
#Gadis_Manja_Milik_Mafia
#Part_20 [ meninggal! ]
#Gabut
----_----_----_----_----_----_----_----
[ Ibu aku udah meninggal hiks hiks, ]
[ Oh ]
[ Anda harus tanggung jawab . . . !!! ]
[ Hm . . ., Saya bakalan suruh bawahan saya antar kamu ke sana! ]
[ Hiks hiks ]
[ Saya tau saya salah, ga usah nangis nanti masalah biaya rumah sakit saya tanggung! ]
Tut!
Telfon di matikan oleh pihak Alldiano
" Meresahkan! " Ucap Alldiano dan meletakkan handphone karyawan nya di meja
" Ck lebih baik sekarang aku jemput Kiara! " Ucap Alldiano, lalu bangkit dari kursi kebanggaan nya
Cklek!
Ia keluar dari ruangan nya, dan berjalan santai keluar kantor nya.ia melintasi banyak para karyawan nya, semua para karyawan nya itu menundukkan kepalanya saat Tuan Alldiano mereka lewat
Tap . . . !
Langkah nya terhenti ketika melihat ada seekor kucing di depan nya. Alldiano memang phobia sama kucing, jadi ia membuat peraturan tidak boleh bawa hewan peliharaan ke kantor apa lagi di jam kerja
" KUCING!! " Ucap Alldiano dengan raut muka tak biasa
" Siapa yang bawa kucing ini?! " Tanya Alldiano sembari menjauh dari sang kucing
" Meong meong ... " Ucap kucing yang berjalan ke arah Alldiano
" Siapa yang berani bawa kucing ke sini?!! " Tanya Alldiano sambil membentak pada karyawan yg ada di sana
" Sa - saya tuan, " lirih seorang wanita yang berpakaian rumahan dengan kaca mata bulat terpasang di matanya
" Kau! Tunggu, kau siapa?! " Tanya Alldiano, yang menatap gadis yang terlihat polos itu dan tinggi badan hanya sedada Alldiano
" Saya Martha Tuan, " ucap wanita itu sambil berjalan dengan kepala tertunduk ke arah Kucing nya
" Aku tidak mengenal mu! " Ucap Alldiano dengan wajah datarnya
" Maaf tuan, dia anak baru jadi belum tau soal aturan di sini, " ucap seorang karyawan yang dapat sembari mengangkat kucing milik Martha
Martha adalah anak dari seorang pedagang es keliling, ia bisa bekerja di perusahaan besar milik Alldiano karena perusahaan Alldiano yang sekarang ini kekurangan satu karyawan, dan kebetulan wanita ini dapat mengatasi nya
Ia memiliki paras yang cantik, tapi sayang itu semua tertutup oleh gaya nya yang polos dan lugu. Ia sering di bully di kantor karena ia anak pedagang es dan terlihat jelek.Bagaimana mungkin di Katai jelek? Dia mengikat rambutnya dengan terbelah dua dan kaca mata bulat di matanya, dan bajunya yang selalu polos seperti kaos yang sekarang ia pakai
Ia memakai kaos berwarna putih dan celana panjang berwarna kehitaman, ia memakai pakaian seperti orang rumahan saja. Mengapa Alldiano tidak kenal dia? Karena ia di putuskan boleh bekerja oleh Ruspita mantan sekertaris Alldiano
" Ck, lain kali ajari dia tentang aturan di sini! " Pinta Alldiano pada karyawan nya itu
" Maaf kan saya tuan, " ucap Martha
Bukan nya menjawab perkataan martha, ia malah berjalan menuju lift. Dan saat sampai di depan lift ia langsung masuk dan pergi
" Apa dia bos besar yang kau katakan? " Tanya Martha pada salah satu karyawan
" Ya, dia CEO di sini sekaligus mafia kejam! " Ucap Karyawan di sebelah Martha
" Tapi dia itu galak, masa Cici ga boleh ikut ke kantor! " Ucap Martha, Cici itu nama kucing nya Martha
" Ssffttt ayo pulangkan kucing mu ini, " ucap Karyawan itu dan memberikan kucing Martha pada nya
" Iyah "
-
-
__ADS_1
-
" Siang tuan, " ucap salah satu satpam Alldiano
" Hmm " dehem Alldiano dan keluar kantor
Alldiano masuk ke dalam mobil nya, dan mengendarai nya dengan mengebut ngebut seperti orang gila. Lalu saat lampu merah ia membuka handphone nya dan menelfon ke telfon rumah nya
• +62*********
[ Halo dengan siapa? ]
• Me
[ Ini saya, kamu tolong jaga rumah saya akan pergi ke luar kota, kamu suruh supir kita buat antar gadis payah itu ke rumah sakit tempat ibunya! ]
• +62*******
[ Baik tuan, segera! ]
[ Hm ]
Tut!
Telfon di matikan dari pihak Alldiano,
Brum . . .!
Alldiano melajukan mobil nya saat lampu merah telah selesai dan kembali mengebut ngebut
Sshiittt ... !!
Landasan mobil Alldiano terhenti saat sudah sampai di depan gerbang sekolah Kiara, ia menunggu satpam membukakan gerbang untuk dirinya
Saat gerbang di buka Alldiano kembali melajukan mobil nya masuk ke dalam sekolah itu dan memarkirkan mobil nya ke sembarang tempat
Cklek!
Alldiano membuka pintu mobil nya dan berjalan ke arah kelas Kiara, saat ia melewati satu persatu kelas. Banyak Murid dan guru yang salting melihat ketampanan Alldiano, dan ada murid yg menyapa Alldiano tetapi ia tidak menjawab atau berkata apapun
Tap . . . !
