
#Gadis_Manja_Milik_Mafia
#Part-13
/
+
" Pak Ardiyanto " Ucap Alldiano
Pak Ardiyando adalah klien penting di perusahaan yang sekarang di pegang oleh Alldiano,Pak Ardiyanto atau biasa di sebut Ardi yg sudah berumur 41 tahun,tetapi masih terlihat tamvan,tetapi ia memiliki sifat yang tidak sabar juga gampang marah
•Me•
[ Halo ada apa pak? ]
• Pak Ardiyanto •
[ Maaf seperti nya saya salah nomor ]
• Me •
[ Oh tidak pak,ini saya Alldiano ponakan nyonya Visyaka yang mengangkat ]
• Ardiyanto •
[ Oh baiklah,apa bisa kita bertemu pukul 17.00 kita bisa bertemu di caffe ****, untuk membicarakan perumahan yang mau kita bangun ]
• Me •
[ Tolonggg sa-- mmphh ]
• Ardiyanto •
[ Ibu Visyaka? Ada apa di sana?! ]
• Me •
[ Tidak ada apa apa pak,besok saya akan datang.kalau gitu saya tutup telefon nya ]
Tut!
Telefon di tutup dari satu pihak
" Mmphh! " Ucap Visyaka yang mulutnya sudah di tutup oleh tangan Zegar
" Lepaskan dia! " Pintah Alldiano
Dengan sigap Zegar melepas tangan kekarnya dari mulut Visyaka
" Aku sudah lelah.Sekarang Tante pergi dari hadapan ku sebelum aku nekad! " Pintah Alldiano yang menatap malas Visyaka
Visyaka yg mendengar ucapan Alldiano pun,tergesa gesa mengambil handphone nya dan keluar dari kamar itu dengan terburu buru
" Tuan bagaimana dengan kami? " Tanya Zegar
" Urus wanita konyol ini dan kau pergi pesankan satu kamar lagi untuk ku sekarang! " Pintah Alldiano yang menunjuk Alva
Alva mengangguk tanda ' iya ' dan pergi meninggalkan kamar itu.Sedang kan Alldiano duduk di sofa sembari melihat Zegar dan pria lain nya memakaikan handuk yang di lilitkan ke tubuh Visyaka untuk di kurung
" Bawa gadis itu ke alamat yang nanti saya kirim! " Pintah Alldiano yg membuat pria pria itu mengangguk kan kepala nya
Tok!
Tok!
Tok!
Terdengar ketukan pintu di telinga Alldiano,ketukan itu berasal dari Alva yang mengetuk pintu kamar hotel itu.
" Masuk! " Ucap Alldiano
Cklek!
Alva masuk ke dalam kamar itu dengan kartu kard dan nomer kamar baru untuk Alldiano.Ia berjalan ke arah Alldiano dengan kepala menunduk ke arah lantai dan memberikan kartu kard dan nomor kamar itu
" Tuan ini nomor kamar Anda dan kunci nya " ucap Alva dengan sopan
" Hmm! " Dehem Alldiano yang mengambil kartu kard dan nomor kamar itu
Alldiano keluar kamar meninggalkan 5 Pria itu serta asisten nya yaitu Ruspita yang telah pingsan di atas pangkuan Zegar.Ya di atas pangkuan Zegar,ia menindih tubuh mungil Ruspita di atas pangkuan nya
>>>>05.50<<<<
Pagi telah tiba,Kiara sudah bangun dari tidur nya dan telah di dalam toilet membersihkan diri atau melakukan ritual mandi nya.Ia sudah berada di dalam toilet sakitar 10 menitan
' Sswosss... '
Sower di nyalakan oleh Kiara.Air shower itu membasahi dari ujung kaki nya hingga ujung kepalanya.Setelah di bawah shower,Kiara mematikan air Shower itu dan beranjak ke arah bathtub dan memasuki bathtub itu.Lalu ia memasukkan cairan yang membuat banyak busa di dalam bathtub itu
" Waahh busanya cantik bangat " ucap Kiara yang memainkan busa busa itu
" Ehh All sekarang lagi apa ya? Hmm mungkin lagi mandi juga " ucap Kiara sambil memainkan busa
Pukul 06.00 Kiara keluar dari dalam toilet menggunakan seragam sekolah nya.Ia beranjak ke luar kamar dan membuka pintu kamar itu
Cklek!
