Gadis Cupu Bikin Candu

Gadis Cupu Bikin Candu
Salah Orang


__ADS_3

Baru beberapa menit motor itu melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Kinan merasa ada yang aneh dengan orang yang sedang memboncengkan dirinya. Kalau dilihat dari dekat itu bukanlah Hiro yang dia kenal, dari bentuk tubuhnya pun tidak setinggi tubuh milik Hiro.


"Astaga, maaf. Saya sudah salah orang. Saya kira kamu temanku, Hiro," ucap Kinan seraya menepuk bahu cowok tersebut.


"Sebaiknya saya berhenti disini saja," pinta Kinan mulai ketakutan dan menoleh kesana-kemari.


Dan lagi jalanan yang dia lalui berbalik arah dari jalan pulang yang seharusnya dia lalui. Menyadari jalan yang dilalui sudah sangat berbeda dengan jalan pulang. Kinan pun langsung berkata, "Ini bukan jalan pulang ke rumah."


Cowok itu tidak menghiraukan perkataan Kinan, justru semakin mempercepat laju motor yang dia kendarai. Sampai-sampai Kinan harus berteriak untuk berbicara dengan cowok tersebut. Kinan masih berusaha dengan berkata, "Tolong hentikan motornya. Saya turun disini saja."


Teriakan Kinan sama sekali tidak digubris oleh cowok itu. Perasaannya mulai tidak enak dan berpikir yang tidak-tidak. Ditambah dia sangatlah asing dengan lokasi dimana dia berada saat ini. Motor itu terus melaju masuk ke dalam gang yang tidak terlalu sempit, tetapi sepi dan minim penerangan.


"Ini mau kemana ya? Saya ingin pulang," teriak Kinan agar terdengar oleh cowok yang memboncengaknnya.


"Tolong saya untuk kembali pulang. Jika tidak, tolong tinggalkan saya di halte yang terang," pinta Kinan.


Tidak lama kemudian motor sport itu berhenti di halaman sebuah rumah terbengkalai, tampak kosong tak berpenghuni. Rumah besar dengan dua lantai yang berada jauh dari rumah penduduk, lingkungan sekitarnya dipenuhi kebun kosong. Suasana disana juga sangatlah gelap, hanya ada satu penerangan di depan gerbang masuk yang tidak terlalu terang.


"Kenapa berhenti disini?" tanya Kinan melihat-lihat sekelilingnya. Gadis itu harus berusaha lebih keras melihat objek-objek didekatnya yang semakin malam semakin tampak buram.


Cowok itu turun dari motor dan langsung menggelandang lengan tangan Kinan masuk ke dalam rumah tersebut. Tanpa terlebih dahulu melepas helm dan masker yang dia kenakan. Semakin susah bagi Kinan mengenali siapa sebenarnya cowok yang mengajaknya ke tempat asing itu.


"Hei ... mau kemana ini? Lepaskan!" ronta Kinan berusaha melepaskan cengkeraman tangan cowok itu.


"Tolong! Aku mau pulang!" teriak Kinan keras-keras.


"Siapa pun tolong aku!" teriaknya semakin keras.


Dalam gelapnya malam dan wajah yang tertutupi helm sport cowok itu tersenyum sinis. Tidak akan ada orang yang menolong Kinan, jangankan menolong mendengar suaranya pun tidak akan ada orang yang datang. Memang sengaja cowok itu mengajak Kinan ke tempat itu.


"Tolong! Tolong! Ada orang jahat yang menculikku!" Kinan terus berteriak sampai cowok itu mengajak Kinan masuk ke rumah terbengkalai itu.

__ADS_1


"Tidak ada yang akan mendengar kamu b0d0h!" bentaknya dengan suara samar karena terhalang helm sport.


"Disini hanya ada kita berdua," lanjutnya tersenyum menyeringai.


Dihempaskannya tubuh kecil Kinan ke atas sofa rusah yang ada di bagian depan rumah tersebut. Tanpa basa-basi cowok itu melepas jaket yang dia kenakan dan darisanalah Kinan tahu kalau cowok itu satu sekolah dengannya. Karena logo dan seragam yang dikenakannya sama dengan miliknya.


"Apa yang kau lakukan!?" pekik Kinan saat melihat cowok itu lanjut membuka celana yang dia kenakan. Melihat aksi itu Kinan sudah tahu apa niat cowok itu kepadanya. Sontak Kinan hendak berlari, namun sayangnya kalah cepat dengan cowok itu yang langsung mengunci dua tangannya.


"Aku mohon lepaskan aku. Jangan lakukan itu. Aku mohon," pinta Kinan yang sudah menangis.


