
"apa yang harus aku lakukan di hari libur ini, sumpah aku sangat bosan di rumah"
"Kenapa si hari Jum'at datangnya cepat sekali, perasaan kemarin baru saja hari Senin"
"Apa aku pergi kerja saja ya?. Tapi kalo aku pergi sekarang percuma juga, Chika juga pasti belom datang"
Arina sama sekali tidak menikmati hari libur nya. Yang ia lakukan hanyalah tidur nonton Drakor dan makan. Hanya itu yang ia lakukan untuk mengisi waktu luang sebelum pergi kerja
"Apa aku pergi jalan jalan saja ya, tapi dengan siapa?. Chika tidak mungkin kerena dia pasti kerja, Apa aku ajak Nari saja. Dia juga pasti tidak ada les kan hari ini?"
Arina pun bangun dari rebahan nya dan mencari ponsel yang ia sendiri lupa terakhir ia letakkan di mana
"Aduh..., Ke mana si lari nya ni ponsel, perasaan terakhir gua tarok di sini deh kok bisa nggak ada ya"
Setelah mengobrak-abrik ranjang akhirnya dia menemukan barang yang ia cari, langsung saja arina menghubungi Nari
1 panggilan
2 panggilan
3 panggilan
Tak kunjung di angkat juga
"Ke mana si ni anak di telpon nggak di angkat, apa dia Masi tidur ya. Tapi masa iya si jam segini Masi tidur atau mungkin dia pergi les"
Karena nari tak kunjung mengangkat panggilan akhirnya arina memutuskan untuk pergi jalan jalan sendiri, ia mengganti piyamanya dengan kemeja pajang warna biru kesukaan nya
Setelah selesai bersiap, arina naik bis menuju tempat yang sudah lama tak ia kunjungi.
Setelah perjalanan lumayan jauh akhirnya Arina sampai di lokasi
"Annyeong sungai Han, sudah lama sekali aku tidak kesini"
Arina berkeliling di sekitaran sungai Han dan melihat lihat tempat yang sama sekali tidak berubah dari dulu ke dulu.
Sekiranya sudah cukup berkeliling arina pun duduk di bebatuan pinggir sungai Han dan menikmati pemandangan indah dari sungai Han
"Kapan terakhir kali aku kesini ya?, Sepertinya sudah lama sekali"
gumam arina sembari menikmati coklat panas
Drrtt
Drrtt
Telpon arina berdering menandakan ada panggilan masuk. Ia pun langsung mengambil ponselnya di saku dan mengangkat panggilan itu
^^^"Morning eonni"^^^
" morning kepalamu, apa kamu nggak lihat jam ini sudah 10:30, morning dari mana hu"
^^^"Hehehe, eonni. Kamu lagi di mana kenapa terdengar ramai sekali?"^^^
"Aku lagi di sungai Han, tadi nya ingin mengajak mu jalan jalan. Tapi kamu tidak mengangkat panggilan ku, dari mana saja kau. Kenapa tak menjawab panggilan ku?"
^^^"Mian, aku tadi sedang sibuk beres beres di kamar. Sedangkan ponsel ku aku letakkan di meja tv ruang tamu jadi tidak tahu kalo kamu menelpon"^^^
^^^"Oh ya, eonni. Besok kamu kerja nggak?"^^^
"Ya. Kerja lah seperti biasa"
^^^"Terus. Sebelum pergi kerja apa yang akan kamu lakukan?"^^^
"Emm.. mungkin nonton Drakor makan. Dan tidur, kenapa tumben nanya?"
^^^"Nah, pas Sekali, eonni bisakah kamu besok membantuku"^^^
"Bantu apa?"
^^^"Bantu, menggantikan ku pergi ke acara fansign BTS"^^^
Arina yang dengar itu sontak tersedak coklat panas yang baru ia teguk
"What!..Are you crazy, menyuruh ku pergi ke acara yang sama sekali nggak aku pahami itu, wah wah... Kamu sudah nggak waras Nari!"
^^^"Tolong bantu aku untuk kali ini saja eonni, Please"^^^
"Tidak tidak!, Kamu saja yang pergi. Bukannya kamu yang sangat ingin pergi ke acara itu?"
^^^"Iya, sebenarnya aku ingin sekali pergi ke acara fansign itu, tapi tidak bisa kerena aku harus pergi ke Jeju siang ini juga"^^^
"Jeju?, Ngapain kamu ke sana?"
^^^"Seharusnya aku memberi tahu mu dari satu Minggu yang lalu tapi aku lupa,"^^^
^^^"Teman SMA ku yang dulu pernah satu bangku dengan ku besok dia Married dan acara nya di Jeju sana. Tidak enak kalo aku tidak datang,dan kebetulan juga hari ini aku dapat notifikasi pesan kalo aku dapat tiket acara fansign itu"^^^
"Ya. Sudah kamu simpan saja tiket itu, nanti setelah kamu pulang kamu sendiri saja yang pergi jangan aku, akuĀ tidak mau."
