
30.
Saat ini rangga sedang dalam perjalanan menjemput istri nya, karena memang rangga sedang tidak ada pekerjaan sehingga menunggu kia di lobi basement sambil memainkan handphone milik nya.
“bang hamzah, aku sedang di lift saat ini, tunggu sebentar okay..” sms itu terkirim ke handphone rangga
“aku akan menunggu di lobi basement,” jawab rangga
Sambil menunggu, rangga memainkan musik di dalam mobil nya itu,
Tring tringgg
“misi A32…” sebuah pesan masuk ke handphone nya
“seorang ******* memasang bomb di sebuah rumah sakit Andra Wijaya. Lantai 1, pusat radiologi” lanjut pesan di bawah nya
“KIA!” batin nya segera keluar dari mobil dan bergerak cepat ke dalam rumah sakit
“waktu nya hanya 10 menit.kapt, gunakan kemampuan mu” sambung pesan itu
“dasar kurang ajar!” marah rangga dengan lari secepat nya menuju lift terlebih dahulu.
Setelah beberapa detik, kia yang tadi nya sedang on the way ke parkiran terkejut melihat rangga yang sudah berdiri dengan wajah pucat di depan nya
“bang rangga…” ucap kia yang belum selesai bersuara langsung di tarik tangannya
“rumah sakit ini di teror, di jadikan sumber mencari masalah. Beritahu atasan mu, lantai 1 akan di ledakkan” ucap rangga dengan cepat menarik kia keuar rumah sakit itu dan mengindah kan dia ke tempat yang aman dari sumber radiasi nanti nya
“cepat hubungi, waktu tinggal 6 menit lagi…” lanjut rangga dengan wajah tegang dan pergi meninggal kan kia masuk ke dalam rumah sakit yang seperkian detik sudah melihat 3 sahabat nya dan 2 orang prajurit lainnya sudah bergabung dengan misi.
“segera!” ucap rangga mengkodei willy, dan saka
Dengan gesit, mereka berdua masuk ke dalam ruangan yang sudah di beritahu tadi sebelum nya.
“lex, amankan lantai ke atas seluruh nya. Lumpuhkan setiap ******* yang bergabung dengan mereka” tutur rangga yang kemudian wanita itu bergerak ke atas langsung menetralisir daerah di lantai 2 ke atas.
Alexa dengan sigap, memeriksa dengan cepat, hal yang paling mereka takut kan adalah, ada beberapa ******* yang akan meledakkan bom lebih dari Satu
__ADS_1
“terima kasih” ucap willy setelah saka memberikan senapan dengan peredam sehingga tidak membuat keributan yang lebih
“cepat lah sedikit” ucap rangga dengan hati gusar sambil memperhatikan orang orang yang di curigai nya.
“tangkap salah seorang disana…jangan sampai dia memberikan perlawanan” tutur rangga pada salah seorang teman prajurit nya yang tadi
Pestttttt
“sebuah tembakan sudah di layangkan ke dada seorang yang di duga seorang *******
“kapt, bom ini di rakit dengan sempurna. Kami memerlukan mu” ucap saka menginformasi dari dalam ruang
“segera!” ucap rangga kemudian berlari cepat tanpa memperhatikan atau membuat orang orang disana kawatir
Sampai disana, rangga segera mengeluar kan sebuah toolset yang selalu disediakan di balik jaket nya
“dasar sampah!” ucap rangga tersenyum sini s melihat rangkaian bom itu
“selesai!” ucap rangga hanya menyelesaikan rangkaian itu hanya 25 detik.
“buat dia mengaku, dan lemparkan dia ke ruangan ketua.dia akan menikmati yang nama nya neraka dunia” ucap rangga lalu meninggal kan ruangan itu
“bagaimana?” tanya rangga pada alexa dan ke dua teman lainnya
“aman” jawab mereka bertiga melalui radio telekomunikasi yang sudah di pakai mereka sejak bertahun tahun.
Setelah memastikan semua aman, dan para teror tadi di sembunyikan identitas nya layak nyaseorang pasien agar tidak membuat banyak tanda tanya. Tetapi, setelah memberitahu pimpinan rumah sakit itu sebelum nya
“apa yang terjadi bang hamzah?” ucap kia mendekati rangga setelah keluar dari pintu rumah sakit itu.dengan raut wajah khawtir jug dengan nada suara ang cukup gemetar
“kau ketakutab?” tanya rangga memegang pundak kia
“tidak..” jawab ki terbata
“kemarilah, ikut aku ke mobil.kita pulang kerumah” ucap rangga menghindari topik
“hemmm. Apakah abang punya masalah?” tanya kia penasaran
__ADS_1
“masalah apa? Kenapa muka mu seperti ketakutan saat ini?” tanya rangga memperhatikan wajah istri nya itu
“kenapa abang tadi berbicara seolah olah didalam tadi sangat berbahaya?” tanya kia membuat lelaki itu ingat bahwa tadi dia terlalu cemas
“oh ia, aku terlalu gegabah tadi!” batin rangga
“hemmm,, bisakah kita tidak membahas ini?” pinta rangga membuka kan pintu pada kia
“juga, di dalam rumah sakit tidak ada yang terjadi apa apa bukan?” terang rangga memnta agar kia tidak menanyai rangga
“ia,, tapi..” belum selesai kia bersuara, sebuah telepon masuk ke handphone rangga
“sebentar” ucap rangga menjauh sedikit dari kia
“sudah kau bereskan dengan pimpinan nya juga??” tanya rangga sangat pelan
“bagus!” jawab rangga segera menutup telepon
“ayo ikut aku!” ucap rangga
“kemana?” tanya kia
“makan malam romantis?” tawar rangga
“dengan senang hati” jawab kia dengan senyum dan berusaha tidak bertanya apa apa lagi dengan rangga tentang kejadian tadi
**
**
**
Bagi like dan komen nya yahhhh
Salam hangat
Ismi hana rizky
__ADS_1