Tekad cowok itu sudah bulat dan tidak akan mengurungkan niatnya. Lagian napsunya juga sudah membara dan ingin segera melampiaskannya kepada gadis cupu dihadapannya. Kedua tangan Kinan dia pegang dengan satu tangannya dan dia taruh diatas kepala Kinan. Sementara cowok itu sudah duduk di atas pangkuan Kinan yang terus berusaha meronta.


"Tolong jangan lakukan itu. Tolong!" pinta Kinan yang tangisnya semakin menjadi-jadi.


"Saya mohon siapa pun kamu. Tolong jangan lakukan ini," lanjutnya memohon.


Cowok itu menatap lekat-lekat wajah Kinan yang rupanya kalau dilihat dari dekat lumayan manis dan cantik. Mata cowok itu juga tertuju pada body Kinan yang lumayan menggoda. Meskipun penampilannya terkesan kampungan, tetapi bentuk tubuh dan ukuran dadanya sangat menggoda lawan jenis. Andaikan dia berpenampilan seksi pasti banyak yang meliriknya.


Suasana memang gelap, hanya ada sinar bulan purnama dan lampu remang-remang yang masuk melalui celah jendela rumah itu. Alhasil Kinan pun susah untuk melihat wajah orang yang sudah berniat jakat kepadanya itu. Ditambah lagi helm sport yang sengaja sejak tadi tidak dia lepaskan.


"Berteriaklah sekeras mungkin, karena tidak akan ada orang yang mendengarnya," ucap cowok tersebut.


Di atas pangkuan Kinan, tangan cowok itu sudah mulai menyelinap masuk ke dalam seragam yang dikenakan Kinan. Tangannya merabba-raba tubuh Kinan dengan seenaknya sendiri. Dan Kinan pun menjerit histeris menerima perlakukan tidak senonnoh tersebut.


"Tolong hentikan!" ucapnya disela-sela isak tangisnya.


Cowok itu tidak menghiraukan ucapan Kinan dan kali ini dia siap melakukan inti dari aksinya itu. Napsu yang sudah membara sudah tidak bisa dia tahan.


Saat cowok itu berusaha mengeluarkan sesuatu dari balik celananya. Sebuah hantaman keras mendarat di punggungnya. Tubuh cowok itu ditarik mundur oleh sesorang yang baru saja tiba di rumah tersebut. Pukulan demi pukulan yang sangat keras mendarat di wajahnya sampai babak belur. Tanpa ampu orang yang baru saja tiba itu menghajarnya habis-habisan, tanpa memberi jeda untuk cowok itu melawan.


"M4mpus Lo!" umpat cowok tersebut.

__ADS_1


"Ada masalah apa Lo sama dia?" tanya cowok itu dengan mencengkeram kerah bajunya.


"Dasar manusia biiadap!" umpatnya.


Sekitar setengah jam perkelahian itu berlangsung dan Kinan terus menangis di belakang mereka. Akhir dari perkelahian itu adalah cowok yang sudah babak belur itu melarikan diri. Dengan tertatih cowok itu lari menuju motornya dan meninggalkan tempat tersebut.


"Kak Hiro," ucap Kinan seraya mengusap pipinya. Kinan bisa mengenali orang yang menolongnya setelah Hiro membalikkan badan kearah Kinan. Kemudian cowok itu melepas helm sport yang dia kenakan. Barulah Kinan menyadari itu adalah Hiro yang sesungguhnya, tidak salah orang lagi.


Ketika Hiro keluar dari gerbang sekolah. Tanpa sengaja Hiro menoleh kearah halte depan sekolah dan mendapati Kinan yang naik ke atas motor sport milik temannya. Awalnya Hiro geram karena Kinan tidak menuruti pesannya agar tidak mudah tergoda dengan cowok lain.


"Kurang ajar!" umpat Hiro yang dengan sigap mengikuti kemana perginya motor tersebut.


"Kayaknya gue tahu kemana tujuannya," batinnya seraya mengendari motor dengan cepat agar tidak tertinggal.


Selang satu menit setelah Kinan digelandang masuk ke dalam rumah. Hiro menghentikan motornya dan menyelinap masuk. Mengintip apa yang dilakukan cowok itu kepada Kinan. Begitu tahu Kinan akan dilecehkan, Hiro yang tidak terima segera keluar dari tempat persembunyiannya.


"Kak Hiro terima kasih sudah menolongku," ucap Kinan saat tangisnya mulai mereda.


"Aku sangat berterimakasih, Kak," lanjutnya.


Hiro tampak acuh dengan ucapan terima kasih dari Kian. Tanpa menoleh dia berkata, " Sudah gue bilang jangan mudah terjerumus ke dalam rayuan orang!"


"Gue benar-benar kecewa dengan Lo!" tegasnya.


"Dasar murahan!"


###


Oops apa yang akan terjadi ini? Hiro kecewa dengan Kina karena mengira gadis itu tidak menuruti perintahnya. OMG! Ada yang bisa menjelaskan biar enggak salah paham gitu?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2