Ganti Istri

Ganti Istri
Ending


__ADS_3

Lani terperangah dengan respon yang Bagus tunjukkan. Bukannya tergoda justru Bagus dengan tegas menolaknya bahkan memblokir nomornya.


"Apa dia bilang, hartanya milik istrinya. Berarti yang kaya itu istrinya, pantesan dia cinta mati." omel Lani yang bicara sendiri sambil menatap ponselnya.


"Yasudah lah, mungkin bukan jodoh. Kalau miskin juga buat apa. Bikin sengsara saja." kembali Lani berbicara sendiri dan tak lagi mau mengejar Bagus. Baginya harta adalah yang utama, jika kekayaan bagus milik istrinya, tentu semua atas nama sang istri, menikahi Bagus sama saja bohong dan hanya bikin susah.


"Masih banyak pria tampan dan kaya selain Bagus. Aku pasti akan mendapatkan satu diantara mereka suatu saat nanti." gumam Lani, yang kembali merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Tuti yang hidupnya semakin baik dan bahagia ternyata diam diam punya hubungan dengan Bram.


Bram yang memiliki perasaan sama Tuti sejak anak perempuannya sering minta diantar ke kampungnya Tuti.


Melihat kedekatan Almira dengan Tuti membuat Bram merasa terkesan akan cara Tuti memperlakukan putrinya.


Apa lagi, Tuti yang semakin hari makin mirip dengan almarhumah istrinya.


Hari ini, Bram berniat untuk melamar Tuti dan ingin menjadikannya istri.


Bahkan niatnya itu langsung mendapatkan restu dari anak dan ibunya.


Orang tuanya Tuti pun tidak keberatan sama sekali, asal Tuti juga mau menerima pinangan dari Bram.


"Makasih ya, sudah mau terima lamaran saya." Bram menatap Tuti dengan tatapan penuh cinta, mereka tengah ngobrol berdua di halaman belakang rumahnya Tuti, setelah acara tukar cincin, sedangkan para keluarga masih terlibat obrolan seru di dalam rumah.


"Sama sama, mas.


Justru aku yang berterima kasih, karena mas Bram sudah sudi menerimaku yang hina ini.


Terimakasih untuk semuanya." sahut Tuti dengan wajah merona. Kini hidupnya benar benar bahagia.


"Rasanya gak sabar nunggu sebulan lagi.


Apa mendingan kita akad dulu, baru resepsinya bulan depan ya?" balas Bram dengan menaik turunkan alisnya.


"Cie yang sudah gak sabar menikah." Almira tiba tiba muncul dan menggoda papanya.


"Anak kecil dilarang kepo.

__ADS_1


Emangnya Almira gak mau cepet serumah dengan Tante Tuti?" sahut Bram yang menatap putrinya dengan wajah bahagia.


"Maulah, makanya papa bilang tuh sama nenek, biar cepet di nikah kan." sahut Almira sambil terkikik.


"Biar Mira saja yang bilang sama nenek." Almira berlari menuju ruang keluarga dan memberitahu semua orang tentang keinginan ayahnya. Semuanya tertawa dan memahami keinginan Bram. Para orang tua saling berembug dan sepakat akan menikahkan mereka lusa, hanya akad dulu, baru resepsinya bulan depan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Selamat ya, mbak.


Semoga bahagia terus, sakinah mawadah warahmah." Wiwin memeluk Tuti erat dan mengucapkan selamat di hari pernikahan ibu anak tirinya itu.


"Makasih ya sudah hadir dan memberikan doa.


Semoga kamu dan kang Bagus juga bahagia dan sakinah mawadah warahmah, Aamiin." sahut Tuti yang tersenyum bahagia.


Setiap kesalahan jika mau memperbaiki pasti menemukan kebaikan. Pun dengan setiap masalah pasti akan menemukan solusinya selama kita mau berusaha dan berdoa. Urusan takdir pasrahkan pada yang kuasa. Tugas kita sebagai manusia hanya mengimaninya.


Tuti yang akhirnya menemukan bahagianya setelah perjalanan panjang dalam tobatnya.


Pun dengan Bagus, juga menemukan pasangan yang baik dan setia setelah ujian kesabaran yang dia lalui. Inilah hidup dalam kehidupan yang tak pernah luput dari permasalahan, tinggal bagaimana kita bisa menyikapi semuanya dengan cara baik atau buruk.


Sengaja tidak ingin membuat cerita yang panjang, agar tidak membosankan pembaca 🤭🙏.


Yuk ikuti dan singgah di cerita cerita Hawa yang lain.


Terimakasih untuk para pembaca, semoga selalu diberikan kelancaran rejeki dan kesehatan.


Haturnuhun dan salam sayang dari jauh ☺🥰


TAMAT


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Ternyata Aku Yang Kedua

__ADS_1


#Tentang Luka istri kedua


Novel on going :


#Wanita sebatang kara


#Ganti Istri


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2