Gairah Sekertaris Tuan Zico

Gairah Sekertaris Tuan Zico
Bab 29 : Bukan saudara


__ADS_3

Aleana berdecih dan mendorong tubuh Lisa sampai wanita itu hampir terjatuh dari lantai 2. Lisa berpegangan pada besi dengan erat, jika ia sampai jatuh ke bawah bisa saja mengalami patah tulang bahkan kematian.


"Dengar ya, Lisa. Kita beda ibu dan ayah, aku bukan anak ayahmu. Ayah kandungku sudah mati di tangan ayahmu," ucap Aleana dengan wajah psikopatnya.


Tangan Lisa masih bergelantungan di besi, tangannya kian sakit dan tidak kuat menopang beban tubuhnya.


"Apa maksudmu? Kamu adikku, kamu anak ayahku. Saat ibumu hamil aku menjadi saksinya, saat kamu lahir aku juga yang menjadi saksinya," jawab Lisa.


"Iya, ibuku memang hamil kala itu tapi dengan pria lain dan bukan ayahmu. Ayahmu sudah membunuh ayahku dan saat ini aku akan menghancurkan kalian."


Lisa tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Aleana mencoba mendorongnya dan mencubit tangan Lisa supaya terlepas dari pegangan besi tersebut. Lisa terus memberontak dan meminta tolong sampai Zico datang lalu mendorong Aleana menjauh. Morgan juga datang dengan terkejut melihat Aleana berusaha mencelakai Lisa.


Plak!


"Anak gila kamu!" ucap Morgan.


Aleana memegangi pipinya sendiri.


"Pergi kamu dari sini! Kamu memang keterlaluan. Aku sudah memberimu kebahagiaan dan kemewahan namun kamu tidak pernah berterima kasih," sambung Morgan.


Lisa ditolong oleh Zico, tangannya begitu bergetar karena menjadi tumpuan hidup atau matinya. Zico memeluknya dengan erat bahkan baru pertama kali ini melihat Lisa ketakutan. Bukannya apa-apa, Lisa memang takut pada ketinggian.

__ADS_1


"Ayah mengusirku?" tanya Aleana.


"Ya, kamu yang seharusnya diusir dari sini. Kamu sering membuat malu keluarga. Pergi ke club, bergonta-ganti pasangan bahkan diam-diam pergi dengan suami orang lain. Ayah malu padamu, seharusnya ayah mempertahankan Lisa bukannya kamu yang tidak tahu terima kasih."


Aleana langsung pergi dari sana, Lisa mencoba berdiri dengan kaki yang masih bergetar.


"Ayah, kenapa malah mengusirnya?" tanya Lisa.


"Dia memang harusnya pergi saja, dia juga bukan anak kandungku."


Lisa masih bingung dengan keadaan ini. Bukankah Aleana itu adiknya namun berbeda ibu? Morgan mengajak mereka untuk kembali ke ruan tamu. Morgan menceritakan kejadian sebenarnya, dia memang sudah membunuh ayah kandung dari Aleana dan untuk menutupi aibnya, ia harus menikahi istri dari korban yang rupanya sedang hamil muda. Sebagai orang terpandang, Morgan memang harus menjaga nama baiknya dan harus menikahi wanita yang tidak dicintainya.


"Kenapa ayah tidak bilang padaku?" tanya Lisa.


Lisa memeluk beliau dengan erat, rupanya sang ayah mempunyai rahasia yang dia simpan sendiri. Zico hanya memandangnya, setiap keluarga yang nampak bahagia pasti mempunyai masalah masing-masing dan berlaku untuk keluarganya juga.


"Oh ya, jadi bagaimana? Kita ke kota Tuan Zico saja untuk bertemu dengan keluargamu? Biar ayah yang bilang pada mereka jika kalian akan menikah," ucap Morgan.


Lisa melepaskan pelukannya, dia memandang Zico. Apa memang dia harus menikah dengan bosnya sendiri tapi memang dia sudah mengandung anak dari bosnya.


"Jika perlu memang begitu Tuan Morgan, supaya mereka juga bisa setuju."

__ADS_1


Morgan tersenyum, dia akan bersiap-siap ke sana. Yang penting saat ini adalah kebahagiaan Lisa yang dari dulu sudah menderita. Sebagai seorang ayah dia merasa egois pada anak kandungnya sendiri namun malah mementingkan Aleana yang bukan anak kandungnya.


Aleana turun dari tangga sudah membawa koper yang besar, dia tidak mau melihat wajah Morgan.


"Aleana, jika kamu pergi dan ingin pulang ke sini lagi tidak apa-apa. Ayah masih membuka pintu untukmu," ucap Morgan yang tidak ingin kejadian saat mengusir Lisa terjadi lagi dan berakhir sebuah penyesalan.


"Kamu sudah mengusirku dan kamu tidak boleh menjilat ludah sendiri. Terima kasih atas semuanya namun aku tidak mau Lisa kembali ke sini lagi maka aku yang pergi saja."


Lisa mencegahnya, dia tidak ingin terjadi pertikaian dengan adiknya. Walau adiknya selalu jahat dan lebih unggul darinya namun Lisa bukanlah orang yang pendendam.


"Aku akan menikah, aku butuh wanita pendamping. Ibu dari kita sudah meninggal dan hanya kamu perempuan yang tersisa yang aku punya. Aku tunggu kamu di acara pernikahanku. Kamu tetap adikku, Aleana. Kakak sayang padamu," ucap Lisa.


Deg!


Hati Aleana seolah bergetar saat Lisa mengatakan semua itu. Selama ini ia sangat jahat kepadanya namun Lisa sama sekali tidak membencinya. Aleana tidak boleh goyah, dia tetap akan pergi.


"Terserah! Pernikahanmu tidak penting bagiku."


Wanita itu langsung pergi meninggalkan mereka. Morgan mengelus bahu Lisa untuk menyabarkannya.


"Sudahlah, kita siap-siap saja untuk menemui orang tua calon suamimu, itu yang lebih penting," ucap Morgan.

__ADS_1


"Ayah harus tetap membujuk Aleana pulang, dia tetap keluarga kita," jawab Lisa.


__ADS_2