
"Kak, kamu tidak apa-apa?" tanya Kinan memberanikan diri saat duduk berdampingan dengan Hiro.
"Muka kamu kenapa?" lanjut Kinan melihat lebam di wajah Hiro.
"Kalau boleh tahu itu kenapa? Butuh obat?"
Cowok itu mengacungkan jempolnya sebagai jawaban untuk Kinan bahwa dia baik-baik saja. Meskipun Kinan merasa agak cemas, tetapi karena Hiro merasa tidak kenapa-kenapa. Maka Kinan mencoba untuk tenang dan tetap fokus ke acara lomba yang sedang berlangsung.
"Waktunya kita naik panggung untuk presentasi, ku harap kau bisa lebih tenang saat berada dihadapan orang banyak," ucap Hiro yang sudah beranjak berdiri.
Kinan yang aslinya pendiam dan susah berbicara di depan umum berusaha sekuat tenaga untuk menaklukan lomba itu. Sedangkan Hiro yang merasa kurang dalam bidang ilmu pengetahuan juga mencoba menyeimbangkan diri atas bantuan Kinan. Jadi lomba itu mencakup banyak hal, mulai dari akademik, public speaking, dan keterampilan.
"Kinan ... Hiro ... ayo waktunya kalian tampil," ucap Tria mempersilahkan.
Keduanya saling melengkapi dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untungnya lomba ini tidak hanya menuntut penampilan cantik dan ganteng saja untuk menentukan pemenang. Yang terpenting dalam lomba ini adalah menggambarkan pasangan siswa dan siswi teladan dalam berbagai bidang.
"Kinan ... Hiro ... penampilan kalian sangat menakjubkan. Kalian benar-benar kompak dihadapan penonton dan juri," puji Tria di belakang panggung.
Satu persatu rangkaian acara di final putra dan putri sekolah pun berlangsung dengan sangat meriah dan kompetitif. Tidak hanya penampilan Kinan dan Hiro yang mendapat pujian, penampilan pasangan peserta lainnya pun juga mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah.
"Ayo Jeje kamu pasti pemenangnya," teriak salah satu siswa dibarisan penonton.
"Semangat Jeje!" teriak yang lainnya lalu diikuti tepuk tangan yang meriah sebagai dukungan untuk Jeje.
Sudah bisa dipastikan bahwa Jeje dan pasangannya mendapatkan dukungan paling banyak dari para penonton. Bahkan hampir semua penonton menyemangati Jeje dan pasangannya. Tepuk tangan yang sangat meriah selalu terdengar saat nama Jeje disebutkan oleh pembawa acara.
"Tenanglah yang menentukan siapa pemenangnya adalah juri," ucap Hiro lirih tanpa menoleh kearah Kinan. Cowok itu tahu bahwa pasangannya sedang merasa minder karena Jeje yang diagung-agungkan. Dengan sigap tangannya langsung mengenggam telapak tangan Kinan saat semua peserta disuruh berdiri di atas panggung.
Sontak tatapan tidak suka mulai tampak saat adegan yang dilakukan Hiro tersebut. Tatapan-tatapan sinis mulai ditunjukkan penonton kearah Kinan. Bukannya meredakan suasana, justru Hiro menarik tangan Kinan kewajahnya dan mencium punggung tangan itu tanpa dosa dengan tatapan acuhnya.
"Kak tolong jangan buat mereka semakin membenciku," lirih Delina.
"Biarkan saja. Seharusnya mereka membenciku, bukan membencimu," respon santai Hiro.
"Lebih baik lepaskan saja pegangan tangan, Kakak," pinta Kinan mencoba melepaskan genggaman tangan Hiro.
__ADS_1
"Jangan! Kita tunjukkan kekompakan kita dihadapan para juri," balas Hiro.
Hiro benar-benar membuat para penonton menjadi kesal bukan main. Sementara Kinan merasa sangat tidak nyaman berdiri di panggung itu. Sudah memiliki riwayat demam panggung, ditambah tatapan tidak suka yang seolah menginntimidasinya.
"Selamat ya Kinan dan Hiro," ucap Tria memberikan piala kemenangan setelah pengumuman yang dibacakan oleh pembawa acara.
Rupanya benar ucapan Hiro bahwa yang mendapatkan paling banyak dukungan dari penonton belum tentu keluar menjadi pemenang. Karena yang menentukan siapa pemenangnya hanyalah juri yang menilai penampilan mereka secara keseluruhan. Dan Jeje kini tampak memberikan tatapan sinis kearah Kinan saat mengetahui dirinya kalah dari gadis cupu itu.
"Siiaall!" umpatnya dalam hati.
"Tampaknya kau harus benar-benar aku singkirkan dari sekolah ini," gumamnya.
Jelas saja Jeje tidak suka karena popularitasnya yang solah menurun. Tahun kemarin dialah pemenang ajang lomba putra dan putri sekolah. Dan tahun ini dia berharap menjadi pemanang lagi agar popularitasnya semakin tinggi. Namun nyatanya dia dikalahkan oleh pasangan gadis yang dia rasa tidak pentas bersaing dengannya.
