
Dimas teman sekolah sejak kecil..
dia sekarang memiliki usaha pabrik benang..
dulu sebelum dia sukses seperti sekarang banyak juga penderitaan yang di hadapinya..
dia mempunyai ibu tiri..
ibu kandung nya meninggal sejak dia masih kecil..
dan ayah nya menikah lagi dengan ibu tiri saat itu..
ibu nya memang sangat sayang padanya..
tetapi rasa sayang itu palsu..
dia hanya menyayangi nya jikalau ayah nya berpergian keluar kota saat bekerja..
dia selalu di pukul dan bahkan tidur di luar rumah..
memang sangat sadis..
sejak ayah nya meninggal dalam keadaan sakit jantung beberapa tahun kemudian..
Dimas yang tadi nya lemah dan selalu di tindas oleh ibu tirinya..
dia bangkit menjadi anak yang kuat..
dia bertekad mengikuti teman nya untuk bekerja saat sudah dia dewasa..
penderitaan nya hilang dan terbayarkan oleh hasil kerja keras nya..
lalu ibu tirinya pun sempat telpon Dimas..
tapi dia tidak memperdulikannya..
aku yang saat itu mendengarkan ceritanya sedih dan ironis sekali..
aku pun berbagi cerita dan pengalaman padanya tentang masalaluku..
satu hari penuh kami berdua mengobrol hingga sore itu pun kami berenjak pulang ke rumah masing masing...
__ADS_1
dimas yang hendak ingin mengantarkan aku pulang..
secara langsung aku tidak menolaknya..
akhirnya dia mengantarkan aku pulang..
sesampainya di rumah dimas mampir untuk sesaat hanya minum teh ucapan terimakasihku..
beberapa saat kemudian Dimas pamit pulang karna hari mulai malam sekitaran jam 21:00
dimas hendak pulang tetapi dia meminta nomer Handponku..
kami saling menukar nomer Hp..
setelah pertemuan pertama kami berdua sering jalan bersama..
Dimas membantu pekerjaanku di butik..
dia ramah sekali..
kami saling dekat sampai dua tahun lamanya..
dia membawaku ke sebuah pantai yang di sebut pantai atau pulau cinta..
di sana dia menyatakan perasaannya setelah kami cukup lama mengenal..
aku pun kaget aku pikir hubungan kami hanya sekedar dan sebatas teman..
namun dia sengaja membawaku ke pantai itu karna ada ucapan sepesial yang ingin dia ucapkan..
setelah aku tau bahwa dia mencintaiku aku merasa bingung akan kah dia menjadi kekasihku yang setia..atau akan seperti dulu yang membuatku sakit lagi...
secara aku menolak cintanya saat itu juga..
aku hanya berpikir bahwa kami dekat hanya sebatas teman..karna dengan begitu aku sangat bahagia..
namun dia ingin tetap menjadikan aku sebagai pacarnya..
aku tetap tidak bisa menerima nya..
namun akhirnya dimas menunggu sampai aku siap untuk menjadi kekasihnya..
__ADS_1
dia akan tetap sabar sampai waktunya..
sesampainya di rumah aku menangis kembali rasa takut kecewa semua itu belum bisa aku hilangkan..
masih sedikit berbekas dalam hati..
trauma akan semuanya..
lima bulan sudah sejak Dimas menyatakan cintanya..
Dimas kembali menemuiku di butik..
dia masih menanykan tentang jawaban itu..
namun aku tetap menolaknya..
tapi ada jawaban yang membuat aku merasa takut kehilangan Dimas..
Dimas berkata..
"Dimas" apakah tidak ada sedikitpun rasa sukamu kepadaku..
"Aku" maafkan aku Dimas
"Dimas" yah tidak apa apa..selama ini aku selalu mengharapkanmu menunggumu agar kamu mau menerimaku..
tapi aku tidak menyerah meski kamu berulang kali menolakku..
namun aku tidak akan bisa bertahan dengan kesendirian..
bisa saja aku akan tidak sengaja menemukan orang yang siap memberiku kesempatan dalam hatinya..
aku juga tidak mungkin terus hidup sendiri..
"Aku" hanya diam tanpa sepatah katapun..
aku menangis..
dan dimas melihatnya..
secara langsung Dimas menciumku...
__ADS_1