
setelah nissa tertarik dengan berita yang aku sebar dia datang dan menemuiku dan Dimas.
"nissa" Bu apa benar yang ibu sebarkan itu jikalau ada pendonor buat pak Dimas akan mendapatkan hadiah nya..
"Aku" ya tentu aku ingin Dimas secepatnya mendapatkan kornea mata..
memangnya ada apa nis?
"nissa" Bu aku harap bisa mendonorkan kornea mataku untuk pak Dimas..
aku yang sangat bingung ketika nissa berbicara seperti itu namun aku ingin dia menjelaskan semuanya..
"Aku" untuk apa aku tidak membutuhkan belas kasihanmu nissa aku dan Dimas hanya menerima dengan keikhlasan hati..
nissa memaksa ingin mendonorkan nya kala itu aku sedikit cemburu karna aku takut nissa lebih berkorban dari yang dia punya ketimbang aku..
namun nissa hanya berniat untuk menukar dengan Hadiah uang yang aku janjikan..
kami pun pergi ke rumah sakit untuk segera membritahukan pada dokter akan ada yang mendonorkan kornea mata.
tapi sungguh mengejutkan nissa tidak bisa mendonorkan matanya..
dokter mengatakan bahwa pendonor harus orang yg sudah meninggal..
di gantikan dengan orang yang masih hidup itu resikonya sangat berbahaya..
karna Mata dimas tidak lagi seperti dulu..
betapa kagetnya kami semua..
kami terdiam hanya mendengarkan saran dokter..
__ADS_1
beberapa saat kemudian kami kembali pulang sesampai nya di rumah Dimas mengatakan..
"Dimas" sudah lah sayang kamu jangan pernah bersusah payah lagi untuk mencarikanku pendonor..
asalkan kamu setia Aku sudah bahagia..
dan kamu menerimaku dalam hal apa pun..
aku yang mendengarkan kata itu sangat teriris hati..
Nissa pamit pulang karna haru sudah malam..
tapi dokter mengatakan Dimas sudah pasti akan sembuh hanya saja harus ada yang mendonorkan kornea mata nya..
tapi aku tidak menyangka orang itu harus sudah tidak bernyawa..
dan tidak mungkin juga aku korbankan Nissa sebagai penggantinya..
Orang macam apa aku ini..
Hari sudah mulai larut Aku dan Dimas harus istirahat..
pagi seperti biasa aku harus ke kantor..
dan Nissa pagi pagi sekali datang kerumah untuk memberikan Amplop coklat berisi Gambar dan pola busana untuk butik..
Tapi aku tidak mempedulikan Amplop yang Nissa berikan saat itu..
karna fikiranku saat itu sangat kacau..
aku tinggalkan mereka ber dua..
__ADS_1
dan segeran pergi ke kantor..
beberapa hari kemudian Nissa tidak terlihat dan bahkan tidak datang ke rumah Dimas lagi untuk menyerahkan pola pola di butik..
bahkan butik saja sudah tidak di urus Oleh nissa..
Aku sangat kesal sekali..
kenapa Nissa pergi begitu saja dan tidak bertanggung jawab atas kerjaan nya..
Aku berusaha untuk menelpon nya namun tidak di angkat..beberapa kali telpon masih tidak di angkat..
pesan pun tidak di Balas Oleh nissa..
aku semakin marah dan kesal mengapa nissa seperti itu..
akhirnya aku memutuskan untuk pergi dan menemui dia di rumah nya..
sampai nya di rumah ternyata Nissa tidak ada dan hanya ada adik nya saja..
Dia mempersilahkan aku masuk.
Aku dan dia duduk di sofa tanpa berbicara apa pun..
15 menit berlalu dan aku yang membuka suara terlebih dahulu..
aku menanyakan keberadaan Nissa pada adiknya..
"Aku" Di mana Nissa sekarang?
saya mencoba menghubunginya namun tidak pernah di angkat jawabku..
__ADS_1
Adiknya hanya terdiam dan menunjukan Handpone Nissa sang kakak..
"Aku" apa yang terjadi pada nissa?