
🖤
Sampai di parkiran kampus Keane melepaskan helmet dan mengunci stang motornya.Â
Di perjalanan menuju ke kelas jurusannya ia bertemu dengan salah satu bapak rektor yang juga mengajar di kelas Keane.Â
"Pagi Keane" Sapa bapak rektornya dengan senyum terpampang cerah.Â
Tanpa menghentikan langkahnya atau hanya sekedar menyapa pun tak ia lakukan.Â
Terlalu malas dan hanya membuang waktu.Â
Banyak sekali orang disekitarnya yang ingin dekat dengannya hanya karena anak dari pemilik saham dan pemberi sponsor terbesar di kampus yang saat ini ia tempati.Â
Keane tak buta dengan hal tersebut, sudah biasa apabila para dosen atau mahasiswa lain bahkan orang yang hanya mengetahui namanya saja dengan tak tau malunya mendekati untuk popularitas tentu saja.Â
Kapan lagi bisa berteman dari orang berpengaruh itu.Â
Dunia ini terlalu banyak penjilat dengan dalih untuk negara dan semakin menumpuk tanpa adanya hasil. Miris tapi harus terbiasa, ya rakyat kecil bisa apa?.Â
Sesuai gangguan kecil tadi Keane masih sempat-sempatnya melipir ke rooftop kampusnya.Â
Memang tak begitu menarik tapi masih bisa untuk menenangkan pikiran suntuknya.Â
Ternyata teman-temanya sudah berkumpul disana.Â
Keane duduk disebelah laki-laki ber hoodie hitam dengan luaran jaket jersey.Â
Tak ada yang mengetahui kedatangannya karena temanya itu sibuk dengan game online, mabar.Â
"Yaelah elu ngapain disitu anjing! " Ucap teman Keane.Â
"Bisa maen gak si lu! ". Ucapnya lagi dengan nada jengkel.Â
Karena tak tahan lagi dengan temannya itu, hanya bisa mengganggu ia bermain.Â
Dengan jengkel Delvin menjitak dengan penuh amarah di kepala Ethan.
" Sakit bego! ". Sahut laki-laki bernama Ethan.
__ADS_1
" Bodo ". Jawab Delvin setelah puas menjitak kepala Ethan.Â
Bagaimana tidak jengkel Ethan sendiri yang memohon untuk bermain game online bersama dan berjanji akan mendengarkan instruksi dari Delvin.Â
Pasalnya Ethan ini tidak jago dalam urusan game online.Â
Alhasil Delvin dengan setengah hati mengiyakan dan mulai bermain, baru saja mulai bermain Ethan tertembak oleh lawan.Â
Dan seperti kasus biasanya, jika Ethan kalah dalam game ia akan meminta Delvin maupun Keane saat sedang bermain agar mengulang kembali.Â
Terus hingga berakhir dengan Ethan yang teraniaya.Â
Tak Terima dengan perlakuan Delvin, Ethan segera bangkit dan berusaha ingin membalasnya dengan brutal.Â
Dan terjadilah perkelahian seperti biasanya.Â
Satu sosok yang sejak tadi tidak diketahui keberadaanya hanya bisa menyaksikan dengan diam sambil melihat langit pagi yang cerah.Â
Tanpa perlu repot-repot melerai kedua temannya yang kali ini lebih brutal, karena mereka mulai saling tonjok menonjok.Â
"Anjing!! ". Ethan tak terima karena Delvin memukul tepat di wajahnya.Â
"Diem napa dah" Keane akhirnya melerai seusai puas dengan tontonan gratis dari kedua sahabatnya itu.Â
Mereka akan tetap bertengkar sampai salah satu diantara keduanya tumbang tak berdaya.Â
Dulu saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Mereka beradu fisik hingga Ethan yang harus tumbang dan dilarikan kerumah sakit seusai perkelahian mereka bertiga.
Hanya karena masalah sepele berebut ikan saat memancing, karena mereka sudah sepakat jika salah satu dari mereka hanya bisa mendapatkan satu ekor ikan, maka akan dibagi rata untuk dirawat.Â
Dan mereka sudah menghabiskan waktu setengah hari untuk memancing dan hanya mendapatkan satu ekor ikan kecil.Â
Karena juga tak kunjung mendapatkan ikan dan hari sudah mulai larut juga tempat pemancingan akan segera tutup maka, mau tak mau mereka bertiga menyudahi acara memancingnya.Â
Nah, disinilah adegan perkelahian di mulai dengan diawali Ethan yang tiba-tiba membawa ikan kecil hasil pancingannya.Â
Keane dan Delvin langsung merebut wadah yang terdapat ikan mungil di tangan Ethan.Â
__ADS_1
Akhirnya terjadilah acara berebut ikan, sehingga ikan kecil itu terlempar kembali ke tempat asalnya.Â
Melihat hal itu Ethan dengan rasa marahnya sebab ikan kecil tangkapannya masuk ke air.Â
Dan terjadilah adegan tonjok menonjok.Â
🖤
"Baik, saya rasa kita cukupkan pembelajaran hari ini, kedepannya saya ingin kalian lebih aktif lagi untuk bertanya dan bisa menjawab pertanyaan dari saya. Terimakasih dan selamat siang". Jawab dosen muda mengakhiri sesi pembelajaran.Â
"Dosen nggak ada akhlak, masa' gue mulu yang jadi sasaran sesi tanya jawab " Delvin mulai mengeluh dengan dosennya itu.Â
Dari awal masuk hingga pertengahan pembelajaran mulai Dosen muda itu atau Ethan biasa menyebut Rehan.Â
Padahal nama aslinya Roy, katanya terlalu bagus untuk Dosennya itu.Â
Biarkan saja yang penting Ethan senang.Â
"Ya goblok banget dah, ceweknya Pak Roy lu embat itu! ". Jawab Keane.Â
"Mampus lu~". Jawabnya lagi dengan sedikit mendorong bahu Ethan dan jangan lupakan senyum tengilnya.Â
Pasalnya dosen itu hanya bertanya pada Ethan dan banyak menerima pertanyaan yang belum dijelaskan dalam kelas hari ini, bahkan Pak Roy juga meminta Ethan memberi contoh spesifikasi..Â
"Kata gue, Parah sih," Saut Delvin dengan nada lempeng dan muka datar tanpa ekspresi.Â
"Kagak cocok lu~, kata gue kata gue" Ethan menjawab dengan wajah sedikit condong dengan wajah Delvin.Â
Delvin hanya menaikan satu alisnya karena tak mengerti maksud Etan.Â
"Muka lu parah banget tadi, beneran nggak cocok ma lu"Â Jelas Ethan.Â
"Ya kan" Lanjut Ethan meminta pendapat Keane.Â
Menganggukkan kepala tanda setuju.Â
balas menjawab "Kata gue, parah sih~". Keane mengejek Delvin dengan wajah konyol bin tengil.Â
Memang dasarnya Delvin yang mudah tersulut emosi atau memang wajah tengil Keane.Â
__ADS_1
Delvin membalas dengan memukul Keane tapi tak urung, karena Keane dengan reflek cepat menghindar. Sehingga pukulan Delvin mengambang menganai udara.Â