
Keesokan harinya.
Sinar mentari menyorot mata Lisa dengan lembut, dia mengucek matanya sembari merasakan tubuhnya sangat lelah sekali. Lisa masih belum sadar jika dirinya sedang ada di sebelah Zico, dia bangun sambil menutup mata pertanda masih mengantuk.
Sampai suatu saat dia menyadari pergerakan di sisi tempat tidur yang lain. Lisa membuka matanya, dia sedikit melirik ke samping kanannya. Seorang pria polos ada di sebelahnya memperhatikan gerak-geriknya sejak tadi.
"Tuan Zico?"
Lisa tersentak kaget karena baru menyadari mereka sama-sama tidak mengenakan pakaian. Dia dengan cepat menutupi pakaian yang polos menggunakan selimut.
"Tidak usah kamu tutupi. Aku sudah melihatnya," ucap Zico.
"Apa yang Tuan Zico lakukan?" tanya Lisa.
Zico bangun, dia dengan santainya berjalan dengan tubuh yang polos tanpa mengenakan sehelai benang satu pun.
"Harusnya kamu berterima kasih padaku karena aku membantumu malam kemarin. Hampir saja kamu dijebak oleh Violet. Jika aku tidak datang maka nasibmu akan jauh lebih buruk dari pada ini."
Lisa menunjukan wajah kesalnya, kehormatannya sudah diambil oleh Zico tanpa persetujuannya. Lisa bangun sembari tetap menutupi tubuhnya menggunakan selimut. Dia dengan kesal menendang kaki Zico dengan kuat sampai Zico tersungkur di lantai.
"Aw...."
__ADS_1
"Ini untuk kehormatan saya. Bagaimanapun kondisi saya jika anda memang baik pasti tidak akan memanfaaatkan kondisi saya yang lemah," ucap Lisa.
Lisa memakai gaunnya lagi, ternyata ini sudah jam 8 pagi. Setelah berpakaian kini dia keluar dari kamar itu meninggalkan Zico di sana. Tentunya Zico sangat geram sekali, dia tak ingin Lisa pergi bergitu saja. Dia lekas memakai pakaiannya dan mengejar Lisa yang belum jauh di sana.
"Lisa, tunggu! Mau ke mana kamu? Kamu tidak bisa pergi begitu saja dariku."
Lisa tak menggubris, ada rasa kecewa pada lubuk hatinya yang paling mendalam. Dia selama ini menjaga kehormatannya namun malah dengan mudahnya dijebolkan oleh Zico. Walau rasa sedih menimpanya namun dia masih menampilkan ekspresi yang biasa seolah tidak terjadi apa-apa.
"Lisa, aku bilang tunggu!" ucap Zico menghentikan langkah Lisa.
Lisa benar-benar terhenti, dia tak ingin menatap Zico apalagi pergumulan panas kemarin masih ada dibenaknya. Insiden kecelakaan itu adalah insiden yang memalukan serta merugikan baginya.
"Apa dengan minta maaf akan mengembalikan semua keadaan? Apa dengan cara meminta maaf kehormatan saya kembali? Anda seorang pria yang tak bermoral dengan seenak hati melakukan itu pada bawahan anda."
Zico memang mengaku salah, dirinya memang sudah khilaf untuk kemarin malam tapi dia berjanji akan menikahi Lisa jika terjadi apa-apa padanya.
"Hilangkan pikiran anda untuk bertanggung jawab. Saya ingin meminta anda bertanggung jawab atas calon istri anda yang menyebabkan saya rugi dan satu lagi, anggap saja tadi malam kita tidak melakukan apa-apa walau hati saya terasa sakit karena mendapatkan perlakuan seperti ini."
Lisa berjalan menjauh dari Zico lalu masuk ke dalam lift, dia sangat kesal sekali karena orang-orang yang ada di sekitarnya sangat jahat. Zico menghela nafas panjang, bagaimanapun caranya dia harus membujuk Lisa untuk menikah dengannya. Zico tidak ingin melepas tanggung jawab begitu saja.
Di dalam lift, Lisa terus mengingat sisa-sisa ingatan malam kemarin yang baginya sangat sial sekali. Ada banyak hal yang tak terduga terjadi termasuk Zico atau jangan-jangan ini adalah bagian rencana dari Zico? Tidak mungkin, ini sangat merugikan Violet dan Violet tidak mungkin membuat dirinya rugi kehilangan pria yang dia idamkan.
__ADS_1
Sesampainya di bawah, Lisa keluar dari sana. Dia melewati tempat yang malam kemarin ramai kini menjadi sepi dan ada para pekerja yang membersihkan sisa-sisa pesta kemarin. Lisa melihat Violet di depan lobi, sepertinya dia tidak pulang ke rumah namun ikut menginap di sini. Violet melirik Lisa, dia tidak tahu jika rencananya gagal begitu saja.
"Hai Lisa, bagaimana malam mu? Menyenangkan?"
Plaaaak....
Lisa menampar Violet, Violet tentunya sangat kaget sekali bahkan Lisa menamparnya sekali lagi.
Plaaak....
"Apa yang kamu lakukan? Kamu tidak tahu jika sedang menampar anak pejabat? Aku bisa memenjarakanmu dengan mudah," ucap Violet.
"Sebelum anda memenjarakan saya, saya yang akan duluan memenjarakan anda. Anda sudah menjebak saya dan membuat saya sangat rugi," jawab Lisa dengan wajah datarnya.
"Sialan kamu!"
Violet menjambak rambut Lisa namun tiba-tiba Zico menghentikannya.
Dia sangat geram pada Violet yang selalu semena-mena dengan wanita lain.
"Kalian pasangan yang cocok yang berhasil memerankan peran masing-masing, sama-sama jahat," ucap Lisa.
__ADS_1