
#Gadis_Manja_Milik_Mafia
#Part_21 [ konflik ]
----------_---------_----------_---------_---------_----------
Setelah pemakaman ibu Alika, semua orang sudah pergi tetapi tinggal Kiara dan ALLDIANO yang masih menunggu Alika yang tak henti henti menangis sembari memeluk batu nisan yang tertera nama ibu nya
"Buu ..., Alika sayang sama ibu!" Ucap Alika sembari menangis
"Hiks hiks, andai ibu ga nyebrang sendiri waktu itu, pasti ini gak bakalan terjadi secepat ini! Hiks ..." Ucap Alika
"Yang sabar ya ka, ini udah takdir!" Ucap Kiara sembari mengelus punggung Alika dengan pelan
"Ayo pulang!" Pinta ALLDIANO
"Bentar Al," balas Kiara
"Sebagai permintaan maafin kami bakalan ajak kamu tinggal di apartemen aku," ucap Kiara dan Alika langsung menggelengkan kepalanya
"Ga bisa Ra, sebenarnya ibu aku memang udah ada penyakit kanker yang parah dan umur nya tinggal 2 bulan lagi. Tapi sekarang ibu udah pergi jauh!" Ucap Alika sembari mengusap air matanya
"Aku juga ga bisa tinggal di apartemen kamu apa lagi nyusahin kamu, aku mau pergi aja ke rumah mendiang
Kakek nenek aku," lanjut nya
"Okeh kalo kamu ga bisa, kami bakalan antar kamu kok ke rumah Kakek nenek kamu," ucap Kiara sembari tersenyum
"Ga perlu, dan terima kasih. Aku bisa pergi sendiri!" Ucap Alika lalu bangkit dari posisi jongkok menjadi berdiri
Sebelum dia pergi, ia memeluk erat tubuh Kiara. Dan ia juga membisikkan sesuatu
"Aku bakalan rindu berat sama kamu," bisik Alika
"Aku juga," balas Kiara
Alika melepas pelukan nya dan menatap Kiara
"Aku pergi ya," ucap Alika lalu berjalan pergi
Alika sudah berjalan pergi, namun langkah nya di hentikan oleh suara serak ALLDIANO
"Tunggu!" Pinta ALLDIANO yang mampu membuat Alika berbalik badan
Tap ... !
Tap ... !
Tap ... !
ALLDIANO maju tiga langkah untuk mendekat ke arah Alika. Kemudian ALLDIANO mengeluarkan sebuah kartu dari dalam saku nya
"Di dalam sini ada 500 juta, kamu bisa pakai ini untuk kebutuhan hidup mu!" Ucap ALLDIANO sembari menyodorkan kartu tadi
'kebetulan, aku sangat butuh!' batin Alika
"Terima kasih, aku permisi!" Ucap Alika yang mengambil kartu itu lalu pergi
"Ayo, dia juga sudah pergi!" Ucap ALLDIANO sembari menarik tangan Kiara
-------------_-------------_------------_--------------_
"Huf Kiara ke ke apartemen aja deh All, lagian ini udah malem masa aku ke rumah kamu!" Ucap Kiara
"Hmm . . .," dehem ALLDIANO sambil menunggu
**** ...!!
Landasan mobil ALLDIANO terhenti setelah sampai di depan apartemen Kiara, lalu ALLDIANO berkata sesuatu
"Ayo keluar," ucap ALLDIANO dan Kiara mengangguk kecil
Mereka keluar dari mobil bersamaan, lalu ALLDIANO menggandeng tangan Kiara untuk masuk ke dalam apartemen itu.
Saat masuk mereka di sambut baik oleh pegawai di sana
// Di depan pintu apartemen Kiara
Cklek!
"Ayo," ucap Kiara dan mereka berdua pun masuk
ALLDIANO duduk di atas sofa sembari menaikkan kakinya di atas meja. Sedangkan Kiara ia masih meletakkan handphone nya di atas nakas sembari mengecas nya
"Ra sini bentar ... !" Pinta ALLDIANO sembari menepuk sofa di samping nya
"Tunggu, Kiara ganti seragam dulu," Ucap Kiara, ia memang masih menggunakan seragam sekolah nya
__ADS_1
"Bentar aja, siap itu saya bakalan pulang kok," ucap ALLDIANO
"Hmm okeh," ucap Kiara yang akhirnya menuruti kemauan ALLDIANO
Tap ... !
Tap ... !
Tap ... !
