
Pusing lelah ingin mengistirahatkan tubuh yang lama duduk berdiam dengan posisi tangan yang lagi-lagi masih bermain dengan keyboard.
Dengan fokus gadis berambut coklat tua itu masih terus berkutat dengan benda kesayangannya. Menghiraukan perut berkoar ingin meminta jatah makan siangnya, lebih tepatnya jatah sarapan dan juga makan siangnya.
Berkorban demi sebuah kertas yang akan menjadi sebuah mata uang untuk kebutuhan sehari-hari. Aya, gadis itu rela tak makan dan siap bermalam di kantor seperti hari-hari nya.
"kau ini, ingin mati ya!". Gadis berambut panjang dengan blouse peach tadi datang dengan membawa sebuah map di tangan kirinya.
"makan Aya, aku sudah membelikan mu makan tapi kau malah mengabaikannya dengan dalih ya nanti, akan ku makan tak lupa ekspresi menye-menye bermaksud mengejek Aya yang tadi gadis itu katakan seusai gadis berambut panjang tiba dari kantin untuk menitipkan makanan untuk gadis yang sekarang ini masih dengan aktivitas favoritnya.
Menepuk kencang map yang dibawanya kepada gadis yang saat ini masih saja duduk tanpa mengalihkan pandangan sekecil pun untuk rekan kerjanya yang sangat beruntung ia diperhatikan oleh temanya itu.
"aww, kau ini tidak lihat ya aku sedang apa ha!." Jawab Aya yang syukurnya kali ini mengalihkan fokusnya kepada temanya.
__ADS_1
"tidak." Sangat menjengkelkan melihat tampang temannya yang sama sekali tidak merasa bahwa ia melakukan tindakan kekerasan padanya.
Sangat dramatis ya memang siapa peduli, itulah yang dirasakan Aya untuk menarik simpati temanya itu.
"cepat makan atau kau ku adukan, jika Chaaya Raveena tidak melakukan tugas yang sebenarnya kepada bos galak itu. " Kata Fia dengan nada mengejeknya.
Zafia Yudistira teman yang dari kemarin sangat cerewet dengan Aya.
Sepertinya akan ada sedikit penjelasan mengenai mereka berdua.
Wanita 27 tahun yang mendedikasikan hidupnya untuk perusahaan tercintanya.
Selalu sibuk dengan tumpukan kertas yang menggunung, dan tak pernah absen dengan omelan manager bahkan pernah suatu waktu Aya mendapatkan kritik pedas dari Bapak Direktur Utama. Prestasi yang wajib diberikan jempol atas kerja kerasnya.
__ADS_1
Begitupun teman seperjuangannya siapa lagi kalau bukan gadis cerewet tapi perhatian dengan Aya.
Fia, Zafia Yudistia wanita yanga lebih muda seminggu dengan Aya. Tak beda jauh dengan sahabatnya Aya.
Fia juga sama saja dengan Aya di kantor tapi Fia masih dalam tahap wajar jika terjadi sesuatu dengan tugas nya di kantor Fia akan sesegera mungkin merevisi file yang salah oleh manager sebelum langsung diserahkan kepada direktur.
Berbeda dengan Aya yang dengan percaya diri setinggi langit ke 7, tanpa memberikan saran kepada manager produksi Aya langsung saja menyerah kepada direktur.
Dan apabila ada sesuatu yang salah dengan berkasnya, yang membuat direktur harus memberikan siraman kalbu karena tidak sesuai dengan apa yang direktur mau otomatis seisi kantor akan mendapatkannya juga kan.
Begitulah mereka berdua selalu dan sepertinya wajib membuat seisi kantor mendapatkan sempor dari Bapak Direktur.
Hanya saja Fia belum pernah dan dia tidak ingin juga sih bertemu langsung dengan Bapak Direktur nya.
__ADS_1
Cukup dari saya Terima Gaji- autor.
🦋