
Perjalanan menuju rumah harus tertunda dulu, karena si empunya ingin singgah sebentar di tempat biasa ia datangi, salah satu tempat favoritnya.
Langit sepertinya tak mendukung suasana Keane yang hari ini sangat cantik dibumbui dengan seisi langit hadir untuk meramaikan keindahan langit di malam hari.
Membahas kejadian tadi pada saat acara persahabatan ia jadi teringat dengan salah satu tamu dan antek-anteknya dengan sengaja menandatanganinya dan Keane juga sedikit beradu cekcok dengan ketiganya.
Tak habis pikir masalah yang ia kiri sudah benar-benar selesai, masalah yang sudah lama ia lupakan muncul dengan si terlibat.
Muncul tanpa ia kira akan terjadi lagi.
Masalah yang merambat hingga orang terdekatnya terkena imbasnya.
Jika dipikir-pikir kemana orang iu setelah kejadian itu selesai, pergi kemanakah orang itu hingga baru sekarang ia melihat batang hidungnya setelah sekian lama.
Sedikit terkejut dengan kehadiran dari seseorang yang menghampirinya tadi.
Masih sama dan mungkin akan tetap seperti itu. Tak berubah sama sekali.
Entah untuk apa orang itu muncul lagi.
Akankah ia akan mulai sering terlibat dengan orang itu, seperti dulu.
Tapi Keane pastikan itu pertemuan itu akan segera terlaksana cepat atau lambat Keane pastikan ia pasti sudah siap dan benar-benar siap dengan pertemuannya lagi.
đź–¤
Pagi seperti biasa hari-hari ia habiskan di kantornya, Aya kini sibuk dan tambah sibuk karena akan ada launching brand baru di kantornya.
Hari-hari biasa saja sudah membuat ia sibuk ditambah ada acara ini tambah sibuk plus pusing jadi satu.
Dan semua orang dikantor berubah menjadi sangat sensitif kali ini mungkin efek dari acara yang akan dihadiri oleh presdir dari pemilik perusahaan ini.
Demi acara yang sempurna dan tertata sampai akhir acara tanpa adanya keteledoran sedikitpun.
Bagaimana tidak Aya hanya bertanya untuk sedikit merubah sedikit script dari acara itu tapi malah kena semprot karena sudah mengejek script yang telah teman kerja Aya itu lakukan.
Padahal ia hanya sedikit memberi saran untuk kepada rekanya itu.
Dan kalau kalian kira itu hanya terjadi diruangan Aya saja, kalian salah seluruh penghuni di gedung ini seperti kebakaran jenggot.
__ADS_1
Benar-benar menakutkan bagi Aya.
đź–¤
Aya hari ini sedang terdampar di pinggir jalan karena motor kesayangan rusak.
Motor matic pemberian ayahnya itu sepertinya ada masalah di bagian mesinnya.
Karena Aya tadi juga sudah menggunakan cara yang sama saat motor itu rusak atau mogok, dan biasanya pun akan langsung nyala jika ia menggunakan cara seperti yang Ayahnya ajarkan tapi sekarang cara itu tak mempan samasekali di motornya ini.
Mungkin motornya itu perlu masuk ke bengkel dan mungkin itu tidak mungkin hanya sekedar mogok tapi lebih parah.
Dan terjadilah Aya yang saat ini sedang duduk selonjor meratapi teman seperjuangannya a.k.a motornya itu tidak berfungsi.
Ia sudah akan menelpon Ayahnya tetapi ponselnya itu tak bersahabat dengannya karena baterai handphonenya yang habis tak tersisa barang sepeserpun.
Mencari taksi di daerah ini pun sudah ia lakukan ojek yang biasanya ada di pertigaan ini pun entah hilang kemana.
Sudah setengah jam ia hanya duduk dengan melasnya di pinggir ruko dengan sepeda matic di sampingnya.
Karena diam pun hanya membuang-buang waktu dan tidak berguna sama sekali ia akhirnya mengalah dengan menuntun sepeda motornya untuk sampai ke rumah.