" Eh ada Bi Yora " ucap Kiara yang kaget melihat Yora di depan pintu
" Hehehe iya non,bibi mau manggil non buat sarapan " ucap Bi Yora yang tersenyum canggung
" Iyah Bi,tapi sebelum itu bibi bisa hiasin rambut Ara gak? " Tanya Kiara seperti anak kecil
" Bisa non,mari ikut saya " ucap Bi Yora yang mengarahkan jalan
' Cklek! '
Bi Yora membawa Kiara ke dalam ruangan hias khusus yang beberapa bulan lalu di buat Alldiano untuk kekasih kesayangan nya yaitu Kiara di dalam sana ada 3 maid Alldiano untuk menghias Kiara
" Silahkan nyonya " ucap Salah satu maid yang bernama Desi
Kiara duduk di kursi yang sudah di sediakan Yura.Setelah duduk Yura dan 2 maid lainnya mulai menghiasi rambut Kiara,sedangkan Bi Yora kembali ke meja makan untuk menyajikan makanan
>>>>>06.15<<<<<
Alldiano sedang di dalam toilet melakukan ritual mandi nya.Setelah itu ia keluar dari toilet menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang nya,lalu ia berjalan ke arah cermin untuk berkaca
__ADS_1
" Ck gue ganteng juga " batin Alldiano yang begitu pede
Lalu Alldiano beranjak ke arah lemari kamar itu dan mengambil kemeja berwarna biru muda,jas berwarna kehitaman serta celana panjang berwarna hitam juga.Ia mengenakan pakaian itu dan menambah kesan tampan nya
Lalu ia kembali ke cermin menyemprotkan parfum di bagian lengan,leher dll.Ia menyisir rambutnya dan meminyaki nya menggunakan produk **** yang membuat ia tambah tampannn...!
' Tttrrttt '
' Tttrrttt '
•Zergan•
[ Halo Tuan,Saya sudah bawa wanita itu ke gudang ]
[ Hhmm baiklah.Jaga dia jangan sampai lepas! Jika tidak kalian tau akibatnya bukan?!!! ]
[ Okeh okeh Tuan itu aman.... Tapi apa boleh kami i-i-itu kan wanita nya Tuan? ]
[ Terserah ]
Tut!
Telefon di matikan oleh Alldiano
" Good,sekarang tinggal Kiara " ucap Alldiano yang kembali mengotak atik handphone nya
Ia membuka aplikasi WhatsApp dan menelfon Jion
[ Halo tuan ada apa? ]
[ Awasi Kiara di sekolah nya! dan katakan besok pagi saya akan sampai di sana ]
[ Baik tuan,ada lagi? ]
Tut!
Tanpa menjawab perkataan Jion,Alldiano mematikan telefon nya
>>>>>06.25<<<<<
" Heumm harum banget " ucap Kiara yang mencium makanan yang sudah di sajikan di atas meja makan berlapis emas itu
Di meja makan itu terdapat makanan mewah,seperti lopster rebus,Sup kepiting,Sup Ayam,Tumis buncis,Sayuran lain nya,Serta tak luput dari buah buahan segar
" Non mau ini gak? " Tanya Bi Yora yang menyodorkan Sup Ayam
" Ehmm engak deh bik soalnya lagi bosen makan ayam " ucap Kiara dengan memanyumkan b!b!r nya
" Yaudah non,ini di makan ya " ucap Bik Yona, lalu menuangkan jus jeruk
" Okeh bikk,eh telfon All ahh " ucap Kiara lalu mengotak atik handphone nya
<<<<<06.39>>>>>
Tttrrttt!
Tttrrttt!
