Gadis Bar-bar Kesayangan Ceo Tampan

Gadis Bar-bar Kesayangan Ceo Tampan
Bab 13


__ADS_3

Setelah selasai berkunjung ke rumah orang tua Hadi , Tari sangat bersyukur karena di terima dengan baik oleh keluarga Hadi.


Tari Tidak menyangka bahwa masih ada orang yang mempunyai segala nya tetapi tidak sombong seperti kebanyakan orang kaya di luaran sana.


Hubungan Hadi dan Tari setiap hari semakin membaik bahkan tari sekarang sudah mulai menerima Hadi di dalam hati nya.


Drrtt Drrt Drrrt bunyi telpon Tari berdering, Tari melihat layar telpon nya tertera nama seorang pria yang sekarang sudah mengisi hati nya. Dengan senang hati Tari mengangkat telpon tersebut.


" assalamualaikum Kak,!" jawab Tari


" Walaikumsalam salam sayang, Kamu sudah makan?" Tanya Hadi


Tari di buat malu karena Hadi sekarang tidak malu-malu lagi menyebut nya sayang, Ada rasa bahagia di hati Tari karena di cintai oleh pria yang tampan dan juga mapan dari segi keuangan.


" Belum Kak, aku masih ngerjain pekerjaan aku Kak!" ucap Tari


" Kalau begitu Kakak jemput yah, Kita makam siang bersama" ucap Hadi


" Tunggu Kakak yah, sebentar lagi kakak kesitu" ucap nya lagi


" Ia Kakak ku sayang yang bawel" jawab Tari sambil cekikikan Karen geli dengan panggilan sayang yang ia lontarkan untuk Hadi.


" Cieee udah mulai mau bilang sayang, udah jatuh cinta yah sama Aku?!!" ledek Hadi


" Ihhh kakak nyebelin, ya udah aku tutup telpon nya kalau kakak ledekin aku terus " ucap tari kesal karena di ledek Hadi


" Ihhh gitu aja ngambeuk, awas loh nanti cantik nya ilang" ucap Hadi


Tari pun kembali tersenyum saat Hadi melontarkan kata cantik


" Ya udah kamu tunggu Kakak yah, Kaka keluar kantor dan menuju ke tempat kamu" ucap Hadi


" Kakak tutup yah telpon nya. Assalamualaikum sayang nya Kakak"! ucap Hadi.


" Walaikumsalam Kakak, kakak hati-hati yah" ucap Tari


Hadi menutup sambungan telpon nya dan bergegas keluar kantor untuk menemui Tari di tempat nya bekerja.


Setelah keluar lift, Hadi bertemu dengan Dewi salah satu wanita yang mengejar-ngejar Hadi dan terobsesi menjadi nyonya Bagaskara.


Dengan Percaya Diri nya Dewi menghampiri Hadi.


" Selamat siang pak, Apa bapak mau saya pesankan makan?" Ucap Dewi basa basi

__ADS_1


" Tidak usah repot-repot saya mau keluar makan siang, sana kamu pergi dan bersitirahat lah seperti karyawan yang lain nya" ucap Hadi


Dewi di buat kesal oleh Hadi karena kata-kata nya yang jutek dan tidak melirik Dewi sekalipun padahal Dewi sengaja memoles wajah nya sebelum bertemu dengan Hadi tadi.


" Dasar manusia dingin, berani sekali dia tidak melirik ku, apa kurang nya aku, aku cantik dan juga seksi tapi kenapa dia tidak melirik ku sama sekali" ucap Dewi kesal


" Awas kamu Hadi, akan ku buat kamu bertekuk lutut dan menjadi milikku seorang" ucap Dewi dengan senyum yang sudah di artikan


" Dia mau kemana, tumben pergi keluar kantor!! biasa nya assisten nya yang membelikan dia makan siang" ucap Dewi


Dewi pun penasaran dengan Hadi, karena tidak biasa nya Hadi makan di luar di saat jam istirahat.


Dengan kesal Dewi kembali ke ruangan nya


Hadi yang sudah tidak sabar ingin menemui Tari, segera menaiki mobil nya dan langsung menuju tempat kerja Tari.


Sekarang Hadi kalau mau ke mana-mana sudah tidak menggunakan supir lagi karena ia ingin menghabiskan waktu bersama Tari tanpa ada yang mengganggu nya.


Hadi pun sampai di tempat Tari bekerja, ternyata di depan minimarket Tari sudah menunggu nya.


