GADIS MISTERI

GADIS MISTERI
-


__ADS_3

đź–¤


“Lah?. Ucap pria asing itu sekali lagi karena terlalu absurd dengan sikap wanita di depannya ini.


Tiba-tiba saja wanita ini berjalan menuju motor maticnya, setelah tersadar dari lamunannya.


Tanpa berucap sepatah katapun dan juga mengucap kata sesimple terima kasih pun tidak terucap.


Padahal ia sudah sudah rela membantu tapi yang dilakukan wanita itu hanya diam dan menuntun kembali motor matic yang baru saja ia dirikan.


Benar ya kalau wanita itu selalu benar.


Keane baru saja tertampar dengan slogan itu mulai sekarang.


"Makasih kali". Sindiran itu ia buat untuk wanita yang di depannya.


" Udah dibantu nih! , gak ada makasih atau apa gitu kek? ". Ucapnya sekali lagi


" Wah parah sih". Terheran karena wanita tadi hanya diam membisu.


"Woy mbak! ". Keane dengan segera menuju wanita tak sopan itu.


Menarik tangan wanita itu guna untuk meminta alasan saja mengapa wanita ini bersikap tak sopan.


" Ets, mau kemana lu?, huh! ". Ucap Keane setelah berhasil mencegat wanita ini.


" Apa sih! ". Ucap wanita ini.


Kena kau!


Keane menyeringai karena mangsanya berhasil tertangkap.


Karena ia sangat penasaran dengan wanita didepan ya ini.


Menatap bengis ke arahnya dan pun berusaha melepaskan cengkraman dari tangan nya.


Menarik.


Seketika kata itu terlintas setelah melihat dengan jelas wanita ini.


"Hey!, anda sangat tidak sopan sekali tuan!. "


Ucap wanita ini lagi dengan formal.


Sebenarnya tadi Keane ada sedikit memegang dagu wanita ini. Hanya sedikit oke.


Karena merasa terancam wanita ini tiba-tiba saja memukul area sensitifnya dengan dengkulnya.


“Anjing!!”. Maki Keane saat merasakan pusakanya ditentang dengan sangat kerasnya.


“Adek gue anjing!, goblok!!”. Masih merasakan sakit yang luar biasa sambil memegang area sensitifnya.


:


Alhasil itu membuat sang empunya atau korban dari kejadian ini merintih kesakitan dengan posisi tubuh yang sudah terduduk sambil terus memegang senjatanya ini.


Dan itu menjadi peluang besar bagi wanita itu melarikan diri dari jangkauan pria hidung belang ini.

__ADS_1


Kali ini Keane akan membiarkannya pergi.


Tunggu saja.


Wanita apa itu sudah tak tahu terimakasih dan sekarang ia terkena serangan dahsyat dari wanita itu.


~


Salah satu kegiatan yang tak pernah Keane tinggal adalah merokok sejak waktu itu.


Keane jadi perokok aktif sekarang. Hari-hari selalu dengan rokok di tasnya.


Kejadian pahit yang membuat ia melampiaskan dengan hal yang tidak sehat. Dulu keluarga Keane selalu menerapkan hidup sehat entah itu perihal makanan atau pun gaya hidup.


Yang wajib melakukan olahraga apapun itu.


Menghirup nikotin dengan keras dan perlahan bibir itu mengeluarkan asap putih melebur dengan udara.


Dingin menyapa kulit telanjangnya, tubuh yang kini ber[ sedikit berkeringat karena ia sehabis berolahraga sebentar.


Tubuh yang kini


Hari ini seperti biasa Keane berada di tempat apartemennya.


Ia sudah lama memiliki apartemen dan tinggal sendiri, sudah biasa baginya.


Justru sekarang ia sangat suka dengan kesendirian.


Kadang jika ia sudah bertemu dengan sahabatnya itu, ia merasa tak sendirian lagi.


Seolah-olah ia lupa bahwa ia juga berteman dengan kesendirian dan kesunyian dari dulu.


Masing dengan sebatang rokok di tangannya dan mulut yang tanpa henti menghisap dan mengeluarkan asap ini.


Keane jadi teringat dengan sosok wanita yang ditemuinya di jalan, berniat membantu karena kasihan melihat wanita yang menuntun motor sendirian pula.


