah bunda, bunda pulang nya hati-hati" ucap tari
Tari dan Nana pun berpamitan kepada bunda Hadi dan segera pergi dari mall tersebut menuju rumah Tari karena Nana harus mengantarkan tari lagi kerumah.nya.
Sementara Bunda Hadi menelpon Hadi agar bisa menjemput nya karena supir yang selalu mengantarkan bunda terlambat menjeput di karenakan mobil nya mogok dan harus di bawa ke bengkel.
drrtt drrtt
" Ia bun, kenapa" jawab Hadi di sebrang sana
" Sayang jemput ibu di mall yang biasa ibu kunjungi yah" ucap Bunda Hadi
" Bunda habis ngapain di mall, supir bunda dimana? kenapa engga jemput?" tanya Hadi
" Bunda habis ngerumpi sama anaj-anak gadis bunda, udah cepetan sini jemput bunda, supir bunda lagi di bengkel, mobil yang hiasa bunda pake mogok" cerocos bunda
__ADS_1
" ya udah tungguin Hadi, Hadi segera kesana" ucap Hadi sambil membereskan pekerjaan nya
" ia sayang bunda tunggu yah,kamu hati-hati bawa mobil nya" ucap bunda