" Sayang sudah lama menunggu?" ucap Hadi dengan lembut


" Engga kok Kak, baru aja Kakak mau makan siang dimana?" Tanya tari


" Baik lah, tapi Kaka engga malu kan bawa aku ke restoran?" tanya Tari


" Ngapain malu, yang ada aku senang makan siang ku sekarang ada yang menemani." ucap Hadi dengan senyuman manis nya


" ayok jangan banyak mikir yang engga-engga yang penting sekarang kamu mau menanti aku makan siang" ucap Hadi


" Baik lah Kakak ku yang tampan" ucap Tari sbil tersenyum melihat kan deretan gigi nya yang putih.


Mereka berdua pergi dari parkiran minimarket menuju restoran yang dekat dengan kantor Hadi


Sesampai nya di restoran semua orang yang berada di situ terlihat bingung dengan kedatangan Hadi, mereka tau bahwa Hadi adalah seorang CEO dari perusahaan Bagaskara group.


Semua pengunjung saling berbisik karena mereka melihat seorang CEO bagakara menggandeng tangan seorang gadis memasuki restoran.


" Wah bukan kah itu CEO Bagaskara group yang terkenal dingin itu" ucap pengunjung di resto itu


" Ia kamu benar, Apa itu pacar nya. terlihat biasa saja yah" ucap teman pelanggan itu


" Aku tidak tau, setau aku CEO Bagaskara group itu terkenal dengan sifat nya yang dingin dan cuek. Sampai saat ini belum ada berita kalau dia mempunyai seorang kekasih" jawab pelanggan yang tadi

__ADS_1


Hadi dan Tari menjadi sorotan semua pelanggan yang berada di situ. karena pada saat memasuki restoran Hadi menggantung Tari tanpa malu-malu lagi.


Hadi membawa tari ke meja VIP yang sudah ia pesan sebelum nya


Tari sedikit menunduk karena malu dengan semua orang yang seakan melihat kearah nya


" Tegak kan wajah mu sayang, kamu itu kekasihku tunjukan pada semua orang bahwa aku ini milikmu" ucap Hadi


" Tapi Kak, liat mereka semua melihat kesini. apa penampilan ku yang begini sehingga mereka melihat ke arah ku" tanya Tari pada Hadi


" Sudah jangan di ambil Hari santai saja, tunjukan pada dunia bahwa kamu adalah kekasih seorang CEO perusahaan Bagaskara group" ucap Hadi dengan tegas.


Hati tari pun semakin kagum dengan Hadi karena menurut nya dia adalah lelaki yang baik yang bisa tari harapan kedepan nya


Kini tari tidak peduli dengan bisikan bisikan pelanggan yang berada di sana, Tari dengan percaya diri mengeratkan pegangan tangan nya pada Hadi dan tersenyum kepada Hadi


" Terima kasih Kakakku yang tampan dan juga baik, aku mulai mencintai mu" bisik tari di telinga Hadi


Dengan senang hati Hadi tersenyum kepada Tari


" Sama-sama sayang, Aku juga mencintaimu" jawab Hadi


Akhir nya Mereka pun makan dengan tenang tanpa mendengar bisik-bisik pelanggan lagi karena Hadi memesan meja VIP yang khusus untuk nya dan Tari.


Tari makan dengan lahap tanpa ada rasa jaim tari memakan makanan yang tersedia di atas meja yang sudah di pesan Hadi.


" Ahhh kenyang nya, kakak apa makan ini boleh di bawa pulang sayang kalau tidak di habiskan" tanya tari


" Tidak usah sayang, masa makan sisa kmu bawa" jawab Hadi


" Tapi kan sayang kak, buat ibu dan ayah di rumah. pasti ibu dan ayah senang bisa makan makanan mahal dari restoran" ucap nya lagi


" Kamu ini, di kira aku engga sanggup beli makan disini. aku kan kaya bahkan aku beli tempat ini aja aku sanggup." ucap Hadi


" Lebih baik kamu pesan lagi untuk di bungkus dan di bawa pulang untuk ayah dan bunda" ucap Hadi


" Benar kah boleh kak, aku mau beliin ayah dan bunda, pasti mereka senang" ucap Tari


" Pesan saja yang kamu mau nanti aku bayar sekalian" ucap Hadi


" Terima kasih sayangku" Tari mensekati Hadi dan memeluk nya


Tanpa malu-malu lagi tari memesan makanan untuk di bawa pulang.

__ADS_1


__ADS_2