
Pagi ini Tari akan pergi ke perusahaan Hadi karena Tari janji dengan Hadi untuk pergi ke rumah orang tua Hadi.
Di perjalanan sebelum sampai di perusahaan Hadi Tari mampir ke tempat toko kue untuk di bawa nanti.
Tari pun masuk dan melihat-melihat kue yang berada di etalase toko, setelah menemukan kue yang cocok Tari segera membayar ke kasir.
sepanjang perjalanan wajah Tari terligat Ceria sesampai nya Tari di depan gedung perusaahan Hadi Tari segera masuk dan menuju meja resepsionis untuk menanyakan perihal CEO perusahaan tersebut
" Selamat siang mbak, bisa bertemu dengan Pak Hadi" ucap Tari
" Selamat siang, apa sudah membuat janaji sebelum nya" jawab resepsionis tersebut
" Belum mbak, sebenar nya Pak Hadi yang menyuruh saya datang kesini tadi" ucap Tari
^^^" Kalau begitu, Maaf mbak kalau Mbak belum membuat janji mbak tidak bisa menemui CEO di perusahaan ini" jawab reaetionis tersebut^^^
" Tapi mbak, sebentar yah saya telpon dulu kalau Mbak engga percaya" ucap Tari
Tuutt Tuutt Tuutt
Tari mencoba menelpon Hadi tapi tidak juga di angkat
" Kok, engga di angkat sihh Kak" gumam Tari
" Ayok Kak angkat" ucap Tari dengan gusar
Di saat Tari sedang mencoba menelpon Tari datanglah Dewi dengan berjalan angkud di hadapan reseptionis dan juga Tari.
Dewi melirik Tari karena merasa pernah melihat nya
" Heyy kamu"! panggil Dewi kepada Tari
Tari yang sedang berusaha menelpon Hadipun seketika melirik kearah suara yang memanggil nya
" Saya mbak?" ucap Tari
" Ia kamu, siapa lagi!" kan yang ada di sini can kamu dan reseptionis"
" Ia mbak kenapa" tanya Tari
" Saya seperti pernah melihat kamu" tanya Dewi
" Ia mbak, mbak emang pernah melihat saya. saya kan pegawai minimarket yang mengantarkan pesanan Mbak waktu itu" jelas Tari
" Ooh ia saya baru ingat, Tapi ngapain kamu ada di kantor ini!! apa ada yang pesen lagi ?"
" Engga mbak, saya mau bertemu Kak Hadi" ucap Tari
__ADS_1
Dewi melongo dengan ucapan Tari "
mengapa dia menyebut Hadi Kak, apa gadis ini adik nya CEO di sini." batin Dewi
" Kamu adik nya Pak Hadi" tanya Dewi
Tari bingung harus menjelaskan kepada Dewi status dia dan Hadi itu.
" Mmh bukan mbak, saya dan pak Hadi " Tari bingung harus menjawab nya
" Atau kamu pembatu nya yah, pasti kamu pembantu di rumah CEO yah. kamu di suruh kesini kan" ucap Dewi panjang lebar
" Bukan mbak, saya kesini mau bertemu Ka Hadi" ucap Tari
" Alah mana mungkin ceo disini mau ketemu sama gadis kaya kamu gini" ucap Dewi meremehkan Tari.
