
Hubungan Kinan dan Hiro tampak semakin dekat, membuat cewek-cewek di sekolahan itu menjadi kebakaran jenggot. Tidak kuasa melihat cowok idaman mereka dari pagi hingga menjelang sore selalu bersama gadis cupu yang mereka anggap gadis paling jelek di sekolahan itu. Mereka sangat menyayangkan keputusan Hiro mau menjadi pasangan gadis itu di dalam lomba. Padahal menurut mereka Hiro bisa mendapatkan pasangan yang lebih cantik dari Kinan.
"Oh ini cewek yang sedang hangat dibicarakan satu sekolah?" suara seseorang terdengar dari belakang tubuh Kinan.
"Kampungan sekali penampilannya," imbuhnya dengan nada bicara mengejek.
Kinan yang sedang berjalan menuju gerbang depan sekolah tetap melangkahkan kakinya. Sejak beberapa hari yang lalu dia juga mengalami hal yang sama yaitu selalu mendapatkan cemoohan dari teman-temannya. Dan kali ini Kinan berlagak pura-pura tidak mendengar dengan terus melangkah.
"Heh! Mau kemana kamu? Apa kau tulli?" sentak seseorang dibelakangnya seraya menarik rambut dua kepang rambut Kinan dengan salah satu tangannya.
"Dengarkan ucapan gue terlebih dahulu!" lanjutnya menahan rambut Kinan dan memelintirnya.
Tentu saja aksi cewek itu membuat Kinan meringis kesakitan dan berkata, "Aduh. Tolong lepaskan rambut saya."
Cewek yang melakukan aksi jahat itu menyunggingkan senyuman jahat. Rasanya sudah lama tidak memiliki musuh di sekolahan itu. Dan kali ini dia mendapatkan musuh cewek yang jauh dibawahnya, baginya mudah saja menang dari cewek tersebut.
"Heh cewek cupu! Lo pikir gue enggak tahu drama apa yang sedang kau lakukan bersama Hiro," ucap cewek tersebut dengan memaksa Kinan berbalik kehadapannya.
"Gue tahu Lo sedang berpura-pura pacaran dengan Hiro kan? Ngaku saja!" lanjutnya.
"Gue tahu banget selera Hiro seperti apa. Lo sama sekali bukan seleranya dan Lo sudah membuat ricuh satu sekolah gara-gara gosip Hiro berpacaran dengan gadis cupu," terangnya.
Gadis itu bernama Jessica Jeane atau lebih terkenal dengan panggilan Jeje. Selain menjadi cewek populer di sekolah elit itu. Jeje juga bak pemimpin semua geng-geng siswa sosialita di sekolahannya. Gadis itu sangat pemberani dan terkesan galak. Siapa pun tidak ada yang berani melawannya, kecuali Hiro yang bisa menghalangi langkahnya.
"Gue enggak mau satu sekolahan ribut cuma gara-gara Lo yang terus-terusan dekat dengan Hiro," ucap Jeje memeringati.
"Hiro itu cowok paling tampan di sekolah ini dan Lo adalah cewek paling jelak di sekolah ini. Jadi enggak usah berharap sok dekat dengan Hiro," lanjutnya.
"Semua orang di sekolahan ini sangat menyayangkan Hiro berpasangan dengan Lo untuk acara lomba tersebut!"
Sebenarnya Jeje kurang tahu dengan kabar yang sedang beredar di sekolahannya baru-baru ini. Tetapi dia mendapatkan laporan dari beberapa siswi yang tidak suka dengan tingkah Kinan. Oleh karena itu, para siswi itu meminta Jeje untuk menjauhkan Kinan dan Hiro. Semua siswi di sekolahan itu sudah tidak tahan melihat kedekatan mereka.
"Jika Lo tidak segera menjauh dari Hiro maka jika suatu saat gue bertindak keji. Jangan salahkan gue!" peringat Jeje.
__ADS_1
"Gue tidak mau sekolahan ini ribut cuma karena hal yang tidak berguna seperti ini," sambungnya.
"Dan sekali lagi gue katakan. Lo sama sekali tidak pantas untuk Hiro!" ucap Jeje dengan penuh penekanan dan tatapan dalam menatap Kinan.
Kinan yang mendelik ketakutan pun hanya bisa menganggukkan kepalanya perlahan. Barulah setelah itu Jeje melepaskan tangannya yang sedari tadi mencengkeram rambut Kinan. Setelah itu gadis yang mengenakan seragam yang terkesan minim itu pergi meninggalkannya dengan diikuti dua teman satu gengnya.
"Mudah saja menuntaskan cewek cupu sepertinya," ucapnya seraya menepuk-nepukkan tangannya seolah berhasil membereskan pekerjaannya. Jeje yang sok jagoan dan tidak mau dikalahkan merasa puas sudah membuat Kinan tidak bisa berkata apa-apa. Saat ini tinggal menunggu Kinan benar-benar menjauhi Hiro, agar sekolahan menjadi lebih kondusif.