Karena ia harus cepat-cepat sampai dirumah, karena ia sangat telat dari biasanya ia pulang.
Yang seharusnya ia sudah bisa sampai dirumah pukul 9.15 dan menikmati kasur empuknya di rumahnya.
Tapi sekarang jam menunjukkan pukul 10.55 hampir jam 11 malam Aya masih ada dijalan dan naasnya ia juga harus menuntun motor kesayangannya.
Tak mungkin ia tinggal begitu saja kan.
Lelah dan mengantuk pun ia mulai rasakan tapi rumahnya itu belum terlihat bahkan ujung dari jalan menuju rumahnya pun tak terlihat oleh pandangannya.
Meminta temannya si mungkin sudah bermimpi dengan pria halunya, karena setiap hari teman itu selalu menceritakan mimpinya itu dengan template yang sama.
Selalu dengan pria tampan yang baik hati dan selalu memperlakukan nya dengan manis.
Sebagai teman yang baik Aya hanya bisa mendengarkan cerita yang tentunya hanya bunga tidur dan itu hanya terjadi mimpi nya saja.
Pernah dulu Aya menyinggung tentang pria pujaanya yang ada di mimpi bahwa itu hanya bunga tidur saja.
__ADS_1
Tapi malah temannya itu mengatakan kalau Aya sangat jahat dengannya dan berakhir ia harus di diami oleh temanya yang gila dengan pria khayalannya itu.
Maklum ia sama sekali tidak dekat dan bahkan belum pernah melakukan hubungan spesial dengan pria, pacaran.
Makanya temanya itu selalu dan tak pernah absen untuk menceritakan tentang pria khayalannya itu.
Bahkan Aya bisa menebak alur cerita yang akan temanya itu ceritakan, sangat template.
Ngomong-ngomong tentang kondisi Aya saat ini, masih dengan sepeda motor kesayangannya.
Masih menuntun bahkan ia ingin sekali tidur di jalan karena terlalu lelah dan mengantuk.
Pasti Ayahnya di rumah mengkhawatirkannya, karena anak perempuannya belum juga pulang.
Entah mungkin efek lelah dan mengantuk Aya merasa sepeda motor yang ia dorong terasa seperti ada seseorang yang mendorong.
Maksudnya ada seseorang yang membantunya, karena Aya merasa lebih ringan saat mendorong motornya kali ini.
Atau mungkin hanya perasaan nya saja karena ia terlalu mengantuk untuk hanya sekedar mengecek apakah benar ada seseorang yang membantunya.
“Mba!”. Suara bass datang dari belakang membuat spot jantung.
“Anjing!”. Karena kaget Aya sampai harus mengumpat dan melepaskan motor yang dituntun nya. Menghindar dari seseorang di belakangnya itu.
Alhasil motor maticnya itu pun jatuh tersungkur ke aspal dan seseorang dibelakangnya tadi hanya mendorong pijakan motor matic Aya tidak benar-benar turun dari motornya.
Jadi otomatis yang memegang hanya Aya tidak dengan seorang pria dibelakangnya yang mengagetkannya tadi.
Diam tak tahu ingin melakukan apa, Aya masih diselimuti dengan suara bass dari pria asing ini.
Tiba-tiba muncul tanpa tanda apapun, ya salahkan saja Aya karena terlalu asyik dengan dunianya.
Terlalu lelah dan mengantuk mungkin sampai tak merasakan bahwa ada seseorang yang membantunya mendorong motornya.
“Lah?, Mba amankah?”. Tanya pria asing ini dengan entengnya terucap, karena melihat wanita di depannya hanya diam mematung dengan mata yang tertuju padanya.
Tanpa peduli dengan wanita di depannya pria asing tadi langsung membantu mendirikan motor Aya yang tadi tergeletak begitu saja di aspal.
Yang dilakukan Aya hanya diam dan mematung entah apa yang dipikirkan wanita ini.
__ADS_1
Sampai tak tau jika pria asing itu berada tepat di depannya sambil melambaikan tangan ke arah wajahnya.
Dan tak sia-sia siempu dengan cepat menyadarkan diri dari lamunan panjangnya.