
Zico melerai mereka terutama Violet yang akan membalas tamparan dari Lisa.
"Sudah cukup!" ucap Zico.
"Kak Zico, sekertaris resek itu beraninya menamparku dua kali. Aku harus membalasnya," ucap Violet memberontak.
"Cukup!" bentak Zico membuat Violet terhenti namun masih menatap tajam Lisa.
Lisa hanya berdiri mematung masih menatap tajam mereka berdua lalu pergi dari sana sejauh mungkin, Lisa sudah merasa muak dengan semua ini dan memutuskan untuk pulang saja. Lisa adalah wanita yang jika sudah dilukai tak mudah untuk memaafkan dengan mudahnya. Lisa memanggil taksi dan kemudian masuk ke dalam sana. Zico mencoba mengejar Lisa namun terus dihalangi oleh Violet, Zico benar-benar muak dengan Violet saat ini.
"Dengan beraninya kamu menjebak Lisa dengan pria-pria tua itu," ucap Zico sangat geram.
"Menjebak? Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apapun itu," jawab Violet.
"****!" Zico mengumpat dan mencari keberadaan mobilnya untuk mengejar Lisa.
Violet hanya tertawa kecil sebab dia belum tahu jika Lisa melakukan one night stand dengan Zico dan bukan dengan para pria tua yang sudah memberinya uang itu. Violet mengibaskan rambutnya dan masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan sana. Rencananya sudah berhasil dan Zico pun mungkin tak akan mendekati Lisa lagi selamanya karena Lisa adalah gadis kotor menurut Violet.
__ADS_1
Di sisi lain.
Lisa memeluk dirinya sendiri di dalam taksi, dia terus membayangkan adegan panas bersama Zico di malam yang sial itu. Entah mengapa Zico malah memanfaatkan keadaan dan tidak memberi pertolongan dengan cara yang lain. One night stand atau cinta satu malam adalah bukan hal tabu lagi di negara barat ini, itu sudah menjadi hal-hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Namun, Lisa masih memegang teguh prinsip mendiang mamanya yang merupakan orang Asia. One night stand sangat dibenci di sana walau ada banyak orang yang melakukannya namun mereka menyimpannya rapat-rapat dan tidak bangga dengan kenakalannya.
Di dunia barat ini bahkan banyak pasangan yang tinggal serumah tanpa menikah, bagi mereka menikah hanyalah sebuah status yang tidak terlalu penting dan tidak dikejar bagi sebagian orang termasuk Lisa. Hidup di kota metropolitan harus bersaing dengan keras dengan pekerja yang lain apalagi pekerjaan kantoran seperti Lisa sangatlah penting.
Tak berselang lama kemudian, Lisa sampai di apartemennya. Gedung apartemennya tidak terlalu tinggi namun di sana menampung ratusan orang yang menempatinya. Lisa masuk ke dalam lift dan menuju ke lantainya. Setelah sampai ternyata sudah ada Zico yang mendahului sedang menunggu di depan pintu apartemen.
"Lisa, dengarkan aku dulu!"
"Maaf, Tuan Zico. Saya lelah."
Plaaaak....
Lisa menampar Zico. "Sedari tadi saya ingin menampar anda namun baru tersampaikan. Menikah? Simpan omong kosong anda!"
Zico tersenyum kecil melihatnya dan menarik tangan Lisa untuk dia genggam. Lisa menepisnya dengan kuat serta mendorongnya.
__ADS_1
"Lisa, aku minta maaf! Tolong jangan membenciku!"
"Bagaimana saya tidak membenci orang yang memperkosa saya?"
Zico mengernyitkan dahinya. Memperkosa? Bukannya mereka melakukan karena saling menikmati bahkan Lisa tak ada perlawanan sedikitpun. Bagi Zico itu bukanlah memperkosa.
"Orang licik seperti anda tidak akan pernah sadar dengan apa yang anda lakukan. Anda nampak seperti pahlawan namun bagi saya tak lain hanya seorang penjahat kelamin."
Lisa masuk ke dalam kamarnya, namun Zico memaksa untuk masuk. Lisa akan memanggil keamanan namun Zico menarik ponselnya. Penjahat kelamin? Dia sungguh tidak terima dikatai seperti itu seolah Zico sering melakukannya pada orang lain juga.
"Aku berniat untuk menolongmu. Aku sampai jatuh dari tangga darurat karena berlari ingin menghentikan aksi Violet. Jika tidak ada aku maka kamu akan habis dengan pria-pria tua genit itu. Violet dalang dibalik semua ini. Harusnya kamu menyalahkannya," ucap Zico.
Zico mengusap wajahnya kasar lalu mengembalikan ponsel milik Lisa, dia keluar tanpa sepatah kata pun. Zico pun nampaknya sangat kecewa dengan Lisa karena wanita itu terus berpikiran negatif tentangnya. Lisa terdiam sejenak lalu menutup pintu. Pikirannya menjadi kacau setelah mendengar ucapan dari Zico tadi. Violet akan menjebaknya dengan pria-pria tua? Lisa juga kemarin mengingat siku Zico memar.
Huh... sadarkan dirimu, Lisa! Walau bagaimana pun, Zico tidak baik karena malah memanfaatkan keadaanku yang lengah. Kenapa dia tidak melakukan cara lain saja ketimbang harus meniduriku?
Lisa terduduk di lantai sembari memegangi kepalanya yang terasa pening sekali. Banyak hal yang terjadi di dunia ini namun hal ini yang lebih parah. Dia sudah kehilangan kehormatannya akibat dua orang manusia yang egois.
__ADS_1
Lisa, kamu harus kuat. Setelah ini fokus bekerja lagi dan jangan memikirkan hal lain. Anggap saja kamu dan Tuan Zico tidak melakukan apapun. Oke, ini negara barat, bukan hal aneh lagi untuk masalah one night stand. Kamu harus bisa berpikir positif. Batin Lisa menenangkan dirinya sendiri.