__ADS_1
^^^"Andai bisa di simpan, tapi sayangnya tidak bisa. Besok acara pernikahan teman ku dan besok juga acara fansign nya BTS"^^^
^^^"Ayolah eonni, Please. Kamu tahu kan tidak semua orang itu bisa ikut acara fansign. Dan aku menjadi orang yang salah satu beruntung bisa ikut cara itu"^^^
"Ya. Tapi kan kamu tahu nari, aku sama sekali nggak paham mengenai acara seperti itu...."
^^^"Tidak susah kok. Hanya perlu tanda tangan mereka ber7, sudah itu selesai kamu tidak perlu melakukan apapun"^^^
^^^"Ayolah eonni arina, masa iya si kamu tidak ingin menolong adik sepupu mu yang satu ini, lagi pula ini tidak susah kok"^^^
"Haisss... kenapa si kebetulan sekali
BTS itu mengadakan fansign di saat teman mu Married"
^^^"Aku Pun tidak tau, besok kamu tanya saja sama mereka kenapa mereka mengadakan acara di hari Sabtu saat teman ku Married"^^^
"Yakk!. Apa kau gila menyuruh ku menanyakan hal yang tidak penting seperti itu"
^^^"Kan tadi kamu bertanya kenapa bisa kebetulan seperti ini. Biar lebih jelas kamu tanyakan sendiri saja sana"^^^
"Ya, Sudah lah jangan di bahas lagi"
^^^"Jadi gimana ini intinya kamu mau kan pergi ke acara itu"^^^
"Tetap tidak!, besok aku sibuk"
^^^"Ayolah eonni. Jangan seperti itu hanya kali kok. Tidak ada lain hari lagi"^^^
Nari di seberang sana sudah merengek membujuk arina agar pergi ke acara itu menggantikan diri nya yang sebentar lagi akan terbang ke Jeju
^^^"Yaya Ya, please hanya kali ini janji"^^^
"Iya iyaa... Aku pergi"
^^^"Jinjja?!, Wah gomawoo eonni"^^^
"Tapi ini tidak gratis loh"
Arina yang pusing mendengar rengekan nari akhirnya ia menyetujui permintaan adik sepupu nya ini, meskipun dengan Berat hati.
Sedangkan nari yang mendapat lampu hijau dari arina sangat girang sekaligus bahagia,
Arina orang nya emang jutek dingin dan pendiam, beda halnya dengan nari, nari itu orang nya ceria cerewet dan keras kepala. Tapi kalo soal ego arina selalu kalah dari nari contohnya seperti ini Arina harus mengalah dari ego nya demi keinginan nari dan Arina juga tidak bisa marah dengan adiknya nari palingan cuma kesal saja. Sudah kesal hilang mereka akan baikan lagi seperti biasanya
^^^"Iya aku tahu, nanti setelah aku pulang dari Jeju aku akan mentraktir mu. Sampai muntah"^^^
"Ya sudah di tunggu traktiran nya. BTW jam berapa acara nya di mulai?
^^^"Oh. Album nya aku tarok di atas nakas dekat ranjang, kamu bisa ambil sendiri di rumah ku"^^^
"Jadi aku harus pergi kerumah mu buat ambil album itu?."
^^^"Iya. Emang kenapa?"^^^
"Emang kebangetan kamu nari!, Sudah menyuruh ku pergi ke acara yang nggak sama sekali aku pahami dan sekarang kamu malah menyuruh ku buat ambil album itu"
^^^"sudah eooni jangan mengoceh nanti cepat tua loh"^^^
"Emang sudah tua"
^^^"Eonni sudah dulu ya, pesawat nya sudah mau take off dan ya hampir lupa acara besok jam 11:30. Jangan sampai telat loh"^^^
"Iya iya. Bawel banget si jadi orang, jangan lupa sesampainya di Jeju kabarin aku ya"
^^^"Iya. Eonni, Oh Ya satu lagi eonni ini sangat penting loh"^^^
"Apa lagi nari..."
^^^"Di atas album itu ada sejenis seperti jepit rambut gitu, nanti tolong kasihkan kepada V ya. Jangan lupa minta fotonya sekalian hehehe..."^^^
"Apa! Aduh... Nari bisa nggak si jangan aneh aneh bagaimana mungkin aku bisa ngasih itu ke V. Dan minta fotonya"
^^^"Ya, eonni. Itu barang sudah terbeli loh khusus untuk V dan aku yakin pasti akan cocok untuk dia"^^^
"Cocok si cocok. Tapi bagaimana aku bisa minta foto nya"
^^^"Kamu tinggal bilang saja seperti ini 'V. Boleh minta fotonya' pasti akan di kasihnya, percayalah sama aku"^^^
"Tapi...."