" Kiara Vidio Call? " Ucap Alldiano
[ Halo Ra kenapa? ]
[ All lihat deh makanan nya enak enak loh,All udah makan di sana? ] ' ucap Kiara sembari menyodorkan sebuah sup kepiting '
[ Kayak nya enak tuh! ] ' Ucap Alldiano yang melirik lirik makanan di sebrang sana '
[ Iihh! Kiara tanya All udh makan?! ] ' tanya nya dengan raut muka kesal '
[ All belum makan sayang, ]
[ Kenapa? All nanti sakit loh ayo makan gih!! ] ' ucap nya dengan ekspresi perhatian '
[ All belum laper sayang,kamu makan aja biar magh nya ga kambuh lagi ]
[ Ga mau! All harus makan dulu ] ' ucap nya dengan mengghentakkan garpu '
[ Iya Iyah All makan.Yaudah bentar ya All mau keluar pesan makanan ] ' Ucap nya dengan mengambil kartu kard '
[ Okeyy. . . Yaudah ya Ara mau makan bay,muach ] ' ucap nya sembari memanyumkan bibir nya '
[ Iya sayang ]
Tut!
Telefon di matikan oleh Kiara
_
_
_
_
_
<<<<<12.31>>>>>
Siang telah tiba,saat ini Alldiano tengah di caffe untuk menemui client yang bernama ibu ' Desyi Pratama Sugioto '
Alldiano duduk di atas sofa caffe itu,dengan gaya cool nya yang di temani Hendra salah satu karyawan Alldiano yang ia panggil untuk menggantikan Ruspita
Selang beberapa jam,Akhirnya Ibu Desyi datang menggunakan pakaian khas kantor nya dengan rambut yang di ikat membuat kesan cantik dalam dirinya
" Halo maaf saya telat " ucap Desyi yang mengulurkan tangan nya
" Ya tidak apa apa.Tetapi semestinya Anda tau bagaimana cara kerja profesional,dan tidak seperti ini! " Ucap Alldiano yang tidak kembali menjabat tangan Desyi
" Maaf kan saya Alldiano.Tadi email yang mau saya kirim sempat teriset jadi saya buat ulang " ucap Desyi lalu duduk di sofa di depan Alldiano
" Hhkmm " dehem Hendra
Sontak Desyi melirik ke arah Hendra yang habis berdehem.
" Maaf Bu,tuan Alldiano tidak suka di panggil nama,tetapi tuan " ucap Hendra yang membuat Desyi bingung
" A-apa? Mengapa tidak boleh,padahal umur kami ini sama saja.Apa karna saya sudah menikah dengan Pratama? " Tanya Desyi yang polos
__ADS_1
Desyi yang seperti itu karena ia masih polos.Ia baru bekerja sebagai CEO di perusahaan papi nya yang tidak lama ini meninggal karna mengidam penyakit kanker paru paru,dan ia menikah karena wasiat dari papi nya.
" Tidak usah di beritahu Hen,dia baru bekerja karena itu ia sangat teramat poloss!! " Ucap Alldiano dengan tatapan sinis nya
" Ma-maaf kan saya sekali lagi,karna saya kurang profesional " ucap Desyi dengan menundukkan kepalanya
" Yasudah sekarang kita bisa mulai meeting nya " pintah Alldiano lalu membuka laptop nya
_
_
_
_
_
" Ra bagi contekan dong " bisik Iyandra
Iyandra pasalnya bingung dengan tugas yang di beri oleh pak Leo, pak Leo yang mengajar matematika karna guru matematika kelas mereka sedang sakit
" Ish paan sih Ara ga mau " ucap nya yang memalingkan wajahnya dari Iyandra
" Dengar semua! Saya hampir lupa infokan jika besok kita ke kedatangan murid baru " ucap Leo sangat serius
Mata para siswa/siswi langsung menatap Pak Leo.Sekaligus mereka bingung siapa Murid baru yang akan datang besok?
