
setelah selesai makan marsel mengantar tara pulang ke rumah.
" sekarang sudah sampai rumah, mungkin ibu dan ray sudah pulang, karna sudah malam lebih baik aku pulang dulu" ucap marsel yang berdiri di depan pintu dan menghadap tara.
" makasih banyak sudah traktir makan juga, dan membantu aku di saat ketakutan"ucap tara
" lain kali telpon saja aku tara, jika kamu takut lagi"
" dahhh....sampai jumpa besok"
marsel berjalan ke mobil dan meningalkan halaman rumah tara.
tara tersenyum dan berjalan masuk rumah.
saat pagi tiba, ray, tara dan ibu berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi.
"ohh ya ka, gimana lamaran kk di terima.. " tara yang sambil mengoleskan selai coklat ke roti
ray yang di tanya hanya diam dan memakan
__ADS_1
" huhhhhh dasar kaka... " muka tara langsung cemberut.
"sudah jangan ganggu kaka mu tara, bulan depan kaka mu menikah nanti bantu ibu membersihkan kamar kaka mu itu" ucap ibu
" ye ye ye ye kaka jadi menikah, kenapa kk terlihat tidak senang ini kan yang kaka mau bisa menikah dengan rita " ucap tara yang memandang muka ray terlihat marah dan muram.ray yang selesai dengan makan nya langsung pamit dengan ibu untuk ke kantor.
" bu..ray berangkat dulu banyak yang diurus hari ini mungkin akan pulang larut malam "
"iya ibu tau, jangan sampai lupa makan nanti kamu sakit "
ray meningalkan ruangan dan berangkat untuk mengurus segala sesuatu yang di perlukan untuk menikah serta pengunduran diri dari kantor marsel, karna permintaan orang tua rita agar ray bisa bekerja di perusahan mereka, selama pernikahan belum ber langsung ray tidak di perbolehkan untuk mendekati dangan rita dan harus menjaga jarak agar tidak terjadi sesuatu sebelum Pernikahan ucap orang tua rita saat itu, sehingga membuat ray terlihat sedikit marah.
" iya... iya.. ini tara bereskan, ibu duluan aja nanti tara nyusul"
" jangan lupa kalo sudah selesai bawakan beberapa kardus kekamar" ucap ibu yang sambil berjalan ke kamar ray.
ponsel tara berbunyi, rupanya pangilan dari rita.
"halo.. tara.. "
__ADS_1
"wahhh selamat ya, akhir nya kamu menikah juga kita aku senang bisa curhat tiap malam dengan mu" ucap tara sangat senang
" tara apa ray masih terlihat marah,aku sangat kuatir karna papa dan mama membuat ray harus mengundurkan diri dari perusahan marsel " ucap rita dengan Nada sedikit sedih.
" wahhh pantas ka ray terlihat marah pagi ini.. "
" bantu aku ucap kan minta maaf ku pada ray, ya tara aku mohon "
" tapi kan kamu bisa bicara langsung dengan ka ray rita.. "
" aduhhh gimana ya mejelaskan dengan mu tara, bahwa aku dan ray tidak boleh berhubungan sampai bulan depan dalam tardisi menguji kesetian seorang pria dengan nafsu untuk tidak melakukan hubungan sebelum menikah" ucap rita
" wahhh... wahhh kejam sekali tradisi ini, kalian kan sudah melakukan nya untuk apa berpuasa sampai Pernikahan, wahhh... sangat menyakitkan, " ucap tara mengejek rita.
" bantu aku dengan memantau ray tara " ucap rita
"iya.. iya.. nanti aku bantu, semoga kalian bisa menahan gejolak yang menghantui hahahaha" ucap tara mengejek rita.
" ahhh tara kamu ini,kamu saja yang belum merasakan jangan mengejek lagi ini sangat menyakitkan tau dan akan terjadi di kamu juga nanti " rita kesal dan mematikan ponsel nya.
__ADS_1