"Besok pagi kita buat dia dipermalukan satu sekolahan. Biar dia benar-benar menjauh drai Hiro," ucapnya kepada dua teman yang berjalan disisi kanan dan kirinya.
"Rencana apalagi yang kau siapkan?" tanya teman disisi kanan.
"Gue kira sudah selesai sampai disini," sambung teman yang berada dikirinya.
"Belum selesai jika semuanya belum tuntas seratus persen," balas Jeje menyunggingkan senyuman.
**
Pagi telah tiba, tidak seperti biasanya yang selalu ceria. Hari ini Kinan berangkat sekolah dengan perasaan yang aneh, tidak enak sekaligus takut. Entah kenapa semakin hari dirinya semakin ketakutan dengan tingkah para siswi di sekolahan yang tidak terima dirinya dekat dengan Hiro.
Dalam hitungan ketiga Kinan siap berlari masuk ke dalam gerbang sekolahan dan menuju kelasnya. Perasaan takutnya jika bertemu dengan siswi lain yang akan mengejeknya lagi membuatnya melakukan hal konyol itu. Pokoknya dia harus segera melewati teman-teman satu sekolahaannya. Ya, walaupun sesampainya di kelas pasti tetap saja ada yang membully-nya.
"Eits ngapain lari-lari?" ucap seseorang yang sengaja berhenti di tengah jalan saat Kinan berlari.
"Aw!" Mau tidak mau Kinan harus menubruk tubuh orang yang menghalangi jalannya.
"Gobl0k!" umpat orang tersebut yang ternyata adalah Jeje.
Keduanya saling bertubrukan dan jatuh ke lantai. Sontak satu persatu para siswa mengerubungi mereka. Kini Kinan dikelilingi siswa yang mayoritas perempuan dengan tatapan tajam seolah tidak suka dengannya. Selain tatapan mata yang tajam, mereka semua juga bersedekap didada. Sebagian juga ada yang berkaca pinggang.
"Eh cewek cupu! Akhiri semua drama yang sedang kau lakukan dengan Hiro!" gertak salah satu siswi.
"Hiro itu miliki kita!" sahut siswi yang lainnya.
__ADS_1
"Minta Hiro menyudahi drama kalian!" sahut siswi yang berbeda.
"Batalkan lomba berpasangan kalian untuk menuju final! Kami tidak setuju!" teriak salah satu siswi dengan keras.
"Iya benar! Kita tidak setuju!" sahut semua bergantian.
Kinan hanya bisa menundukkan kepalanya takut. Gadis itu sama sekali tidak berani mendongakkan kepalanya barang sedikit pun. Seolah semua orang yang sedang mengelilinginya saat ini ingin menerkamnya hidup-hidup, Kinan sangat ketakutan dan sontak menangis.
"Enggak usah memelas dengan nangis b0d0h!" ucap Jeje.
"Semua ini akan berakhir jika siang ini Lo dan Hiro mengundurkan diri dari putra dan putri sekolah!" sambung Jeje.
"Gue tunggu siang ini harus ada kabar pengunduran diri dan biarkan gue jadi pemenang lomba itu!" ucapnya lagi.
Kebetulan memang Jeje bersama kekasihnya juga mengikuti ajang tersebut. Pasangan Jeje juga masuk ke final lomba putra dan putri sekolah. Selain menjadi jagoan di sekolahan itu, Jeje juga bisa menyingkirkan Kinan dan Hiro dari lomba. Dan tujuan akhirnya adalah dialah yang akan keluar sebagai juara pertama.
"Cepat jawab jangan diam saja!" ucap Jeje yang sudah berdiri dihadapan Kinan yang masih terduduk di lantai.
"Jawab gak!" sentaknya seraya menjambak rambut Kinan.
"I-iya, K-kak," ucap Kinan terbata-bata.
"Janji?" ulang Jeje.
Kinan hanya bisa menganggukkan kepalanya tipis seraya meringis kesakitan. Dan Jeje yang berhasil melancarkan aksinya pagi ini pun kembali menyunggingkan senyuman. Tidak hanya Jeje, semua siswi yang mengelilingi Kinan juga tersenyum sumeringah.
"Beres!" ucap Jeje lega merasa masalah di sekolahan itu selesai.
Satu persatu siswi yang melihat kejadian keji pagi itu pun meninggalkan tempat. Begitupun dengan Jeje dan gengnya yang siap melangkah pergi. Namun, langkahnya terhenti saat sebuah suara terdengar di telinganya.
"Tidak ada pengunduran diri dalam lomba ini!" ucap suara tersebut.
###
__ADS_1
Suara siapa yang baru saja terdengar itu? Lalu bagaimana kelanjutannya apakah Kinan dan Hiro akan benar-benar mengundurkan diri dari lomba itu?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.