
"Chik, kamu pulang ke Ilsan sendiri ya?."
"Ani, aku pergi sama kedua orang tua ku. Ya sekalian kumpul keluarga jugalah, kan kamu tau sendiri kalo kami ini satu tahun tidak sekali pulang ke kampung halaman."
Keluarga Chika memang jarang sekali pulang ke kampung halam mereka di kota Ilsandong-gu, Di karenakan bisnis keluarga. Chika yang ada di Seoul,
"Sudah yuk, pulang dah malam ini" ajak Chika
Mereka berdua pun keluar dari ruangan ganti pakaian dan berjalan menuju meja kasir menemui Jackson, yang terlihat tengah sibuk menghitung pemasukan hari ini
"Jackson, sudah mau pulang belum?." Teriak Chika
"Iya, sebentar. Kalian duluan saja menuju mobil ntar Aku susul."
Arina dan Chika pun menurut mereka berdua keluar restoran terlebih dahulu menuju parkiran mobil Jackson.
"Berapa hari kamu di Ilsan Chik." tanya Arina
"Em, paling satu Minggu"
"Kamu mau di bawakan apa Rin, untuk oleh oleh setelah aku pulang dari Ilsan nanti?."
Arina tampak berfikir apa yang mau di bawakan sebagai oleh olehnya nanti.
"Bawakan aku pria tampan saja Chik hehehe"
Jackson yang baru saja keluar dari. restoran itu langsung saja merangkul. dua teman perempuan nya itu selayaknya adik dan kakak, arina dan Chika juga tidak merasa risi dengan hal yang di lakukan Jackson, karena mereka bertiga sudah terbilang cukup dekat, jadi semua itu akan di anggap sebagai hal yang biasa saja.
"Buat apa pria tampan, sedangkan di sini saja banyak. Contohnya seperti aku ini. Hehehe"
"Chik, aku titip sekalian wanita cantik untuk Jackson, agar dia tidak jomblo terus"
Jackson yang mendengar ejekan dari arina, langsung saja menghadiahi toyoran di kepala arina
"Sembarangan kalo bicara, aku tidak jomblo kali."
"Kalo tidak jomblo, Terus kenapa sampai sekarang masi sendiri?."
Kali ini Chika yang menimpali ejekan untuk Jackson, pasalnya mereka bertiga itu sudah bertahun tahun lamanya menjadi teman kerja. Tapi selama itu juga Jackson tidak pernah menunjukkan sosok wanita yang ia kencani, padahal umur Jackson itu sudah terbilang memasuki cukup umur untuk menikah
"Karena orang yang kusukai belom tentu menyukai balik diri ku"
__ADS_1
"Kenapa tidak bicara saja sama orang yang kamu suka itu, kamu jujur sama dia kalo kamu menyukai nya. Dari pada kamu pendam terus seperti ini, mau sampai kapan?. Sampai dia punya kekasih tapi itu bukan diri mu?."
Arina memberi saran kepada Jackson. Agar ia bisa lebih jujur dengan perasaan dia sendiri, kan kalo belom di coba siapa yang tahu. Bisa jadikan wanita itu memiliki perasaan yang sama dengan Jackson.
"Tapi aku takut dia menolak ku Rin."
Arina dan Chika melepaskan tangan Jackson dari pundak mereka dan langsung mereka berdua menatap Jackson secara bersamaan, Jackson yang melihat tingkah aneh teman nya ini hanya bisa terdiam dan membalas tatapan mata temannya ini.
"Chik, kamu yakin Jackson yang tampan dan berwibawa ini akan di tolak. Jika dia mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya kepada wanita itu?, Ya... Walaupun terkadang sifat Jackson ini sedikit menyebalkan juga si."
"Aku si tidak yakin kalo Jackson akan di tolak jika dia mengungkapkan perasaannya kepada wanita itu, apa lagi seperti kamu bilang tadi Rin, dia tampan dan berwibawa terus tajir lagi. Gadis mana yang akan nolak Jackson?"
Jackson sama sekali tidak menjawab pembicaraan kedua temannya ini, dia hanya tersenyum manis Sebagai respon senang karena mendapat saran dari kedua temannya ini.
*****
"Kamu yakin Rin, mau turun di sini?"
"Iya Chik, karena aku mau belanja bulanan dulu sebelum pulang ke rumah."
"Bagaimana kalo kami temenin sebentar, Jackson juga pasti tidak mungkin keberatan kan?."
"Sudah, tidak apa aku pergi sendiri Lagi pula ini belum terlalu malam kok. Dan juga rumah ku tidak terlalu jauh dari sini. Jadi kalian tidak perlu khawatir."