Kiara berjalan ke arah ALLDIANO, lalu duduk di samping nya
"Ada apa? Hmm ..." Tanya Kiara pada ALLDIANO
ALLDIANO menurun kan kaki nya dari atas meja, lalu memegang tangan Kiara
"Saya mau bicara penting Ra," lirih ALLDIANO
"Tapi kamu jangan marah ya?!" Sambung nya lagi
"Hmm emang ada apa? Penting banget emangnya?!" Tanya Kiara yang penasaran
"Saya mau bicara tentang pernikahan kita," ucap ALLDIANO. Kiara mengerutkan dahi nya
"Emang kenapa?" Tanya Kiara
"Papah saya udah pulang ke Indonesia, dan dia mau saya cepat menikahi seorang gadis. Siapa lagi gadis itu kalo bukan kamu?" Ucap ALLDIANO panjang lebar kali tinggi
"Oh." Ucap Kiara singkat
"Kamu harus nikah sama saya dalam satu bulan ini!" ~ALLDIANO~
"Ga! Kiara masih mau sekolah," ucap Kiara dengan muka cemberut dan menepis tangan ALLDIANO
"Pernikahan kita bakalan tertutup kok, ayolah Ra kamu mau ya!" Ucap ALLDIANO sembari memegang kembali tangan Kiara
"Ga All ...! Kiara masih mau sekolah dan masih mau jadi gadis!!" Tegas Kiara
"Tapi Ra, aku takut mamah aku bakalan meninggal sebelum lihat aku nikah. Tolong dong kamu ngertiin saya!" Bujuk ALLDIANO tetapi Kiara malah menatap datar ALLDIANO
"Ini namanya kamu egois All ...!! Aku tau mamah kamu memang sakit, tapi sama aja kamu mau ngerusak aku!!" Ucap Kiara sembari meninggikan suaranya
"Aku ga ngerusak kamu, lagian hubungan kita Udah lama. Masa kamu ga mau ke jenjang yang lebih serius?!" Tanya Aldiano lagi tetapi jawaban Kiara tetap sama
"Gak! Aku cuma-" ~Kiara~
"Aku bukan nya ga mau ke jenjang yang lebih serius All, tapi aku ga mau nikah di usia semuda ini!," Tegas Kiara
"Fine, jika kamu ga mau nikah aku bisa aja nikahin gadis lain." Ancam ALLDIANO tetapi hal itu membuat Kiara terkekeh
"Gadis lain? Tidak akan pernah terjadi!" Umpat Kiara sembari terkekeh
"Itu akan terjadi kalo kamu ga mau menerima pernikahan kita!" Tegas ALLDIANO lagi
"Kamu tau kan All, kalo aku juga punya keluarga! Mereka pasti ga setuju lihat anak nya nikah di usia segini!" Ucap Kiara dengan tegas
"AKU GA PEDULI SAMA KELUARGA KAMU!! AKU CUMAN MAU IBU AKU TENANG JIKA UDAH PERGI, ANDA PAHAM GAK?!!! .... !!!" Bentak ALLDIANO sembari bangkit dari sofa
Kiara menundukkan kepalanya, rambutnya yang terurai menutupi wajah cantik nya
"Hiks, hiks," Isak Kiara
Kiara menangis karena dirinya di bentak kasar oleh orang yang paling ia cintai dan sayangi. Kiara memang cengeng oleh sebab itu ia gampang menangi
Kiara menangis pelan, Alldiano memang tidak tega melihat kesayangan nya menangis seperti itu. Tapi ia juga sadar bahwa ia membentak Kiara agar ia paham
"Ck jangan nangis!" Ucap Alldiano sembari memegang bahu Kiara
Baru memegang 1 detik saja, tangan nya sudah di tepis kasar oleh tangan Kiara. Kiara menaikkan kepalanya sedikit dan menatap sayu Alldiano
"Hiks, All jahat! Bilangnya ga mau bentak Kiara lagi, hiks hiks!" Ucap Kiara sembari menangis
"Itu karena kamu! Kamu ga mau dengerin saya," tegas Alldiano
"Tapi-" ucap Kiara yang terpotong
"Akhir bulan ini kita harus menikah." Ucap Alldiano yang membuat Kiara terdiam
" ..... "
"Kenapa diam? Ga setuju ha?" Tanya Alldiano dengan sedikit lembut sembari menaikkan dagu Kiara menggunakan jari telunjuk nya
"KIARA GA SETUJU!!" Tegas Kiara sembari menepis jari Alldiano dari dagu nya
"Ga ada penolakan." Ucap Alldiano dan berdiri ala bridtle style nya
"Pernikahan itu hal serius All. Kiara ga mau nikah muda!!" Ucap Kiara lalu bangkit dari sofa
__ADS_1
"Saya tau, dan saya ngerti.Tapi kamu juga harus ngertiin saya!!" Tegas Alldiano lagi
"Kamu bilang ngerti? Kamu ga ngerti kondisi aku All!!" Bentak Kiara
"Aku ngerti Kiara!! Kamu ga mau nikah karena kamu ada pria lain kan!!" Ucap Alldiano dengan emosi yang membara
Deg
Kiara yang mendengar itu Sontak kaget, pria lain? Setega itukan Alldiano hingga menghina Kiara mempunyai pria lain?!!