"Awas saja!" kesal Jeje dalam hati.
Usai mengikuti rangkaian penyerahan piala, piagam, hadiah, dan uang pembinaan. Acara pun dinyatakan selesai dan satu persatu penonton dan juri meninggalkan lokasi acara. Tidak dengan Kinan dan Hiro yang masih tampak berdebat kecil.
"Sudahlah ambil saja uang itu. Aku tidak membutuhkannya," ucap Hiro kembali menolak uang pembinaan hadiah lomba.
"Tetapi Kakak juga berhak mendapatkannya. Kita bisa menang juga berkat bantuan Kakak," ucap Kinan.
"Uang segitu sama dengan uang jajan aku dalam satu minggu," lanjutnya agak menyombongkan diri.
"Hah? Seminggu uang jajan Kakak lima juta?" tanya Kinan terkejut.
"Bisa lebih kalau Oma aku sedang baik," balas Hiro.
Kinan yang memiliki latar belakang dari keluarga kurang mampu sangat terkejut dengan uang jajan mingguan Hiro. Alhasil dia menerima saran Hiro agar uang tersebut menjadi tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Memang Kinan sebenarnya juga berhadap dengan uang hasil drai lomba itu.
"Kalau Kakak menolak uang ini. Izinkan aku mentraktir Kakak di warung sederhana dengan uang ini," ucap Kinan.
"Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih," bujuknya.
Sebuah senyuman tipis yang manis tergambar dibibirnya diikuti anggukan kepala kecil dari Hiro. Kemudian mereka menuju ke sebuah angkringan pinggir jalan yang tidak jauh dari sekolahan mereka. Warung dengan beragam makanan yang dijajakan di atas gerobak itu snagatlah ramai.
__ADS_1
"Mau duduk dimana, Kak? Di bangku apa lesehan saja?" tanya Kinan menunjuk lokasi bangku dan lesehan.
"Terserah kau saja," jawab Hiro sedikit bingung.
Tentu saja Hiro bingung, pasalnya itu adalah kali pertamanya dia ke sebuah angkringan. Tidak pernah sekali pun dia jajan di pinggir jalan seperti itu. Menjelang malam memang angkringan semakin ramai didatangi orang-orang yang ingin mengisi perutnya dengan makanan yang harganya terjangkau.
"Ayo Kak dimakan. Maaf ya hanya bisa mentraktir di tempat seperti ini," ucap Kinan menyodorkan beragam makanan yang dia pesan.
"Sekali-kali Kakak harus mersakan menjadi orang susah seperti aku. Makanlah," lanjut Kinan tersenyum manis.
"Tenang saja Kak, makanan ini tidak akan membuat perut Kakak sakit. Ini semua bersih kok dan yakinlah bahwa ini semua makanan enak."
Kinan terus membujuk Hiro untuk segera mencicipi makanan yang sudah dia pesan. Karena Hiro yang diam terlalu lama, Kinan mengira Hiro tidak snaggup makan di tempat seperyi itu. Alhasil Kinan berceloteh untuk meyakinkan Hiro akan makananan angkirngan yang aman untuk dimakan.
"Gimana enak kan, Kak?" tanya Kinan saat Hiro melahap satu tusuk telur puyuh.
"Ini dimakan juga bakso bakarnya, nasinya juga Kak," ucap Kinan mempersilahkan.
Satu persatu makanan-makanan itu masuk ke dalam perut Hiro. Dan ternyata memang makanan pinggir jalan itu enak dan tidak mengecewakan. Selama ini dia mengira makanan yang dijual di pinngir jalan selalu kotor dan tidak enak.
"Oh iya. Sesuai perjanjian selesai acara ini, kita juga menyudahi drama berpacaran kita ya," ucap Hiro setelah menyelesaikan makannya.
Jujur saja penuturan itu membuat Kinan sedikit sedih. Dia masih ketakutan jika jauh dari Hiro karena pasti setelah ini bully-an akan sering dia dapatkan. Lalu bagaimana dia akan menghadapi itu semua sendirian.
"Ingat pesanku. Lo tidak bisa menutup mulut mereka satu persatu, tetapi Lo bisa menutup kedua telinga Lo sendiri," ucap Hiro.
"Jangan takut tetap hadapi kalau bisa dilawan. Semakin Lo takut, Lo akan terus dihina," imbuhnya.
"Dan satu lagi. Setelah acara ini selesai gue yakin Lo akan semakin dikenal di lingkungan sekolah."
"Pesanku jangan sampai Lo masuk ke dalam rayuan buaya darat. Alias jika ada cowok di sekolahan yang tiba-tiba deketin Lo. Lo jangan mau!"
Gadis itu mengernyitkan alisnya bingung dengan pesan terakhir dari Hiro. Kenapa dia menyuruhnya seperti itu? Apakah dia tidak terima jika Kinan dekat dengan cowok lain? Wah jadi salah tingkah nih Kinan.
###
__ADS_1
Ada apakah dengan Hiro dan pesannya? Kenapa Kinan enggak boleh dideketin cowok lain? Kalau enggak boleh tetep pacaran saja dong.
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.