
🖤
Derit pagar rumah mengisi hening nya tengah malam. Sosok pria jangkung dengan setelan hitam dari ujung kepala hingga kaki sedang mendorong motor besarnya kedalam rumah yang sebenarnya tak layak untuk dibilang rumah berpenghuni.
Karena sangat jelas sekali kotor, berdebu, rumput liar memanjang hingga atap, dedaunan jatuh menumpuk tak tentu arah dan jangan lupa cat yang mulai berganti karena saking tuanya dan lama tak berpenghuni, juga bangunan yang terkoyak menambah kesan horor rumah itu.
Sagat cocok untuk dibilang rumah hantu. Bagi si penakut dan tidak berlaku untuk pria yang tengah sibuk dengan aktifitas menghisap nikotin itu, setelah meletakkan motor jadulnya.
Pria itu seperti biasa tak pernah absen untuk barang sehari singgah di tempat itu.
Kalian mungkin bertanya-tanya apa sih yang membuat laki-laki ini berminat untuk singgah di tempat horor ini.
Simpel, pemandangan yang tak ada duanya. Pemandangan yang memperlihatkan dua view sekaligus dalam tempat yang sama.
View jalanan sudah biasa tapi apakah kalian pernah melihat pemandangan dengan lampu jalanan kota yang ramai, dengan pantai memanjakan mata yang melihat dan jangan lupakan gunung kecil yang mengisi keindahan pemandangan malam maupun siang sama-sama indah untuk dilewatkan.Â
__ADS_1
Sudah berapa kali laki-laki itu menghirup asap tak menyehatkan tapi disisi lain sangat menenangkan untuk sesaat.Â
Kaos lengan pendek tanpa jaket yang menyelimuti tubuhnya dari hawa dingin menusuk kulitnya tak dihiraukan. Celana ripped panjang membalut kaki jenjangnya dipadukan dengan sepatu converse basic memberi kesan pria misterius bersatu dengan gelapnya malam hari ini.Â
Tidur tanpa alas dengan tangan yang masih saja sibuk dengan benda berasap itu, dengan satu tangan lainnya menumpu kepala belakang sebagai bantai.Â
Tak memperdulikan baju yang akan kotor ia malah terlihat nyaman dengan situasi saat ini.Â
Jalan hidup tidak bisa ditebak alur apa yang akan manusia hadapi.Â
Jika bumi bisa berbicara mungkin kita sudah meminta bumi untuk hal apa yang membuat ia terus hidup. Agar manusia-manusia yang lelah dengan hidupnya tetap bertahan sampai Tuhan sendiri yang akan turun tangan.Â
Keane nama laki-laki yang kita sedang kita bicarakan ini, laki-laki yang saat ini terdiam bisu menatap langit yang sepi tanpa bintang bulan yang seharusnya ikut andil mempercantik langit malam.Â
🖤
__ADS_1
Sesampainya Keane dirumah ia segera mandi karena seharian ini lumayan menguras tenaga dan pikirannya.Â
Duduk di depan lukisan salah satu lukisan yang sampai saat ini belum selesai ia kerjakan dan dan masih menggantung entah sampai kapan ia akan memulainya kembali.Â
Mengambil kanvas baru yang tak terlalu besar menggantikan posisi dimana gambar yang tak kunjung selesai dipindahkan di sudut ruangan tak jauh dari ia tempat ia melukis.Â
Mulai melukis dari tema yang sudah di request oleh si pembeli. Jika kalian pikir ini adalah pekerjaan utamanya, kalian salah ini adalah pekerjaan sampingan atau untuk zaman sekarang disebut freelance.Â
Jangan salah pekerjaan sampingannya ini memiliki nilai jual yang mahal lo.Â
Karena Keane tak asal coret mencoret, memasukkan warna tapi ia juga merasakan apa yang sedang ia lakukan agar lukisan ini bisa memiliki nilai seni yang berbeda dari lukisan diluaran sana.Â
Sikapnya yang begitu perfeksionis dan teliti itu membuat ia sangat disegani dan tak jarang orang mengira ia manusia es tersadis.
Sebenarnya melukis hanya hobinya saja tapi banyak dari teman dekatnya yang mendukung untuk dijadikan sebuah ladang cuan.Â
__ADS_1
Awal Keane tidak mau dan tak ingin orang luar tau jika ia memiliki hobi melukis. Dan juga untuk apa Keane repot-repot melakukan hal tersebut karena ia memang sudah terlahir dari keluarga kaya dan terpandang.Â
Tapi entah mengapa Keane memberanikan diri untuk melakukan saran dari temanya itu, ya mungkin Keane memiliki alasan yang kuat hingga sekarang banyak yang ingin memesan lukisan dari jasa nya itu.Â