" Siapa pak yang mau dateng? " Tanya Vivi teman sekelas Kiara
" Rahasia.Pokok nya dia seorang pria " ucap Leo
" Ganteng ga pakk? Kalo ganteng suruh di sebelah saya ajaaa " teriak Lisa murid yang paling centil di kelas itu
" Dihh enak aja lu.Jadi gw kemana haa?! Ke wc gitu! " Ucap Keyra teman sebangku Lisa
" Ya terserah lu aja.Pokoknya besok dia di sini! " Ucap Lisa yang tersenyum smirk
" Ga mau gw! Mending lu pindah ke bangku lain aja biar sebangku sama dia! " Ucap Keyra,nama Keyra memang lah anggun tetapi beda dengan Keyra yang ini.Dia cewe barbar dan jarang lembut
" Sudah! Tidak usah berdebat karna hal kecil.Ibu Cintani yang akan mengurus besok " ucap Leo yang menasehati Keyra dan Lisa
" Kenapa ibu cintani pak? " Tanya Brayen
" Karna besok bapak ga datang, " jawab Leo kepada Brayen
" Loh kenapa pak?! " Tanya Aulia yaitu bendahara kelas
" Besok bapak mau rapat sama guru lain dan kemungkinan ga datang ke sekolah " Jelas Leo pada Aulia
" Okeh deh pakk,berarti besok jam kosong dong " ucap Keyra yang kesenangan
" Ga! Besok ibu Cintani yang gantiin saya di sini! " Ucap Leo
_
_
_
_
_
<<<<< 12.50 >>>>>
" Baik terima kasih buk atas kerja sama nya " ucap Alldiano yang mengulurkan tangan kanan nya
" Iya Pak " ucap Desyi lalu menjabat tangan Alldiano
Alldiano hendak pergi bersama Hendra,tetapi langkahnya berhenti karena Desyi memanggilnya
" Eh sebentar! " Ucap Desyi
Alldiano berbalik badan dan menatap ke arah Desyi yang tengah berdiri di depan sofa caffe itu
" Hmm? " Dehem Alldiano
" Kebetulan bangat ini udah siang.Gimana klo kita makan siang sama-sama aja?! " Tanya Desyi yang di jawab anggukan oleh Alldiano
--------
Mereka duduk kembali dan meletakkan laptopnya di atas meja.Alldiano duduk berhadapan dengan Desyi,tetapi Hendra sudah pulang duluan karna harus mengurus satu pekerjaan lain.Yaitu mengurus istrinya yang di rumah sakit
" Mbakk ... ! Mbak ... ! " Ucap Desyi yang memanggil pelayan caffe itu
Tap! Tap! Tap!
Datanglah seorang wanita dengan rambut pendek nya dan membawa nampan berisi daftar menu
" Iya Bu ada yang perlu saya bantu? " Tanya pelayan itu dengan sopan
" saya minta menunya dong " ucap Desyi
Lalu pelayan itu memberikan sebuah daftar menu makanan di caffe **** itu.
" Ini buk " ucap Pelayan itu dengan sopan
" Kita pesan apa? " Tanya Desyi
" Saya ikut kamu aja " ucap Alldiano dengan wajah datarnya.Alldiano sedang bermain handphone karna itu ia tidak peduli
" Pasangannya romantis yaa, si cowok ikutin si ceweknnya " bisik para tamu di caffe itu
Tetapi Alldiano tidak mau membahas bisikan para tamu itu.Pasalnya kan mereka ga tau kalo Desyi udah nikah dan Alldiano udah ada Kiara
Desyi membuka daftar menu itu.Ia melihat semua daftar menu di sana,lalu matanya tertuju pada salah satu menu
" Saya pesan spaghetti nya 2 dan jus lemon nya 2 " Ucap Desyi lalu memberi daftar menu itu pada Pelayan itu
" Okeh di tunggu ya buk pak.Permisi " ucap Pelayan itu yang di balas anggukan oleh Desyi lalu pelayan itu pergi
Bersambung.....
#selamat membaca#
#jangan lupa komen yaa🥰🥰🥰😆😆
__ADS_1