Gadis Bar-bar Kesayangan Ceo Tampan

Gadis Bar-bar Kesayangan Ceo Tampan
Bab 9


__ADS_3

Setelah sampai di Mall tempat bunda nya menunggu, Hadi segera keluar dari mobil dan menghampiri bunda nya.


" Bunda udah belanja.nya, kok cuman sedikit tapi lama banget" ucap Hadi sambil melihat sang bunda yang hanya membawa 1 paper bag saja


" Tadi nya bunda mau belanja banyak, tapi tadi ketemu sama gadis yang waktu itu ketemu di minimarket gadis yang pernah bunda pernah cerita sama kamu dan papah.


yah waktu pertama kali bertemu dengan Tari bunda Hadi langsung menyukai Tari karena dengan sikap nya yang baik,sopan dan juga ramah.


Sesampai nya Bunda Hadi di rumah bunda pun menceritakan kepada suami dan anak nya bahwa bunda ketemu pegawai minimarket yang cantik,baik dan juga sopan.


" Ohhh kok bunda bisa ketemu di Mall" tanya Hadi


" Ia tadi bunda tidak sengaja tabrakan sama dia, awal nya bunda engga tau kalau itu dia. pas bunda ingat-ingat lagi ternyata benar dia gadis yang waktu di minimarket bantuin bunda sayang" jawab bunda


" Dia tadi lagi temenin sahabat nya yang lagi belanja mumpung dia lagi libur kata.nya, ya udah bunda ajakin aja mereka makan sambil ngobrol-ngobrol. ternyata seru kalau punya anak perempuan bisa di ajak ke sana kesini" ucap bunda sambil melirik pada Hadi


Hadi tau bunda nya kesepian karena Bunda sudah tidak bisa lagi melahirkan setelah operasi, sedang kan aku dan papah sibuk kerja mengurus perusahaan kadang bunda sendiri di rumah paling para pelayan yang selalu menemani nya


" Maafin Hadi yah Bun, Hadi jarang ajak bunda jalan-jalan bunda kan tau Hadi kerja ngurus perusahaan" ucap Hadi


" Engga apa-apa sayang bunda ngerti kok, kamu dan papah kamu emang gila kerja" ucap Bunda sambil terkekeh karena tau ayah dan anak nya itu sama-sama gila kerja.


" Kamu juga harus cepat cari pendamping nak biar bunda ada temen nya di rumah kalau kamu lagi kerja, kan seru kalau punya mantu" ucap bunda


Hadi tersenyum melihat ke arah bunda nya Hadi yakin wanita yang Hadi pilih saat ini adalah wanita yang tepat yang bisa menyaingi nya sekaligus keluarga nya apalagi Bunda nya.

__ADS_1


" Ia bunda Hadi tau, nanti kalau Hadi udah berhasil luluhin hati dia Hadi akan ajak dia kerumah dan bertemu bunda" jawab Hadi


Antara kaget dan senang sekaligus mendengar ucapan anak nya itu.


" Apa kamu sedang mendekati seorang wanita sayang?" tanya bunda


" Ia bunda tapi di cuek dan engga tertarik sama Hadi"


" Astaga bunda baru denger kalau ada yang nolak anak bunda yang tampan dan kaya ini, siapa gadis itu kenapa berani sekali dia menolak pesona anak bunda" cerocos bunda sambil di barengi senyum bercanda


" Dia berbeda Bun, maka nya Hadi tertarik sama dia, dia berbeda dari perempuan kebanyakan di luar sana banyak wanita yang ingin menjadi pasangan Hadi sampai-sampai mau melakukan apapun. tapi dia tidak pernah melirik Hadi sedikit pun" cerita Hadi


" Dia hanya gadis biasa bunda, apa bunda tidak keberatan Hadi mencintai gadis biasa apa bunda dan papah akan malu bila hadi menikahi gadis ini" tanya Hadi


bunda mendengarkan cerita anak nya yang sedang mengejar seorang gadis, bunda mengerti dengan perasaan anak nya yang baru saja merasakan jatuh cinta tetapi gadis yang dia sukai belum menerima cinta nya


" Bunda kan pernah bilang sama kamu sayang bunda tidak pernah melarang mu dekat dengan siapa pun jangan melihat mereka dari segi harta, karena harta hanya titipan. kita patut nya bersyukur karena bernasib baik dan berkecukupan."


" kalau memang kamu mencintai nya kejarlah na kamu berhak bahagia bunda akan selalu mendukung kamu apapun keputusan nya asal kamu bahagia"


" Taklukan hati gadis itu dan bawa secepat nya kehadapan Bunda dan papah, bunda ingin tau gadis seperti apa yang menolak anak bunda ini" cerocos bunda sambil menyindir Hadi


" Yah pupus harapan bunda mau jodohin kamu sama perempuan yang bunda temui hari ini, padahal bunda udah cocok banget sama dia, pertama kali lihat dia bunda udah feeling dia akan jadi menantu bunda yang asyikk" ucap bunda sambil menampilkan ekspresi sedih


" ya sudah lah bunda juga tidak ingin mencampuri urusan anak bunda" ucap nya lagi

__ADS_1


" Anak bunda harus semangat dan taklukan gadis itu yah" ucap bunda sambil terkekeh


" Baiklah bunda Hadi akan secepat nya bawa dia ke rumah dan memperkenalkan nya kepada papah dan bunda" ucap Hadi


" Bunda pasti langsung suka dengan gadis yang Hadi bawa nanti" ucap Hadi mantap


Hati Hadi sangat bahagia karena sang bunda mendukung nya, Hati Hadi semakin menggebu-gebu untuk bisa memiliki gadis itu.


sepanjang perjalanan Bunda dan Hadi bercerita dengan gadis yang mereka temui, mereka belum tahu bahwa gadis yang mereka ceritakan adalah gadis yang sama. yaitu Tari Larasati.


Tak terasa mobil yang Hadi bawa pun telah sampai di gerbang rumah nya Hadi keluar dan membuka kan pintu mobil untuk bunda nya.


" silahkan ratu ku yang paling cantik" ucap Hadi


" terima kasih anakku yang tampan" jawab bunda


mereka pun berjalan berbarengan kedalam rumah, di ruang tamu papah Hadi sudah duduk sambil menonton televisi, papah Hadi langsung pulang setelah menyelesaikan pekerjaan nya karena dia tidak ingin istri nya merasa bosan di rumah. tetapi pas di sampai di rumah papah Hadi tidak melihat istri nya biasa nya istri nya itu kalau dia pulang pasti akan menyambut nya dengan senyuman.


" Bi, nyonya mana?" tanya papah Hadi


" Tadi nyonya keluar tuan kata nya mau ke mall sebentar jalan-jalan. kata nyonya kalau tuan pulang dan menanyakan nyonya bilang saja begitu, karena dari tadi nyonya sudah telpon ke no tuan tapi tidak di angkat kata.nya" jawab pelayan tersebut


Papah Hadi pun langsung mengecek handphone nya dan ternyata benar istri nya menelpon nya beberpa kali. karena tadi ada rapat handphone sengaja saya matikan karena takut mengganggu.


" ya sudah bi engga apa-apa, buatin saya kopi yah saya ke kamar dulu" ucap papah Hadi

__ADS_1


" Baik tuan, saya permisi ke belakang tuan" pamit pelayan itu


papah Hadi pun hanya menganggukkan kepala nya tanda menyetujui. tanpa berlama-lama papah Hadi pun masuk ke kamar nya dan segera membersihkan badan nya, selesai dengan itu papah Hadi segera keluar dan menunggu di ruang televisi.


__ADS_2