Langkah nya berhenti saat sudah di depan kelas Kiara, ia melihat Leo yang sedang mengajar dan banyak Murid yang kaget melihat adanya Alldiano di sana
Tap !
Tap!
Tap!
Alldiano memasuki ruangan kelas Kiara dan Leo yang menyaksikan itu hanya pasrah diam karna apa dayanya mengusir anak pemilik sekolah?
" Ayo pergi! " Ucap Alldiano sembari menarik lembut tangan Kiara
Kiara pun bangkit dari duduk nya dan bertanya pada Alldiano
" Kita mau kemana? " Tanya Kiara dengan bingung
" Ibu Alika meninggal, " Ucap Alldiano dengan santai
" Apaa! " Ucap Kiara yang kaget mendengar perkataan Alldiano
" Hmm . . ., Karna itu ayo pergi " ucap Alldiano dan menarik tangan Kiara keluar
Leo kesal melihat Kiara di gandeng pria lain, tetapi ia gak brani menegur Alldiano karna dirinya bukan siapa siapa
"Ckk!! Aku benci melihat Kiara bersama Alldiano!" Batin Leo
Alldiano menggandeng tangan Kiara sampai ke luar kelas, saat sampai di depan mobil nya satpam tadi membukakan pintu mobil Alldiano untuk Kiara
"Silahkan nyonya," ucap satpam tersebut
Kiara masuk kedalam mobil Alldiano lalu Alldiano pun juga masuk.
Sshiittt!!
Mobil Alldiano melandas keluar dari sekolah itu, dan menyetir mengebut-ebut di jalan raya yang padat. Selama di perjalanan hanya terjadi keheningan
Kiara menangis di dalam mobil karna kabar buruk yang di bawa Alldiano, tetapi ia juga senang karna teman lamanya yaitu Alika dapat bertemu lagi dengan nya
__ADS_1
Brum . . . !! Brum . . . !!
Mobil Alldiano sudah berhenti di RS tempat di mana ibu Alika di rawat dan sekarang sudah tiada
"Ayo keluar!" Ucap Alldiano, dan Kiara pun mengangguk
Mereka keluar dari dalam mobil, Alldiano menggandeng tangan Lia dengan lembut dan berjalan memasuki rumah sakit tersebut
"All, Alika bakalan marah ga ya?!" Tanya Kiara sembari tetap berjalan
"Hmm ga bakalan," ucap Alldiano dengan berdehem
Lalu Kiara mengangguk kecil.
"Sebutkan ruangan ibu Alika!!" Bentak Alldiano pada salah satu perawat
"Mari Tuan saya antar," ucap perawat tersebut
"Hmm . . ." Dehem Alldiano
Tap ...
Tap ...
Tap ...
"Silahkan Tuan," ucap Perawat itu dengan menunjukkan ruang mayat
Alldiano pun segera masuk bersama Kiara ke dalam, di saat baru melangkah masuk sudah memperlihatkan Alika menangis senggugukan sembari memeluvk t4b4h ibunya
"Hikss hikss . . . Buu!!! Ke-kenapa ibu pergi ni-ninggalin Alikaa, hiks hiks"
"Bangun bukkk ... !! Hiks hiks a-ayo b-bangun Buu!!" Tangis Alika sembari mengguncang guncang t4b4h ibunya
Kiara pun berjalan ke arah Alika dengan melepas tangan nya dari genggaman Alldiano,
"Alika," lirih Kiara sembari mengelus punggung Alika
"Hiks hiks, Ra i-ibu hiks a-aku," ucap Alika dengan air mata bercucuran di matanya
"Ck! Aku benci drama," guma'm Alldiano lalu berjalan menghampiri Alika dan Kiara
"Yang sabar ya Alika, hiks aku turut berduka!" Ucap Kiara sembari menatap Alika yang matanya sudah sembab
"Hmm" dehem Alika sembari mengangguk kecil
"Buu ..., Hiks aku ga mau i-ibu pergi!!" Ucap Alika sembari mengguncang kembali tubuh ibunya
"Nyonya, izinkan kami menutup jenazah nya ibu nyonya," ucap Perawat yang ada di dalam ruangan itu
"Hikss iya ..." Ucap Alika dan melepas pelukan nya dari ibunya
Perawat tersebut menutup kain mayat ke seluruh tubuh ibu Alika. Anak nya yaitu Alika mencoba iklas atas kehilangan ibunya walaupun ia terpukul berat
"Anda harus tanggung jawab ... !!" Bentak Alika pada Alldiano
Alldiano tetap berdiri ala bridle style nya dan tidak memperdulikan Alika yang membentak dirinya
"Woii . . . !! Tanggung jawab!" Ucap Alika yang menarik kera jas Alldiano
"Anda de-dengar ga sih hiks! Anda ha-harus tanggung jawab," ucap Alika dengan air mata yang bercucuran kembali
Alldiano mengangkat tangan nya dan menyingkirkan lembut tangan Kiara dari kera jas nya
"Jika bukan karena keadaan aku sudah menampar mu!" Ucap Alldiano
"Hiks hiks" tangis Alika
----_----_----_----_----_----_----_
Kini Alldiano, Kiara, Alika dan beberapa orang sudah berkumpul di pemakaman ibu Alika. Tertera di atas batu nisan tersebut nama ' Rosa '
"Nama ini mirip dengan ibu--" ucap Alldiano terpotong karna Kiara menyentuh bahu nya
"All, aku mau ngomong sama kamu!" Ucap Kiara dan Alldiano mengangguk
"Ada apa?" Tanya Alldiano
"Aku mau kita bawa Alika ke apartemen aku!" Ucap Kiara pada Alldiano
__ADS_1
"Hmm, jika itu mau mu!" Ucap Alldiano sambil mengangguk
BERSAMBUNG ......