" Aku ga ada pria lain All, aku cuman cinta ke kamu! Tapi ternyata kamu sejahat ini sampai hina aku ada pria lain hiks hiks," ucap Kiara sambil menangis
"Saya tau! Kamu punya hubungan sama ROY .... !!!" Bentak Alldiano lagi yang membuat Kiara tambah menangis
Okeh biar saya jelasin, Roy Marten Sudarjo adalah pria muda yang pernah di cintai oleh Kiara. Tapi cinta itu berakhir menjadi benci, karena Roy mengkhianati Kiara dengan menginap di hotel bersama kupu kupu malam
"ROY?! dia masa lalu aku All. Hiks hiks," tangis Kiara
"Dia memang masa lalu kamu! Tapi kamu masih ada rasakan sampai sekarang sama dia?!!" Tanya Alldiano dengan nada tinggi
"E-enggak ad-ada All ..." Lirih Kiara dengan tangis yang sudah segugukan
"Ck, kalo itu ga ada kenapa kamu masih save nomer ROY?!!" Ucap Alldiano dengan nada sedikit tinggi hingga air mata semakin jatuh
"G-ga ada All, hiks aku u-udah hapus no-nomer dia" ucap Kiara
"Argh bacot! Sebelum saya main kasar !! Saya lebih baik pulang saja." Ucap Alldiano sembari mengacak kasar rambutnya
"Hiks, hiks" tangis Kiara
Alldiano dengan perasaan tak tega keluar dari dalam apartemen itu, sebelum Keluar ia mengecup sekilas pipi mulus Kiara yang sudah basah dengan air mata
Cup !!
Kecupan sekilas itu lah yang bisa di dapatkan oleh Alldiano, karena Kiara langsung membuang mukanya
"Aku akan pergi, jaga dirimu!" Ucap Alldiano sembari mengusap pelan rambut Kiara dan menahan emosinya
"Hiks, hiks ..." Tangis Kiara
Alldiano berjalan ke arah keluar kamar, ia berjalan dengan perasaan sedih di campur marah. Ia sedih karena gak tega meninggalkan Kiara dalam keadaan menangis dan dia marah karena Kiara menolak menikah dengan nya
Tap ... !!
Cklek!
Pintu kamar di buka, dan saat ia hendak melangkah ke luar ia menatap kasihan Kiara yang masih menangis.
Cklek!
Pintu di tutup kembali. Ia tidak tega melihat Kiara menangis sampai segugukan dan ia memutuskan untuk menemani Kiara yang sedang bersedih
"Maafin saya ..." Ucap Alldiano sembari berjalan lemah ke arah Kiara
Tap ... !!
Langkah nya terhenti saat sudah di depan Kiara. Ia memelvk erat tubuh Kiara tanpa permisi dari pemilik tubuh
"Lepasin ... Hiks hiks!" Pinta Kiara sembari melawan Alldiano yang memeluk nya
"Hiks lepasin!!" Ucap Kiara sembari mendorong bidang dada Alldiano
Apa daya Kiara? Ia lelah mendorong Alldiano tetapi tak bisa karna badan Alldiano jelas lebih kuat dan kekar di banding diri nya
Akhirnya Kiara hanya bisa menerima pelukan hangat dari Alldiano tanpa membalas pelukan itu
"Hiks hiks," tangis Kiara sambil kepalanya di bidang dada Alldiano
"Maafin saya sayang," 'Cup' ucap Alldiano sembari mengecup kening Kiara
Alldiano menggendong tabah Kiara layaknya bocah umur 1 tahun, ia menindih Kiara sampai ke atas kasur. Ia meletakkan perlahan t4b4h Kiara ke atas kasur lalu ia ikut duduk di atas kasur dan menaikkan kepala Kiara ke atas pangkuan nya
Kiara masih marah, ia menjauh dari Alldiano dan menarik kepalanya dari pangkuan Alldiano. Kiara menarik selimut nya dan menutupi seluruh bagian tubuh mungil nya menggunakan selimut putih dan tebal
"Hiks," tangis Kiara dari balik selimut
Alldiano sempat terkekeh karna Kiara yang menutupi wajahnya menggunakan selimut. Ia juga merebahkan badan nya di kasur lalu memelvk Kiara yang masih menutupi tubuh nya dengan selimut
Kiara merasakan tubuh nya di peluk Alldiano, ia berbalik arah agar tidak berhadapan dengan Alldiano yang tengah memeluk dirinya
Ntah perasan apa yang Kiara dapat, Alldiano membuat nya sedih dan sekarang apa? Ia malah tiba tiba menjadi bucin tak karuan
BERSAMBUNG ........
Maaf alur gaje><
#Salam Cintaaa🐱💘
__ADS_1