Gadis Cupu Bikin Candu

Gadis Cupu Bikin Candu
First Kiss


__ADS_3

Seorang guru piket sedang memarahi siswanya yang tidak memakai topi saat hendak upacara. Hiroki Isao memang menjadi langganan tidak membawa atribut lengkap saaat hendak upacara. Cowok itu sudah biasa dimarahi guru seperti saat ini.


“Hiro kenapa sepertinya kamu selalu sengaja tidak membawa topi saat ada upacara?” tanya Iwan. Guru Bimbingan Konseling (BK) sekaligus guru piket hari itu.


“Maaf Pak. Saya lupa lagi,” jawab Hiro santai.


“Tetapi kenapa setiap hari Senin kamu lupa membawanya. Apakah hukuman karena tidak memakai topi saat upacara tidak membuatmu jera?” tanya Iwan lagi.


Setiap siswa yang tidak memakai topi saat upacara akan mendapatkan hukuman berdiri di depan selama upacara berlangsung. Dan setiap hari Senin, Hiro selalu berdiri di depan karena tidak pernah memakai topi. Sampai-sampai semua guru hapal betul dengan Hiro dengan ketidaktertibannya.


“Ya sudah sana. Berdiri di depan lagi,” perintah Iwan akhirnya.


Hiro hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju barisan siswa yang siap mengikuti upacara. Namun, tiba-tiba dia dicegat oleh seorang siswi yang tidak dikenalnya. Gadis berkacamata tebal itu menyodorkan topi kepada Hiro.


“Aku membawa dua topi untuk berjaga-jaga kalau ada temanku yang tidak membawanya,” ucapnya dengan kepala yang tertunduk.


Perlahan tangan Hiro tergerak untuk mengambil topi dari tangan gadis itu. Dalam hatinya juga ingin sesekali merasakan upacar di barisan para siswa yang tertib. Dikenakannya topi itu dikepalanya dan Hiro langsung melenggang meninggalkan gadis tidak dikenalnya itu.


Hari ini di Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta ternama di tanah air itu sedang mengadakan upacara penyambutan siswa-siswi baru. Kegiatan itu adalah kegiatan wajib guna mengenalkan lingkungan sekolah kepada para siswa-siswi baru. Banyak yang disampaikan diacara tersebut guna untuk pedoman para siswa baru sebelum mulai belajar di sekolahan tersebut.


“Saya akan memberikan apresiasi lebih kepada dua orang penerima beasiswa karena memiliki prestasi tingkat internasional,” ucap kepala sekolah.


“Selamat untuk Kinanti Aulia dan Bagas Aditya,” lanjut kepala sekolah menyebut dua nama siswa berprestasi.


Kedua siswa tersebut juga diundang ke atas mimbar untuk mendapatkan piagam beasiswa. Mereka dibebaskan dari biaya sekolah sampai lulus dari sekolah yang terkenal selit itu. Tidak sembarangan orang yang sekolah di sekolah itu, rata-rata adalah golongan orang menengah ke atas. Mulai dari anak pengusaha, pejabat, dan anak publik figur.


“Semoga dengan beasiswa ini kalian bisa tambah giat belajar,” pesan kepala sekolah yang disambut anggukan kepala dan senyuman dari dua siswa berprestasi itu.

__ADS_1


Selain upacara penyambutan, siswa baru juga menjalani masa orientasi sekolah. Semua siswa-siswi baru sangat antusias mengikuti program tersebut. Biasanya disaat itulah mereka bisa mendapatkan teman-teman baru.


“Eh anak cupu! Kami tidak menerima kamu dalam kelompok ini,” ucap seorang siswi mengusir Kinan.


“Bener. Jadi sebaiknya kamu pergi dari meja kami,” sahut teman yang lain.


Namun, sayangnya Kinan kurang diterima dalam pergaulan teman-teman sekolahnya. Dia selalu diasingkan karena penampilannya yang terbilang culun punya (cupu). Dalam keseharian Kinan sekolah dengan rambut kepang dua dan kacamata tebalnya yang terbilang jadul.


“Kami tidak menerima anggota kelompok yang fashionable,” ucap temannya saat menentukan kelompok untuk pentas di penutupan serangkaian acara orientasi siswa baru.


Penampilan Kinan berbanding terbalik dengan teman-temannya yang sangat staylish. Ke sekolah saja mereka selalu menggunakan tas, sepatu, dan aksesoris bermerek internasional. Tidak seperti Kinan yang ke sekolah dengan tas dan sepatu yang itu-itu saja.