"Tapi Rin.." ucapan Chika terpotong
"Sudah tidak apa-apa Chika, lagi pula bukannya kamu harus cepat pulang dan istirahat karena besok kamu akan melakukan perjalanan jauh"
"Ya. Sudah kalo gitu kami pulang duluan ya Arina, jaga diri kalo sudah selesai belanja langsung pulang jangan keluyuran. ingat!"
"Ok, siap!"
Setelah mobil Jackson pergi, Arina pun masuk ke supermarket. Berbelanja untuk memenuhi kebutuhan bulanannya sembari mendorong troli ia menelusuri setiap jalan supermarket
"Apa saja ya, keperluan yang habis?"
Arina mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas. Untuk melihat daftar belanja bulanan yang sudah ia catat tadi pagi.
setelah mengeluarkan ponsel nya ia pun menghidupkan power of pada ponsel. Setelah layar nya hidup. Terpampang sebuah pesan dan panggilan tak terjawab dari nari
Arina sama sekali tidak ada niatan untuk menelpon balik nari, karena ia tahu jam segini pasti nari sudah tidur, jadi arina hanya membaca pesan yang nari kirim
__ADS_1
"Arina, aku sudah sampai di Jeju" isi pesan dari nari
Arina hanya berniat membaca tampa membalasnya, setelah membaca pesan nari. Arina pun langsung melihat daftar belanjaan nya, apa saja yang harus ia beli
Setelah mendapatkan semua barang yang tercatat di daftar, arina pun berjalan menuju meja kasir untuk membayar semua belanjaan nya
Saat di antrian kasir mata arina tertuju pada segerombolan anak remaja. Yang terdiri dari tiga laki laki dan satu perempuan, awalnya Arina hanya melihat pertengkaran kecil mereka, mungkin mereka kakak adik fikir Arina
Tapi setelah di lihat makin lama makin kasar saja tu tiga laki laki, sedangkan gadis itu hanya berdiri diam dengan kepala tertunduk
Arina sudah merasa ada yang tidak beres dengan mereka, tapi orang orang yang lewat di sekitar mereka hanya memandang sekilas ke arah empat anak itu. Tampa peduli sama sekali dengan gadis yang tengah di bully itu.
"Jangan di ambil itu punya ku" lirih gadis itu
"Kami tidak akan mengambil ini dari mu, tapi Sebagai syarat kau harus mengakui kalo kau memang anak yang tidak memiliki kedua orang tua" ejek salah satu anak laki laki itu
Karena merasa ada yang tidak beres Arina langsung menghampiri ke empat anak itu,
"Hai, Ada apa ini?. Kenapa kalian ribut ribut di sini?". Lerai arina yang sudah berada di samping ke empat anak itu
Tiga laki laki itupun langsung pergi meninggalkan arina dan gadis yang masi tertunduk itu, arina hanya melihat heran sebenarnya ada apa dengan anak anak itu?, Kenapa mereka menganggu anak gadis ini?.
Arina pun berjalan lebih dekat ke arah gadis itu, ia hanya ingin memastikan bawah gadis itu baik baik saja
"Dangsin-eun gwaenchana" lirih arina
Gadis itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan arina, ia malah langsung pergi meninggalkan arina yang masi berdiri di tempat, Arina yang melihat gadis itu berlari keluar semakin membuat arina bingung, sebenarnya kenapa gadis itu. Fikir Arina
Arina yang masi di buat bingung dengan kejadian barusan itu. Memilih untuk pulang saja dan berendam air panas. Mungkin dengan berendam bisa membuat otak nya refresh lagi, ia pun langsung mengais belanjaan nya yang ia tarok di lantai tadi.
Di saat arina ingin berjalan. Tiba tiba mata nya tertuju pada gantungan kunci yang tergeletak di lantai, ia pun langsung memungut nya dan terlihat nama 'RIRIN' yang terukir di bagian belakang gantungan itu.
"Mungkin ini punya gadis itu"
Arina pun langsung memasukkan gantungan kunci itu ke dalam tas nya, dan berjalan keluar supermarket harap harap ketemu lagi dengan gadis itu jadi ia bisa mengembalikan ini ke gadis itu.
Tapi sayangnya harapan nya nihil, gadis itu sama sekali tidak terlihat lagi di luar supermarket. Entah berlari kearah mana gadis itu
"Aku akan menyimpan ini, dan mengembalikan nya nanti kalo aku bertemu dia lagi"
Karena arina sama sama sekali tidak menemukan gadis itu, jadi ia pun memilih pulang dan beristirahat.
__ADS_1