" Tapi mbak saya memang mau ketemu dengan Kak Hadi karena sudah ada janji" Ucap Tari
" Jangan terlalu berhayal yah kamu, ngaku2 -ngaku mau ketemu padahal ada niat engga baik kan" ucap Dewi
" Jangan sok kecentilan yah CEO dinisi itu calon suami saya" ucap Dewi dengan PD nya
" Maksud mbak apa" tanya Tari
" Sini saya kasih tau yah, saya ini calon istri CEO di perusahaan ini. dan sebentar lagi saya akan di lamar oleh pak Hadi" ucap Dewi dengan percaya diri
Tari tidak tau kalau Hadi sudah mempunyai calon istri, karena yang tari tau Hadi mencintai nya. seketika mata Tari berkaca-kaca
" Lebih baik kamu pergi dari sini, sebelum saya panggilkan satpam untuk usir kamu dari sini" ucap Dewi
Di saat Tari akan keluar dari kantor tersebut Hadi keluar dari dalam lift dan melihat Tari
seketika hati nya berbunga karena kekasih nya sudah berada di kantor nya, akan tetapi di saat Hadi mendekat Hadi melihat Tari berkaca-kaca akan menangis Hadi pun menghampiri Tari dan Dewi
" Ada apa ini?" ucap Hadi menggelegar di lobi kantor
Tari dan Dewi seketika menoleh ke arah suara
" Pak Hadi, maaf pak saya sedang menegur gadis ini karena sudah berani berbohong mau bertemu dengan bapak" ucap Dewi
Menurut nya ini kesempatan bagi Dewi untuk mengambil hati Hadi
" Gadis ini berkata ingin bertemu anda dan sudah membuat janji dengan anda pak" jelas Tari
" Saya cuman menegur, agar tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi kedepan nya seperti yang sudah-sudah " ucap nya lagi
Hadi pun menghampiri Tari dan memeluk Tari di hadapan semua orang, sontak semua orang yang berada di lobi kantor pun kaget dengan tindakan Tari
__ADS_1
Dewi yang melihat dari dekat apa yang di lakukan Hadi pun melongo.
" Sayang, maafin Kakak yah Tadi kakak ada rapat dan hp kakak, kakak mode silent biar tidak ada yang ganggu. Kakak tidak tau kamu nelpon berkali-kali" jelas Hadi
Tari hanya terdiam dan menangis di pelukan Hadi karena masih merasa di bohongi oleh pria yang menyatakan cinta nya.
" Kenapa Kakak jadiin aku pacar kakak kalau kakak sudah punya calon istri, kakak mau mempermainkan aku yah?" ucap Tari di hadapan Hadi
Hadi menyeringitkan halis karena kata-kata Tari mengapa Tari bicara seperti itu.
" Heyy sayang kamu kenapa sihh, lagian siapa juga yang punya calon istri" ucap Hadi
Dewi yang mendengarkan kata-kata Tari dan Hadi pun mulai gelisah pasal nya tadi dia dengan percaya diri nya mengakui bahwa dia adalah calon istri CEO disini
Tari melepaskan pelukan Hadi dan melihat ke arah Dewi
" mbak ini yang hilang Kakak ini calon suami nya, apa Kakak benar sudah punya calon istri?" tanya tari
Hadi melirik Dewi dengan tatapan tajam Dewi yang di tatapun terlihat gisah dan takut
" Maksud kamu apa, berani bicara seperti itu? kapan saya jadi pacar kamu kenal kamu saja saya tidak." ucap Hadi kepada Dewi
" Kamu bekerja bagian apa?"
" Pecat dia karena sudah berani mencoreng dan memfitnah saya" ucap Hadi kepada sang asissten dan di angguki oleh asissten tersebut
" Besok saya tidak ingin melihat wanita ini lagi di kantor saya" ucap nya lagi
" Tapi pak, maafkan saya pak, beri saya kesempatan saya mengaku salah" ucap Dewi dengan nada memohon kepada Hadi
" Saya melalukan itu karena saya menyukai bapak" ucap nya lagi
" Saya tidak peduli, saya ingin kamu keluar dari kantor ini sekarang juga" uca Hadi
Dengan berat hati Dewi meninggalkan Hadi dan tari Dewi di teriaki oleh orang-orang yang berada di lobi banyak bisikan bisikan yang sampai ke telinga Dewi tapi Dewi tidak memperdulikan nya dia langsung pergi ke ruangan nya dan membereskan barang-barang nya
" Sayang dengar, dia itu bukan siapa-siapa kakak cuman kamu calon istri kakak satu-satu nya" ucap Hadi sambil mencubit hidung Tari
" Benarkah kak,, apa kakak ridak bohong? Tapi kenapa mbak ini ngaku-ngaku jadi calon suami kakak?" ucap tari
" Mungkin itu sebagian fans nya kakak" ucap Hadi sambil terkekeh
Tari mencubit pinggang Hadi karena kesal, orang-orang yang berada di lobi pun di buat heran dengan sikap Hadi yang biasa nya terlihat dingin dan cuek menjadi hangat dan penuh senyuman.
Hadi pun mengajak Tari keluar dari kantor dan masuk kedalam mobil
mereka pun akan pergi berkencan..
__ADS_1