Berujung ia harus memasrahkan diri menjadi sasaran amuk wanita itu.


Wajahnya yang tak begitu asing itu yang membuat Keane tak melepaskan begitu saja saat wanita itu ingin kabur.


Tadinya ia hanya murni membantunya saja, tapi saat ,melihat lebih jelas wajah wanita itu.


Sepertinya ia pernah bertemu dengannya.


Tapi jauh dari apa yang dipikirkan saat ini.


Wanita itu cukup menarik bagi Keane, dilihat dari pakaian yang dikenakan tadi.


Sepertinya wanita itu sudah bekerja dan mungkin saja lebih tua darinya.


Pusing karena terlalu memikirkan wanita itu.


Keane yang mulai merasakan dingin mulai menyudahi aktivitas merokoknya. Dan bergegas mandi.


Karena tak mau menyium bau tak enak saat tidur.


Tak masalah baginya mandi di malam hari memang tak baik untuk kesehatan.

__ADS_1


Tapi apa pedulinya, jika mandi ia akan merasa nyaman saat tertidur.


Padahal jam sudah menunjukkan hampir pukul satu malam, tak menjadi alasan Keane untuk tak mandi.


~


Delvin memacu motor sport dengan kencang, motor hitam metalik dengan garis putih di setiap sisi motornya menambah kesan paling menonjol diantara kendaraan lainnya.


Tentu saja pandangan itu tak luput dari pengendara lain maupun pejalan kaki yang memfokuskan perhatian pada sosok pengendara motor sport hitam yang melewatinya.


Tidak perlu waktu lama untuk Delvin bisa sampai di kampus, dengan motor sport kesayangan dimanapun itu kapanpun pasti akan cepat sampai.


apalagi Delvin yang memang jago dengan hal menaiki motor, ia juga pernah ikut balapan atau semacamnya itu.


Jadi ia sudah terbiasa dengan jalanan.


Delvin yang tadinya sudah berniat akan membolos kuliah hari ini tidak jadi.


Akibat teman laknatnya itu akan mengunjungi kediamannya.


Delvin adalah sosok paling privasi di antara kedua temannya. Ia akan membagikan cerita jika ia ingin saja.


Atau kadang ia akan menceritakan kepada kedua temanya.


Keane dan Ethan saja hanya mengetahui sedikit dari banyaknya hal yang Delvin punya.


Apalagi orang lain yang baru kenal atau pun sudah Delvin kenal bahkan.


Dan jangan harap Delvin akan dengan suka rela menceritakan masalahnya dengan detail kepada kedua temannya.


Ia hanya menceritakan garis besar dari masalahnya, selebihnya mereka berdua hanya mendapat hikmahnya saja.


Bukanya Delvin bersikap jahat atau ia tak menghargai kedua sahabatnya, hanya saja Delvin memang tipe orang yang tidak suka mengumbar apapun itu mengenai kehidupannya.


Ia saja jarang memposting sesuatu di platform digital manapun, tapi meskipun begitu ia banyak diikuti di media sosial.


Tapi dibalik sikap tidak pedulinya itu, Delvin adalah sosok paling peduli di antara mereka berdua .


Tipe anak yang cuek tapi sebenarnya sangat peduli itulah Delvin, sisi manisnya itu akan keluar jika ia bertemu dengan orang-orang tertentu.


Hanya bapak Delvin yang tahu kapan itu akan terjadi, kita tunggu saja.


Tak perlu waktu lama untuk Delvin sampai di kampus.


Setelah selesai dengan memarkirkan motor sport dan melepas helm, ia mulai berjalan menuju kantin sekolah.


Karena kedua temannya itu sedang berada disana katanya di pesan singkat dari Ethan.


Di perjalan menuju ke kantin sekolah Delvin berpapasan dengan salah satu dosen wanita muda.


“Pagi Delvin”. Sapa guru muda dengan senyum lembut yang ditujukan pada Delvin.


Tapi sayang seribu sayang Delvin hanya diam membisu bahkan mungkin ia tak merasakan keberadaan guru muda itu.


Senyum yang tadinya selembut dan secerah pagi ini, pudar dengan begitu cepatnya.


Karena sang empu yang hanya melewatinya, menoleh padanya pun tidak.

__ADS_1


Entah sampai kapan ini akan berakhir.


__ADS_2