Gairah Sekertaris Tuan Zico

Gairah Sekertaris Tuan Zico
Bab 24 : Hamil


__ADS_3

Sebulan kemudian, 


Lisa mendapati dua garis merah yang membuatnya sangat syok, pantas saja selama ini dirinya merasa ada yang berbeda. Tubuhnya lesu dan sering linglung dalam bekerja. Mendapati hal ini tentu saja pelakunya hanyalah Zico, pria itu sebulan lalu sudah menidurinya. Lisa membawa tespek tersebut ke tempat kerjanya, dia harus merundingan ini kepada Zico. Lisa hanya ingin menggugurkan kandungan itu supaya dirinya bisa bekerja dan kuliah dengan tenang. 


Pagi ini cuaca sangat dingin namun hati Lisa yang panas membuatnya tidak merasa kedinginan. Gara-gara Zico dirinya harus menghadapi situasi ini dan sesampainya di kantor, Lisa melihat Zico sudah ada di ruangan dan menatap layar laptop dengan penuh wibawa. 


"Tuan Zico?"


"Lisa, kamu datang terlambat akhir-akhir ini. Are you okay? Wajahmu juga sangat pucat sekali." 


Lisa menunjukan tespek tersebut kepada Zico lalu menatap datar pria tersebut. 


"Kamu hamil? Really? Ini tespek milikmu 'kan?" 

__ADS_1


Air mata Lisa mengalir, wanita itu sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Pada akhirnya dia yang kalah dan harus mengakhiri perjuangannya dalam menggapai mimpi. Ayahnya pasti akan semakin meremehkannya dan terus membandingkan dengan adik tirinya. Zico menatap Lisa, baru pertama kali ini dia melihat Lisa yang kaku dan datar menunjukan kesedihannya. 


"Kenapa kamu menangis? Bukankah ini berita bahagia?" tanya Zico. 


"Anda tidak paham dengan perasaan saya," jawab Lisa. 


Zico mendekatinya lalu mencoba untuk memeluk Lisa namun wanita itu malah mundur karena kecewa pada dirinya sendiri. Andai saja malam itu dia bisa menjaga dirinya dengan baik pasti semua rencananya tidak akan lenyap begitu saja. 


"Saya merantau jauh-jauh dari kota sebelah hanya untuk mencari pekerjaan yang bagus dan melanjutkan kuliah S2 sampai lulus, saya sampai membenci ayah saya sendiri karena beliau selalu meremehkan saya dan menganggap saya tidak pecus tapi ucapan beliau memang ada benarnya. Saya malah hamil sebelum membuktikan kepada beliau jika saya mampu menjadi yang terbaik tanpa bantuannya," jelas Lisa. 


Tangisannya sangat menyayat hati Zico dan tentunya membuat Zico sedikit bersalah, Zico berjanji akan terus mendukung apa yang akan dilakukan Lisa jika mereka suatu saat menikah. Zico juga tidak akan melarang Lisa untuk bekerja atau kuliah jika mereka menikah nanti. 


"Apa ayahmu adalah Morgan Savior?" tanya Zico. 

__ADS_1


Deg!


Lisa tentu saja kaget, kenapa sang tuan tahu identitasnya? Padahal selama ini Lisa menyembunyikannya serapat mungkin. 


"Aku sudah tahu lama namun selama ini aku diam," sambung Zico. 


"Kamu pasti menertawakanku 'kan? Kamu pasti tahu kesalahanku sampai aku diusir oleh ayahku dari kota sebelah." 


Zico mengangguk, bukan namanya Zico jika tidak mengetahui segala hal, apalagi Lisa adalah orang yang sangat disayanginya. 


"Kamu tidak salah, ayahmu yang salah. Aku tahu saat itu kamu tidak sengaja melakukan kesalahan fatal dengan mantan pacarmu itu. Terbukti kamu tidak bersalah karena malam itu aku yang mengambil keperawananmu. Kamu dan mantanmu itu hanya korban pengalihan isu dari korupsinya keluargamu. Benar 'kan?" 


Lisa hanya terdiam, rupanya Zico sudah tahu sejauh itu tentangnya. Apalagi dirinya memang menjadi korban dari berita buruk yaitu bercinta di dengan mantan pacarnya di taman kota. Semua orang langsung menghujat dan meremehkannya lalu menganggap Lisa hanyalah sampah masyarakat. Sejak saat itu Lisa menjadi dingin kepada laki-laki dan memutuskan untuk merantau dan menyembunyikan identitasnya. Dia juga merasa malu pada fitnah itu, bisa-bisanya dia dianggap wanita tercela di kotanya sendiri. 

__ADS_1


__ADS_2