
"apa kamu tidak kuatir sama kk, rita' cepat berikan obat sana, senyum kecil tara. "
rita dengan melangkah keluar kamar untuk memberikan obat untuk ray,setiba nya di kamar terlihat ray sedang berbaring dengan kedua tangan di atas kepala, rita menghampri ray.
"ini obat cepat lah minum, ucap rita. "
ray bangun dan duduk mendengar suara rita sambil mengambil gelas yang berisi air di meja samping tempat tidur untuk menelan obat.
"mana tara kenapa jadi kamu yang mengantar kan obat buat ku" ucap ray.
mendengar ucapan ray rita langsung berlari keluar kamar sambil memegang dada,hati yang begitu sakit membuat nya menagis.
"kamu bodoh, mau saja di bodoh' perasaan mu sendiri, mau saja ikut berlibur, dalam hati rita sakit sambil memaki - maki dirinya sendiri.
tara yang melihat rita langsung bersungkur di kasur dengan tengkurap sambil menagis membuat nya tidak jadi masuk kamar mandi.
"aduhhh... kenapa lagi sama mereka ini" ucap tara dalam hati.
"rita kenapa, kenapa kamu menagis sampai begini ka ray ngapain kamu, biar ku buat perhitungan sama dia", ucap tara.
"kenapa aku tara mencintai orang yang salah, aku salah, aku sangat bodoh, aku hanya menyakiti diri ku sendiri karna sifat dingin nya. "rita yang panjang lebar menyampaikan keluh kesah dang and tara.
di kamar sebelah ray sambil duduk dan berdiri keluar kamar untuk masuk kamar tara dan rita, ray melihat rita menagis.
"kaka..."
tara menghampri ray kamu ini tanggung jawab buat anak orang nagis sampai sebegitunya, tara menunjuk hati ray dengan tangan nya., ini hati terbuat dari apa sampai dingin, begitu.
ray mendorong muka tara dengan tangan nya.
"bisa diam tidak kamu cepat Sana mandi pakai handuk di hadapan lelaki" ucap ray.
"Kan kamu kaka ku, jadi tidak apa, tara sambil berjalan masuk kamar mandi"
"tara..... "
tarik ray dengan tangan rita sampai tidak jadi masuk kamar mandi.
"apa lagi sihh ka..?! kapan tara mandi,selalu ada aja masalah kalian. "
"cepat Sana kamu mandi kamar kaka Sana, kaka ada urusan dengan teman mu."
__ADS_1
ray menarik tara dan mengeluarkan nya dari kama
dan menutup pintu.
"uhhh iya.. iya... " kamar kk sebelah mana ya., tadi pas ketemu rasa nya sebelah sini apa yg ini, apa yang itu kenapa kamar disini banyak sekali.. ahhhhh...pusing menentukannya, masuk di mana saja".
tara masuk kamar dan langsung mencari kamar mandi.
"Na.. Nana.. nan..(sambil bernyanyi) akhir nya aku bisa beredam di kamar mandi, setiba nya di depan pintu, ehh ko ada bunyi orang mandi, coba membuka ahhhh... ahhh..
"marsel yang sedang mandi pun kaget.
"ehh.. ma.. maaf.. maaf salah masuk kamar,tara menutup mata dengan kedua tangan nya."
marsel langsung memasang handuk di pinggang nya dan menghampri tara.
"hahhh... senyum marsel gadis ini menghampri aku dengan hanya memakai sehalai handuk dan minta maaf apa dia mau mengoda aku"
"tara berlari keluar kamar,sambil memegang dada karna jantungnya berdetak kencang dan masuk ke kamar sebalah kamar ray mengunci dan mandi dengan tenang.
"sialan kelepasan, kelinci nakal cepat sekali lari nya" ucap marsel.
ray yang di dalam kamar menghampri rita yang dari tadi ngomel - ngomel sambil menagis duduk di atas kasur nya.
rita terdiam mendengar suara itu dan membalikan badan nya.
"maaf aku tidak ber maksud melukai perasaan rit, aku hanya menghindar karna aku tidak mampu mengontrol nafsu jika bersama kamu, tapi malah jadi begini, melukai perasaan kamu, sekali tolong maaf kan aku" ucap ray.
rita yang mendengar ucapan ray, langsung memeluk ray dari belakang..
"jangan minta maaf lagi, sudah aku yang salah.. ucap rita, tapi kamu mencintai aku kan ray? jika benar mencintai,mau kah kau menemui ayah ibu sehabis pulang liburan ini".
seketika mendengar itu ray langsung menghadap rita, mereka saling bertatapan, tangan ray memegang kedua pipi rita yang putih itu.
" aku berjanji akan melamar mu setelah pulang nanti, ucap ray. "
"tapi aku tidak bisa menahan ini semua sampai kita menikah nanti" ray yang saat itu sangat ingin melakuan lagi bersama rita .
"kamu sudah berjanji menemui ayah ibu dan kita sudah melakuan nya sebelum menikah, apa kamu merindukan ciuman ini, ucap rita"
"rita mencium bibir ray"
__ADS_1
" ray terpancing dan mencumbu mersa rita, kamu selalu memancing aku, sini nakal sekali.. "ucap ray
"ahhh... ray, yang lembut sedikit" rita menarik lembut rambut-rambut ray.
"iya.. iya..sayang,aku akan lembut kali ini tenang saja. "
"pada esok pagi nya tara terbangun dengan Nada marah karna setelah mandi baju ganti tidak ada sama sekali terbawa, hanya baju kemaja ray yang pakai
"keterlaluan ka ray, huhhh bagaimana aku keluar seperti ini"
"ray.. ray.. marsel mengendor pintu bangun ada yang mau ku tanyakan.. "
"aduhh...gawat... bagaimana aku keluar dengan baju seperti ini, lebih baik diam di kamar saja. "
karna ray tidak membuka pintu nya marsel mencoba membuka tapi terkunci karna takut terjadi kenapa2 marsel meminta kunci cadangan dengan pelayan vila dan membuka pintu itu.
"ray apa kamu tidak apa - apa" ucap marsel.
marsel mendekati kasur ray, tara yang bersembunyi di balik selimut.
"aduhhh bos ini cari mati, geram tara dalam hati mati aku sampai di buka selimut ini.
marsel menarik kuat selimut itu sangat kaget sekali,melihat tara yang berada di balik selimut dan hanya memakai kemeja putih punya ray.
"bodoh', idot, kenapa di tarik. "
cepat - cepat tara mengambil selimut itu dan menutup badan nya.
"ma.. ma..mana aku tahu bawah itu kamu, ucap marsel mana ray kenapa kamu yang ada di sini, pakai baju begini lagi mau mengoda aku. "
"ka marsel di kamar sebelah, aku tidak bisa ganti baju habis mandi malam tadi, makanya baju ka ray yang ku pakai" ucap tara kesal.
"kenapa di sebelah..... apa dia!! sama teman mu itu melakuan sesuatu....."
mata tajam marsel mendekati tara, seakan ingin berbuat seperti itu sehingga membuat tara takut.
"mana aku tau mereka berbuat apa, marsel jangan coba dekat - dekat , tara merasa terancam.
" apa kamu malam tadi berpura - pura salah masuk kamar ingin melakuan itu dengan ku, "
marsel mendekat kan muka ke tara, sampai sedekat nya sehingga nafas meraka berdua terasa satu sama lainnya.
__ADS_1
" marsel... jangan dekat, tara mendorong nya , tara terlihat gugup, aku tidak akan melakuan itu sampai aku menikah dengan orang yang aku cinta"