Gadis Seruling Dan Lelaki Prajurit

Gadis Seruling Dan Lelaki Prajurit
hak dan kewajiban


__ADS_3

31.


“kau memesan ini semua?” tanya kia pada rangga yang saat ini tengah menarikkan kursi untuk kia


“mungkin akhir akhir ini aku akan cukup sibuk, jadi akan jarang bersamamu” jujur rangga


“apakah ini tidak cukup mahal?” tanya kia melihat sajian makan dan tempat mereka sekarang berdua


“kita ini kan sedang pacaran” ucap rangga mengedip kan satu mata nya


“dasar,,hahaha” tawa renyah kia berhasil lolos


“happy birthday…” ucp rangga memberikan sebuah bunga pada kia


“happy birthday? Bagaimana abang tau kalau hari ini ulang tahun kia?” tanya kia terkejut


“ulang tahun pasangan bukan kah harus di ketahui pasangannya?” tutur rangga polos setelah mencek nya tadi di internet


“HAL HAL ROMANTIS UNTUK PASANGAN”


“hahaha,, ia juga.terima kasih” ucap kia tersenyum hangat pada rangga


“hanya ucapan saja?” tanya rangga


“jadi?apalagi?” tanya kia


“hadiah ku mana?” tanya rangga


“untuk apa?” tanya kia berpura pura polos


“ah…. Tidak jadi”ucap rangga kesal dan merengut dengan kia karena menurut rangga, kia tidak tahu bahwa mereka lahir di waktu yang sama


“ya sudah. Mari makan” ucap kia menahan tawa dengan wajah cemberut suami nya


Mereka makan malam dengan kondisi yang cukup romantis. Sebuah makan malam di area perbukitan, ditambah lampu kerlap kerlip dari pemukiman warga, juga nikmat nya makanan yang ada di atas meja mereka.


Mereka saling bertukar suara, bererita dan tertawa.rasa nya, kia sudah begitu kenal dengan lelaki ini karena apapun yang di tanyakan kia, pasti dijawab rangga, begitu pun sebalik nya.


Mereka kembali ke rumah setelah makan malam mereka, mungkin seminggu ke depan adalah hari terakhir mereka disini, karena rangga sudah membeli sebuah apartemen untuk mereka tinggali.


“hei…abang masih merajuk dengan ku?” tanya kia sesaat sebelum rangga masuk ke kamar mandi


“merajuk akan apa?” tanya rangga seolah olah dia biasa saja


“merajuk ya merajuk…” ucap kia sok acuh padahal dia sudah menyiap kan sebuah hadiah untuk suami nya itu


“istri ku sungguh tidak peka ya allah” ucap rangga dramatis membuat wanita itu terkekeh melihat ekspresi lelaki nya.


“bang hamzah, kemari lah…” panggil kia


“untuk apa?” tanya rangga

__ADS_1


“kemari saja…” ucap kia memaksa yang kemudian rangga sudah berdiri di depan gadis itu.


“apa?” tanya rangga


“tutup mata dulu…” pinta kia


“sudah..” ucap rangga


“nah sekarang buka” ucap kia setelah mengambil sebuah mini cake dari gudibag yang di bawa nya dari rumah sakit tadi


“ini apa?” tanya rangga bingung


“tentu saja kue ulang tahun!” ucap kia geli melihat ekspresi rangga


“ohhh” ucap rangga


“ohhh?” tanya kia dengan kesal


“terima kasih” lanjut rangga datar saja


“abang ga romantis ih!” kesal kia yang lalu meletakkan mini cake tadi di meja samping ranjang mereka


Rangga yang memang polos dan ber oh ria mendadak bingung oleh kia


“hei…kau merauk?” tanya rangga duduk di samping kia


“entah lah!” jawab kia kesal


“klau mau merajuk, merajuk saja” ucap rangga tak terlalu acuh


“jadi aku harus bagaimana?” tanya rangga


“seharusnya abang tadi terkejut atau berbinar gitu pas aku kasih mini cake ini!” ujar kia masih kesal


“wah, aku sangat terharu dengan mini cake yang kau beri untuk ku” ucap rangga mempraktikkan apa yang di katakan kia


“telat bang telatttt” ucap kia lalu memberi kue tadi


“habis kan!” ucap kia lalu membelakangi rangga dan tidur


“aku tidak suka kue ini kia…ini membuat ku sakit perut” ucap rangga tetapi di hirau kan kia


“kia ga mau tau!pokok nya cake itu harus habis, kalau tidak, kia ga bakal izinin abang kemana aja” ucap kia menuntut


“jadi, kalau aku memakan habis cake ini, aku bisa meminta apapun padamu?” tanya rangga


“hemmmm,, tentu saja..!” ucap kia tak ragu


“apapun?” tanya rangga


“apapun!” ucap kia yakin

__ADS_1


“termasuk hak ku?juga kewajiban mu?” tekan rangga


“ya!....ehhhhhhh” ucap kia menyadari apa yang di katakan rangga bangkit dari tidur nya


“habis!” ucap rangga dengan cepat menghabiskan cake tadi. Cake itu hanya lah makanan kecil yang sangat sebentar di habis kan. Apalagi dia itu seorang prajurit, untuk makan 5 menit dengan makanan 3 piring saja sanggup, apalagi kue sekecil ini!


“ehhhhhhhhhhh” teriak kia menyadari kata kata rangga ‘HABIS’


“aku mau apapun” ucap rangga menekan kia di ranjang itu


“apapun…” lanjut rangga berbisik di telinga kia


“bangggggg, please no…” pinta kia


“kau sudah berjanji dengan ku!” ucap rangga menekan kia


“panggil nama ku saja” lanjut rangga


“apakah aku akan di lepaskan?” tanya nya


“tergantung…” jawab rangga


“tergantung apa?” tanya kia


“kau mematuhi aku atau tidak” ucap rangga menekan kia terus


“baik baik! Aku akan menuruti abang” ucap kia


“panggil nama ku” ucap rangga


“hamzah…” ucap kia menutup mata


“nama lengkap ku!” tegas rangga


“ra… rangga Hamzah!” ucap kia membuka matanya yang kemudian, pupil mata kia itu sudah melebar seperti besar nya bulan purnama


Ya,


Rangga merenggut ciuman pertama wanita itu.


Dan tentu saja, dengan senang hati rangga memberikan ciuman pertama untuk wanita pertama nya


Kia yang pertama kali merasakan hal ini, tak bisa berkata atau berbuat apa, selain menerima rangga,, suami nya untuk di berikan HAK


**


**


**


bantu like dan komennya ya guys

__ADS_1


salam hangat


ismi hana rizky


__ADS_2