^^^"Ya.. eonni, yayaya.. pokoknya harus, di tunggu loh fotonya"^^^
^^^"Kalo gitu sudah dulu nya eonni, jaga dari baik baik selama aku tidak ada, dah... Love you eonni"^^^
Panggilan pun akhirnya terputus. Arina yang masi kesal dengan nari hanya bisa mengoceh sendiri
"Giliran ada maunya saja baru panggil eonni, coba kalo lagi nggak ada maunya setiap hari manggil seperti nggak ada sopan nya sama yang lebih tua"
Arina yang dari tadi sibuk mengoceh tidak menyadari kalo sedari tadi ia di awasi sepasang mata yang melihat tajam ke arah nya. seorang pria yang memakai Hoodie abu abu serta masker. Yang duduk tidak terlalu jauh dari Arina
__ADS_1
Arina yang baru menyadari kalo sedari tadi ia di awasi, Hanya bisa tersenyum dan membungkukkan badan. Sebelum meninggalkan tempat
*****
Setelah drama dengan nari selesai Arina langsung pulang ke rumah dan bersiap untuk pergi kerja
Sesampainya di tempat kerja, Jackson yang sedang duduk di kursi kasir melihat arina yang baru saja masuk dengan raut wajah kusut seperti baju yang tidak di setrika, langsung saja Jackson menghampiri Chika yang berdiri tidak jauh dari meja kasir
"Chik" panggil Jackson
"Apa" jawab Chika singkat
"Coba kamu lihat deh wajah sahabat ghibah kamu itu kusut sekali seperti baju yang tidak setrika"
Chika yang tadi nya sibuk mengelap meja kini mata nya tertuju pada arina yang sudah selesai berganti pakaian, emang benar kata Jackson Hari ini wajah arina benar benar tidak seperti biasanya, Chika pun langsung berjalan mendekati arina yang sudah ada di dapur.
"Rin" panggil Chika
"Hem"
Arina sama sekali tidak merespon kedatangan sabatnya yang kini sudah berdiri di sampingnya
"Ada apa?, Apa kamu ada masalah?" Tanya Chika
"Tidak ada"
"Kalo tidak ada kenapa cemberut gitu wajahnya. seperti baju yang tidak di setrika saja"
Akhirnya arina menghentikan kegiatan memotong nya dan berhadapan dengan Chika yang sedari tadi menunggu jawaban dari arina
"Aku tidak apa apa, Hanya sedikit kesal saja" jawab arina
"Kesal dengan siapa?"
"Nari" jawab singkat arina
"Emang nari kenapa?" Tanya Chika lagi
"Kamu tahu nggak kalo nari pergi ke Jeju karena teman SMA nya Married"
"Ya terus?, Biarin lah dia pergi ke Jeju lagi pula bukannya ini hari libur kuliah kalian ya?
Chika memang tidak tahu kalo nari pergi ke Jeju kalo nggak arina bilang ya mungkin tetap tidak tahu
"Masalah bukan karena dia pergi ke Jeju. Chika"
"Ya terus apa masalah nya Arina!"
Chika mulai geram dengan arina ngomong nya selalu setengah setengah
"Masalah nya itu dia menyuruh ku menggantikan dia pergi ke acara fansign BTS besok, sedangkan kamu tau sendiri kalo aku nggak mengerti mengenai hal yang seperti itu"
Sekarang Chika tahu apa penyebab arina cemberut hari ini, hanya karena acara fansign nya BTS
"Arina, itu bukan masalah tapi sebuah kesempatan untuk melihat mereka bertujuh, kamu tahu tidak semua orang loh bisa pergi ke acara itu, justru kamu harus bersyukur bisa mengantikan pergi ke acara itu. Jadi kamu bisa melihat secara langsung tujuh namja yang posternya selalu tertempel di setiap jalan Seoul"
Chika menjelaskan kepada arina betapa beruntungnya dia bisa pergi ke acara fansign BTS yang belom tentu satu bulan sekali di adakan
"Tapi aku beneran tidak tahu apa yang haru aku lakukan di sana"
"Kamu tidak perlu melakukan apa apa. Rin, kamu hanya perlu memberikan album kepada mereka dan mereka akan menandatangani album tersebut"
"Kamu begitu paham dengan mereka Chik, bagaimana kalo kamu saja yang pergi mengantikan nari, bukannya kamu ARMY juga?"
"Aku kan menerima penawaran bagus ini jika aku tidak pulang besok"
"Kamu mau pulang Chik" tanya Arina
"Ya, Aku akan pulang ke Ilsan besok. Karena adik sepupu ku ulang tahun dia ingin aku ikut serta dalam acara nya, aku juga sudah minta izin dengan pak Choi dan Jackson"
"Ya. Ampun.... kenapa bisa kebetulan gini si harinya"
Arina merasa frustasi karena pada akhirnya di sendiri lah yang akan pergi ke cara fansign itu
"Sudah Rin. Nikmati saja, lagi pula mereka tidak terlalu buruk kok. Jadi anggap saja cuci mata dengan melihat tujuh namja ganteng"
..."Haissss. menyebalkan" gumam arina
...Arina......
...Nari...
...Chika...
__ADS_1
...Jackson...