
Sesampainya di rumah ayah Lisa yaitu Morgan Savior, mereka masuk ke teras. Pelayan kaget dengan kedatangan Nona muda mereka karena sudah bertahun-tahun Lisa tidak pulang. Mereka dipersilahkan masuk dan di sana sudah disambut oleh Morgan. Morgan tersenyum kecil dengan kepulangan putrinya ke rumah. Lagi-lagi Lisa hanya menatapnya datar karena sudah merasa bukan anak dari beliau.
"Lisa, kamu akhirnya pulang juga," ucap Morgan.
Tatkala Morgan akan memeluk namun Lisa sudah menghindar terlebih dahulu. Lisa merasa tidak pantas mendapat sambutan dari ayahnya sendiri. Morgan paham karena sebelumnya dia yang sudah mengusir Lisa demi nama baiknya. Morgan pun kini melihat Zico yang berada di samping Lisa.
"Tuan Zico Abraham?"
"Apakah kami boleh duduk?" tanya Zico.
Morgan mempersilahkan mereka duduk di kursi berwarna emas nan empuk. Zico tak mau basa-basi lagi langsung mengatakan apa yang dia ingin sampaikan.
"Maaf jika kedatangan saya kali ini mendadak namun ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu. Saya ingin menikahi Lisa secepatnya."
__ADS_1
Lisa dan Morgan pun kaget, Lisa pun tak mengira jika Zico akan mengatakan itu di depan ayahnya. Lidahnya seolah menjadi kelu dan tidak bisa menyahut ucapan Zico. Morgan pun tak kalah kaget, Zico adalah orang terkemuka di kota sebelah mendadak melamar putrinya.
"Tuan Zico, kamu pasti bergurau. Lisa hanya anak yang akan merepotkanmu apalagi dia memiliki...."
"Bukankah itu bukan kesalahan Lisa? Kamu yang sebagai ayahnya saja dengan tega menjadikan Lisa sebagai penutup aib dan pengalihan isu. Apa kamu pantas disebut sebagai ayah?"
Morgan terdiam saat dipojokan oleh Zico. Ya, dia adalah ayah yang pengecut yang mengorbankan putrinya demi kepentingannya sendiri. Lisa meremas pahanya seolah memendam kekesalan. Ayahnya tidak mengatakan minta maaf kepadanya dan malah membuatnya semakin terlihat buruk.
"Setuju atau tidak setuju saya akan tetap menikahi Lisa karena dia sudah mengandung anakku. Lagi pula Lisa tidak serendah yang anda bayangkan. Lisa adalah sekertaris pribadiku dan dia dua tahun berturut-turut mendapat gelar karyawan terbaik di perusahaan kami. Ini membuktikan Lisa lebih unggul dari adiknya yang hanya bermodalkan dukungan ayahnya," ucap Zico.
"Aleana, segeralah minta maaf dengan kakakmu! Dia tidak bersalah."
Aleana pun heran dengan ayahnya yang mendadak membela Lisa, tentu saja dia tidak mau meminta maaf.
__ADS_1
"Lea! Minta maaflah!" bentak Morgan.
Aleana terkejut dengan bentakan ayahnya. Dia menatap tajam Lisa dan segera pergi dari sana. Morgan menghela nafas panjang, dia meminta maaf dengan sikap putrinya yang tidak sopan di depan mereka. Zico hanya tersenyum kecut sembari memberikan berkas untuk Morgan. Morgan membukanya yang isinya adalah surat pembatalan kerja sama antara kota mereka.
"Tuan Zico, apa maksudmu? Ibumu sudah berjanji akan meneruskan kerja sama ini," ucap Morgan.
"Aku bisa membatalkannya jika kamu tidak merestui kami," ancam Zico.
Morgan menatap wajah Lisa yang sama sekali tidak menatapnya. Sebenci itukah Lisa pada ayahnya? Morgan sangat merindukan Lisa dan ingin meminta maaf namun sayangnya harga dirinya akan jatuh di depan putrinya sendiri. Ya, rasa gengsi mengalahkan semuanya.
"Lisa, kenapa kamu hanya diam saja? Menyapa ayah saja tidak. Sebencikah itu pada ayah?" tanya Morgan dengan mata yang berair.
"Bukankah ayah yang tidak menginginkanku? Ayah yang memfitnah dan mengusirku dari kota ini. Ayah yang jahat dan hanya sayang pada anak keduamu itu saja," ucap Lisa.
__ADS_1
"Lisa, tidak begitu. Ayah juga sayang padamu. Maaf jika ayah sudah mengusirmu. Dalam lubuh hati ayah sangat menyesal sekali. Kamu tetap anak pertamaku yang kusayangi. Maafkan ayah yang sudah membuangmu. Ayah sangat menyesal," ucap Morgan mulai berlinang air mata.