
"Perasaan kamu saja sayang, jangan terlalu banyak pikiran, mas baik baik saja. Ini juga mau kembali pulang. Kalian mau di bawain oleh oleh apa?" sahut Bagus dengan nada tenang dan senyum merekah karena merasa begitu di perhatikan wanita yang ia cintai.
"Bawain oleh oleh buat anak anak saja mas, terserah mas mau membeli apa. Kalau aku, pingin kamu cepat pulang saja, perasaan ini tidak enak dari tadi." sahutnya jujur, ada rasa cemas yang tidak bisa di jelaskan di dalam hatinya. Mungkin insting seorang istri yang begitu tajam karena adanya bibit pelakor yang akan merusak keharmonisan keluarganya.
"Baiklah sayang, mas akan pulang secepatnya.
Mau cek laporan keuangan dulu. Satu jam lagi, mungkin mas akan pulang.
Yang sabar ya, love you istriku." Bagus berusaha memahami hati istrinya, wanita setelah melahirkan memang cukup sensitif, sebisa mungkin Bagus tak ingin membuat istrinya stres karena pikiran buruknya.
Setelah selesai mengecek laporan keuangan, Bagus kembali untuk pulang ke rumah.
Saat akan memasuki mobilnya, ponsel miliknya bunyi, ada panggilan masuk dari nomornya Lani.
Tanpa banyak berpikir yang aneh aneh, Bagus pun menjawab telepon dari teman sekolah nya itu.
"Ya, hallo, Asalamualaikum, Lani.
Ada apa?" sapa Bagus ramah, semakin membuat Lani semakin melambung.
"Waalaikumsallm, kamu lagi dimana?" balas Lani yang berusahalah akrab dengan Bagus.
"Owh, ini mau perjalanan pulang. Kenapa?" sahut Bagus dengan santainya.
"Owh yasudah, aku kira kamu akan nginep, aku mau mengundangmu untuk makan malam, itung itung untuk ngerayain pertemuan kita yang kama gak ketemu." sahut Lani mencari alasan.
"Owh begitu, maaf ya, aku harus pulang. Istriku sudah ingin aku di dekatnya. Maklum ya, lain kali saja kalau aku berkunjung lagi kesini." sahut Bagus menolak secara halus.
"Oke deh, hati hati ya. Salam buat istri kamu.
Duh aku jadi iri sama dia.
Habisnya kamu begitu sayang banget sama istrimu." sahut Lani dengan suara manja.
"Alhamdulillah, semoga kamu juga nanti dapat jodoh yang baik, laki laki yang sesuai dengan impian kamu." sahut Bagus yang menanggapi dengan entengnya.
"Aamiin, semoga.
Aku berharapnya, dapat suami kayak kamu. Sudah baik, tampan, bertanggung jawab dan mapan. eeh kok aku jadi ngelantur ya, sori. Hehehe." balas Lani yang mulai melancarkan aksinya. Tapi Bagus tak menanggapi serius.
__ADS_1
"Yasudah, aku mau berangkat. Kasihan istriku sudah nungguin. Asalamualaikum." sahut Bagus yang tidak ingin memperpanjang obrolan, karena akan semakin lama dan dia tidak segera meluncur hingga membuat istrinya nanti menunggu lebih lama.
"Baiklah, hati hati ya.
See you." sahut Lani dengan senyum menyeringai, gelora ingin mendapatkan hati Bagus semakin tertantang.
"Aku akan menjadi bagian dari hatimu, Bagus.
Aku cantik dan masih kencang, tentu kamu tidak akan kuat jika tidak tergoda denganku suatu saat nanti, aku akan memastikan itu." lirih Lani dengan senyuman tipis.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Akhirnya kamu sampai juga, mas.
Aku menghawatirkan kamu." sambut Wiwin yang langsung memeluk suaminya manja.
"Ya ampun sayang, kok segitunya.
Padahal sering kan aku tinggal begini. Ada apa?" sahut Bagus yang mengecup kening istrinya dan di tatapnya lekat wajah cemas sang istri.
"Entahlah mas, perasaan ku gak enak saja. Gak tau kenapa, mungkin aku terlalu mencintai kamu." sahut Wiwin manja membuat Bagus terkekeh dengan sikap manja istrinya.
Dan akan tetap setia untuk istri dan anak anakku dirumah, percayalah." Bagus memeluk tubuh ramping Wiwin dengan penuh kasih sayang, karena memang hatinya untuk saat ini hanya dia persembahkan untuk istrinya seorang.
"Semoga mas, dan mas Bagus gak mengingkari hingga bisa mengkhianati cintaku. Kalau itu terjadi, aku gak akan memaafkan mas." sahut Wiwin yang terlihat memanyunkan bibirnya.
"Insyaallah, cinta mas cuma untukmu dan anak anak. Kalian itu sudah sangat istimewa di hidupku. Jadi jangan khawatir lagi ya."
"Iya, mas.
Jangan pernah khianati kepercayaan ku." lirih Wiwin yang menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami. Insting seorang istri memang begitu tajam, apa lagi menyangkut kehadiran wanita lain yang memiliki niat buruk dengan rumah tangganya.
Karena wanita itu tercipta dengan segala keunikannya, memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh makhluk manapun.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
__ADS_1
#Ternyata Aku Yang Kedua
Novel on going :
#Wanita sebatang kara
#Ganti Istri
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1