GADIS MISTERI

GADIS MISTERI
-


__ADS_3

Mesin ketik yang nyaring berbunyi di suasana hening, yang menandakan ada sosok yang mengoperasikan benda itu.


Ditemani denting jam dan gelapnya awan menandakan malam hari.


Aya, wanita yang saat ini duduk dengan raut gelisah. Entah apa yang dikerjakan gadis itu hingga merelakan tempat tidur empuknya.


Jam terus bergulir menuju angka 01.00 dini hari. Waktu untuk istirahat, dimana manusia yang sudah disibukkan dengan kegiatan di pagi hari.


Tanpa tau jika gadis yang saat ini duduk dengan gelisah tersebut sedang berada di kantor tempat ia melakukan aktivitas dengan benda persegi empat itu. Ya benar, gadis itu atau lebih tepatnya Aya masih setia dengan komputer kesayangannya.


Walaupun raut gadis tersebut gelisah tak menampik jika ada raut kelelahan dibawah kantung matanya, pertanda tubuhnya perlu untuk diistirahatkan.


Berkali-kali ia menguap sampai terkantuk-kantuk tak membuat gadis itu menyerah dalam memainkan keyboard dan mouse.


segala cara agar bisa menyelesaikan tugas itu tepat waktu, tapi nyatanya ia hanya bisa menguap dan terus begitu. Sampai ia pun menyerah dan segera bergegas pulang setelah ia membereskan semua barang-barang nya dan tak lupa mematikan komputer setelah menekan tombol save di Microsoft Office.


Dan dengan terpaksa nya gadis itu bergegas pulang


01.30

__ADS_1


Dengan segala upaya akhirnya ia bisa sampai di kostnya. Dan dengan masa bodohnya gadis itu langsung menjatuhkan tubuh rampingnya kekasur yang tak terlalu empuk namun cukup empuk untuk gadis itu. Tampa mau repot-repot menganti pakaian kerjanya Aya hanya ingin tidur, tubuhnya saat ini benar-benar butuh tidur.


Dengan hari-hari yang melelahkan, biarlah gadis itu bermimpi sejenak.


07.45


Bunyi alarm entah ke berapa kalinya mampu membuat gadis yang saat ini tidur dengan keadaan masih memakai seragam kemarin malam dan lebih parahnya selimut dan spray kasur mencuat kemana-mana. Pagi yang indah:)


Mau tak mau, suka tak suka ia harus nangis dan melanjutkan aktivitas yang menurutnya sangat membosankan.


Dengan malas Aya bangkit dari kasurnya menuju kamar mandi secepat mungkin karena sebentar lagi, mungkin dia akan mendapatkan sedikit quotes di pagi yang cerah ini. Jika dia tak terlambat lagi.


🦋


Laki-laki dengan tampilan tax udo berwarna hitam pekat dengan dasi abu, berdiri dengan wanita dihadapannya yang sedang menunduk dengan tampang pasrah.


"Aya, saya mohon ya ini untuk yang terakhir kalinya kamu bersikap sangat tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan yang seharusnya kamu bisa!". Menghembuskan nafas kesekian kalinya Laki-laki yang sudah berumur itu kembali duduk ketempat singgasananya.


Menatap gadis didepannya yang hanya bisa terdiam, tanpa repot-repot memberikan alasan. Yang akan sama saja seperti hari sebelumnya.

__ADS_1


Lagi dan lagi Aya harus merasakan sedikit pencerahan pedas untuk dirinya. Ya memang Aya akui itu salahnya.


"kembali bekerja!" Laki-laki yang tadi memberikan sedikit bumbu-bumbu penyedap di pagi hari melambaikan tangan kirinya isyarat untuk mengusir gadis dihadapannya.


🦋


"seperti biasa? " tanya gadis berambut hitam panjang dengan blouse peachnya.


"ya" Jawab Aya dengan tatapan fokus menuju komputer kesayangannya. Tanpa perlu repot-repot melihat siapa gerangan yang bertanya padanya.


"sangat sopan bukan? " gadis dengan blouse peachnya kembali bertanya. Tanpa jawaban tentunya.


"kau ini, benar-benar! "


"hei aku bertanya padamu ibu Aya terhormat" kembali bertanya.


Dan dengan tak sopannya Aya hanya melambaikan tangan kanannya bermaksud mengusir dan tak ingin diganggu oleh siapa pun.


"wahh, luar biasa" sambil tersenyum kecut ia melihat teman sekantor nya yang sangat sopan bukan.

__ADS_1


"terserah kau sajalah" ucap gadis itu berbalik dan tak lupa tangannya menepuk belakang kepala rekan kerjanya yang tak lain Aya, dan langsung bergegas menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah mulai berdisko ria.


__ADS_2