***


“Apakah benar disini ada anak bernama Ki-nan?” tanya seorang cowokdi ambang pintu kelas.


“Dimana dia sekarang? Apakah ada di dalam kelas?” tanyanya lagi.


Dua orang cewek yang sedang ditanya Hiro itu termenung. Menatap ketampanan pria yang ada dihadapannya. Seakan-akan kedua cewek itu langsung terhipnotis dengan wajah Hiro yang menawan.


“A-ada didalam,” ucap salah satu dari mereka akhirnya. Setelah Hiro melambaikan tangannya dihadapan mereka yang melamun.


Siapa yang tidak terpikat dengan Hiroki Isao, cowok populer di sekolah tersebut. Bukan hanya dalam lingkup sekolah, Hiro juga menjadi idaman para cewek-cewek diluar sana. Dari media sosial mereka mengenal Hiro yang kebetulan sudah memiliki pengikut satu juta di Instagram.


“Oh My God. Aslinya tampan sekali,” gumam cewek itu saat Hiro mulai beranjak pergi. Meskipun mendengar gumaman itu Hiro biasa saja. Karena baginya sudah biasa dia mendapatkan pujian seperti itu, bahkan lebih dari itu pun ada.


Cowok yang memiliki tinggi badan 175 cm itu juga merupakan anggota tim basket di sekolah itu. Selain basket, musik adalah hobinya. Sesekali memang ikut tergabung dalam grub band sekolah. Sunggu Hiro adalah pacar impian para gadis remaja, karena penampilan dan ketrampilan yang pefect.

__ADS_1


“Aduh. Bisa enggak ya pacaran sama Hiro,” gumam cewek yang satunya.


Sisi lain Hiro adalah tipe cowok bad boy yang suka mempermainkan perasaan cewek-cewek. Mungkin sudah tidak dapat dihitung berapa cewek yang sudah berhubungan dengannya. Entah sudah berstatus sebagai pacar, cewek yang digantung, atau hanya sekedar PDKT.


“Kamu itu hanya cewek paling miskin di sekolah ini. Jadi jangan sok mau berpasangan dengan Bagas deh,” hina salah satu murid perempuan dihadapan Kinan.


“Ta-tapi kan ini hanya untuk acara sementara saja. La-lagian aku belum mendapatkan pasangan,” lirih Kinan dengan kepala yang tertunduk.


“Enggak bisa! Bagas sama aku. Kamu silahkan berpasangan dengan pohon,” ejek cewek itu yang disambut gelak tawa teman-teman yang mengerubungi tempat duduk Kinan.


Sedang terjadi keributan di kelas itu karena masalah mencari pasangan untuk acara putra dan putri sekolah. Setiap siswa diwajibkan memiliki pasangan untuk acara yang akan mengaduk kekompakan, kepintaran, dan keterampilan. Rencananya Kinan mengajak Bagas, satu-satunya cowok yang dia kenal di sekolah itu untuk menjadi pasangannya diacara tersebut.


“Kinan sama aku,” ucap seseorang dari arah belakang kerumunan tersebut.


Semua cewek menyunggingkan senyuman mendengar suara itu. Mereka semua menduga pasti cowok yang mau berpasangan dengan Kinan sama cupunya dengan Kinan. Atau malah lebih cupu dari Kinan.


“Kinan adalah pacarku dan kami akan berpasangan diacara tersebut,” ulangnya sekali lagi.


Sontak semua siswa menoleh secara bersamaan untuk melihat siapa yang ada dibelakang mereka. Dan disanalah semua dibuat terperanjat kaget dan melongo seketika. Berdirilah seorang cowok tinggi, putih, dan tampan di belakang sana.


Kini cowok itu sudah berjalan mendekat kearah tempat duduk Kinan. Menjulurkan tangannya untuk mengajak Kinan berdiri dari duduknya. Kemudian berkata, “Dia adalah pacarku.”


Tanpa basa-basi Hiro mengeecup bibir Kinan dihadapan semua teman-temannya. Hiro melakukan itu karena wajah teman-teman Kinan tidak percaya dengan ucapannya. Maka Hiro melakukan itu supaya mereka semua percaya bahwa Kinan memang benar pacarnya.


“Oh tidak!” teriak salah satu siswa disana.


Lama Hiro menciium bibir Kinan. Selama itu pula Kinan seperti melayang dan akhirnya gadis itu tidak sadarkan diri. Beruntunglah Hiro segera menangkap tubuhnya dan membawanya ke UKS.

__ADS_1


__ADS_2