Gadis Seruling Dan Lelaki Prajurit

Gadis Seruling Dan Lelaki Prajurit
Terima kasih sudah menjadi hidupku


__ADS_3

27.


Pagi hari tiba,


Kia segera tersiap bangun dari tidur nya lalu membangun kan rangga


“bang hamzah,,, subuh” ucap kia sambil mengguncang bahu rangga


“hemmm,,, selamat pagi” ucap lelaki itu sembari bangkit dari tidur nya dan bergerak ke kamar mandi dan langsung pergi ke masjid


Kia mengambil sajadah dan mukena putih bersih milik nya. Ia subuh sendiri, dan saat jam 5.30, suami nya itu sudah kembali dari masjid.


“assalamualaikum…” ucap rangga masih canggung karena semalam


“walaikumsalam…sini bang” jawab dan ajak kia lalu memberikan sebuah al quran


“murrotal bareng…” lanjut kia dengan senyum manis nya


“surah?” tanya rangga


Mereka memang sering melakukan ini selama sudah menjadi suami istri


“al hadid aja hari ini…kajian abang udah sampai mana?” tanya kia


“al a`raf kia…” jawab rangga sambil mencari surah al hadid dalam al quran itu.


Mereka memulai membaca ayat tiap ayat dengan saling mengkoreksi


Terkadang,,, kia melupakan panjang pendek ayat yang dibaca nya,sehingga membuat rangga harus menegur nya dengan tetap memanjangkan bacaan nya lalu mengulang kembali sedikit bacaan itu.


“sodakallahul adzim” ucap mereka berdua lalu kia menyalam suami nya


Kia hendak melepas genggaman tangan suami nya itu tetapi di tahan yang kemudian rangga menarik kia lebih dekat dengan nya lalu mencium kening wanita nya itu.


“terima kasih…” lanjut rangga setelah mencium kening istri nya


“untuk?” tanya kia sambil kemudian melipat sajadah milik nya


“mau menjadi surga untuk ku…” jawab rangga dengan tatapan mata berbinar

__ADS_1


“ih. Bang hamzah ada ada aja…” jawab kia tersenyum menjawab tatapan rangga itu


“tidak banyak wanita seperti mu di luar sana kia..”lanjut suami nya


“dokter macem kia dan lebih cantik kan banyak sih bang” jawab kia dengan tawa renyah masih bercanda dan berlelucon pikir nya


“hanya wanita seperti mu lah, yang bisa menjaga aku dari terbakar panas api neraka nanti nya… hanya wanita yang menutup aurat,berbakti pada suami serta berlaku sopan tanpa memandang warna kulit juga jenis kelamin nya” ucap rangga lalu memegang tangan istri nya itu


“sudah menjadi kewajiban juga hal yang pantas di lakukan oleh seorang muslimah pada umum nya bang. Menjaga ayah,saudara lelaki,suami serta anak lelaki nya kelak…kia nggak mau, abang yang udah jaga kia di dunia ini dengan ikhlas dan tulus malah kia bantu dorng sedikit demi sedikit ke jurang neraka karena hijab dan sikap kia yang kurang ajar sama abang” jawab kia sambil menepuk nepuk genggaman tangan rangga


Rangga menarik tangan kia menjadii lebih dekat lagi.


“terima kasih” ucap rangga lalu mencium lama tangan istri nya itu


Antara sadar atau tidak, yang jelas,kia merengkuh hangat kepala lelaki itu dalam dekapan nya di area perut


“bantu kia menjadi istri yang patuh sama abang…patuh sama suami kia” ucap kia


“inshaallah kia..” jawab rangga lalu melepas pelukan hangat istri nya itu


“kita kok jadi pagi pagi sendu gini yah?” ucap rangga menatap hangat ke wanita itu dengan maksud mencair kan suasana yang kata nya sendu. dengan senyuman mengejek pada kia


“hahaha, kamu sih….” Ucap rangga balik menyalahkan wanita nya itu


Di balik itu, setelah degup jantung semalam yang mendebarkan kia itu membuat nya merasa lebih di hargai menjadi seorang istri. Mereka menjadi lebih dekat dan rasanya menjadi lebih saling mengenal


Belajar mengerti satu sama lain, belajar melihat apa yang pasangan suka dan menjadi pribadi yang di sukai meski itu bertolak dari sikap kita.


** ** **


Selesai mengantar kia ke rumah sakit, tanpa mau berlama lama disana, rangga langsung melajukan mobil milik nya ke camp pelatihan yang di pimpin nya itu.


Sudah menjadi rahasia bagi anggota baru disana, siapa yang menjadi pemimpin karena ini bersifat rahasia


Hanya beberapa teman dekat saja, yang tau bahwa rangga sudah menjadi pimpinan dalam satu kompi rahasia yang begitu ditakuti oleh kelompok gangster besar di negeri itu.


Pemimpin kompi itu sangat rahasia, belum pernah tahu siapa dia dan bagaimana rupa nya. Hanya 3 orang yang tau rangga adalah pemimpin komp itu, serta ketua yang memilih nya dulu.


Saka,willy,dan sahabat wanita yang kata nya dulu dan ketua yang memilih nya.

__ADS_1


“haiiiii”teriak saka melemparkan sebuah pistol pada rangga


Rangga dengan sigap langsung menerima pistol itu yang lalu sebuah muncung pistol sudah berada di depan mata nya


Saka yang kemudian menarik pelatuk pistol itu membuat rangga terdiam dan terbodoh dengan apa yang di lakukan sahabat na itu


“apa apa..” belum siap rangga berkata, willy dari kejauhan sudah memfokuskan sebuah titik merah yaitu laser pada area jantung nya


“diam atau kau mati!” ucap saka dengan tatapan membunuh yang membuat lelaki itu tak berkedip dan menatap marah lelaki di depan nya itu


“berdiri tegap!” ucap saka yang menuruti perintah


“gila mereka ini!” batin rangga tak menyangka begitu kurang ajar kedua sahabat nya itu


“jalan!” ucap saka menyuruh dan menendang kaki lelaki itu ke arah depan


“biadap!teman pengkhianat!” gumam rangga sambil terus berjalan sesuai dengan apa yng di minta saka


“tap tap tap…


Rangga dan saka terus berjalan menuju tempat yang di katakan saka


“buka pintu itu dan lihat siapa yang menanti mu disana!” ucap saka yang lalu membuat lelaki itu dengan kesal dan berat hati menuruti permintaan lelaki kurang ajar disamping nya itu


**


**


**


Kira kira, itu situasi apa sih?


Stay reading temen temen


Mohon like dan komen nya yah


Kalau ada yang nge ganjel gitu, kritik atau saran di terima kok


Salam hangat

__ADS_1


Ismi hana rizky


__ADS_2