Gadis Seruling Dan Lelaki Prajurit

Gadis Seruling Dan Lelaki Prajurit
ikhlas


__ADS_3

10.


Seorang lelaki berkaca mata, perperawakan sedikit buncit dan tidak terlalu tinggi datang masuk ke dalam ruang jenazah


“selamat pagi tuan, ada yang bisa di bantu?” tanya dokter itu


“susilo…” ucap rangga menelisik lelaki itu


“ya saya…” jawab dokter itu tersenyum ramah


“apa pendapat anda dengan luka luka yang ada pada korban ah tidak,pada mayat ini dok?” tanya rangga santai


“itu korban kecelakaan” jawab dokter itu singkat


“kecelkaan dari mana ya,kalau saya boleh tahu?” tanya rangga menatap lekat dokter itu


“kami sudah melakukan fisum pak,dan korban d katakan korban kecelakaan” jawab dokter itu cepat


“kalian tersertifikasi dari sekolah mana?” ucap rangga menahan emosi


“maaf?” bodoh dokter itu


“orang bodoh sekali pun tahu ini korban pembunuhan!dokter apa apaan kau ini!!!” marah arga setengah teriak dengan lelaki itu


“maaf,ini kesaksian para medis, mohon jangan di ganggu gugat” jelas dokter itu


Buk buk buk


Rangga tak bisa menahan emosi sejak melihat dokter itu

__ADS_1


“ini akibat dari kesalahan mu memberi pernyataan padaku!” ucap rangga marah memegang kerah baju dokter itu


“aku begitu banyak emosi yang belum di tumpah kan. Aku akan memaafkan kejadian ini, tapi jangan harap kau bisa selamat untuk kejadian ke dua.ingat,nama ku RANGGA HAMZAH. Jangan pernah lupa!” ancam nya ringan lalu melepas genggamannya pada kerah dkter itu


Bagaimana pun, rangga seorang prajurit negara,tahu seluk beluk bagimana seorang korban pembunuhan.pembodohan dengan itu semua, omong kosong bahwa itu adalah kecelakaan! Ucap nya terus dalam hati


Mau bagaimana pun, rika sudah meninggal.rangga tak bisa menyalahkan takdir karena memang begitu lah takdir bekerja


Ia tak bisa melukai para medis, karena disamping rangga membela negara, ada para medis yang memberi pelayanan kesehatan pada masyarakat.mereka sama sama mengayomi dan harus tunduk pada pemerintah.


** ** **


Tepat,hari itu juga,rika di bawa pulang kekediaman papa mamanya dan di makam kan di TPU yang tak jauh disana.semua orang terpukul bahkan sangat terkejut saat mendengar rika meninggal karena kecelkaan.


Banyak kejanggalan dari kematian rika…


Karena memang masih suasana duka, akhir nya rangga hanya membiarkan hal itu berlalu..


Tak mau melebih lebih kan sedih dan emosi di lingkaran eluarga rangga dan rika.


“om,tante…meski rika sudah kembali ke tempat kita semula berasal, rangga ga mau om dan tante sedih.rangga udah anggap om dan tante sebagai orang tua ke dua rangga.jangan sungkan dengan rangga om, anggap rangga sebagai anak kalian juga. Meski rika seorang perempuan dan rangga lelaki, kami ga ada bedanya m.kami sama sama mencintai kalian,menganggap kalian orang yang spesial di hati kami.jangan sedih terlalu larut om,tante…” ucap rangga saat pulang dari TPU.


Benar, rangga sudah menganggap mereka sebagai orang tua ke 2.


Ke esokan hari nya, rangga sudah kembali ke kamp pelatihan di kotanya.


Dia bisa hilang dari sedih nya kalau dia bisa menyibukkan diri nya dengan hal yang lebih bermanfaat.


Berlatih, bermain bela diri atau juga melatih kebugaran fisik dan otot otot nya. Sesekali ia teringat dengan wajah rika yang tersenyum.

__ADS_1


Enggan sekali rasanya membiarkan gadis yang dia cintai pergi lebih dulu. Meninggal kan semua cita yang sudah di rancang bersama dan tingal sendiri dengan hati yang masih memuja pada dia seorang saja.


“bro…jangan terlalu sedih” ucap saka teman se pelatihannya


“sedih sih bisa,tapi jangan terlalu di larutin” ucap saka sambil menepuk bahu rangga


“ia..” jawab rangga singkat


Seminggu sejak kepergian rika,rangga begitu sering menemui papa dan mama rika.membawa kan mereka sedikit makanan setidaknya untuk meredakan sedih mereka…


“terima kaasih nak” ucap kedua paruh baya itu


“jangan sungkan om,tante” jawab rangga


“jangan berharap dengan rika lagi nak, cari lah seorang yang bisa menggntikan rika di hati mu. Kabari kami kalau kau sudah menemukan pilihan hati mu” ucap mama rika


“ia tan..inshaallah” jawab rangga sendu


“bagaimana pun,aku juga harus mencari pengganti rika…karena rika tidak mungkin lahir lagi dan mau menerima ku kelak ketika sudah menjadi tua bangka” batin rangga tetapi tersenyum dengan wanita dan lelaki itu


**


**


**


Salam hangat


Ismi hana rizky

__ADS_1


__ADS_2