Gersang

Gersang
Part 3.


__ADS_3

Berjogging di pagi hari membuat sekujur tubuh Rima nyaris kedinginan. Terlebih dia tidak terbiasa melakukan olahraga, membuatnya harus tertinggal sementara Milan semakin jauh didepan.


"Come on! Jangan jauh-jauh dariku! Aku takut ada seseorang yang menculikmu!" Milan menarik tubuh Rima yang duduk berjongkok agar ikut lari bersamanya.


Tatapan Milan meliar ke sekeliling. Meskipun tempat itu adalah kawasannya namun bisa saja mata-mata Joel akan menemukan dirinya dan juga Rima.


"Memangnya siapa yang akan menculikku?" Rima tertawa geli dengan ucapan Milan.


"Jangan lupakan Joel suamimu meskipun kini kau sedang bersamaku!"


Spontan bibir Rima mengerucut mendengarkan nama Joel dari mulut Milan. Jika diizinkan Rima tidak ingin bertemu Joel lagi untuk selamanya. Cukuplah Milan sentiasa ada disisi Rima meskipun Rima sendiri tidak tahu harus menyebut status hubungan mereka seperti apa.


"Kita akan langsung pulang ke apartemen usai bersarapan. Jalan-jalan disekitar sini sangat berbahaya karena mata-mata Joel ada disetiap waktu dan juga tempat!" kata Milan sesaat mereka masuk kedalam sebuah kafe.


Rima hanya tersenyum karena perhatiannya lebih tertuju ke arah balkon apartemen yang letaknya diluar gedung utama sehingga membuatnya terlihat seperti bergantungan.


Sangat indah!


"Try this," ucap Milan seraya menyuapkan makanan ke mulut Rima.


"Scone dan selai stroberi ini sangat lezat!" balas Rima teruja usai menggigit habis scone itu dan menelannya.


Milan tersenyum melihat tingkah Rima yang sangat menggemaskan itu sambil mengunyah sisa scone yang digigit Rima tadi.


"Some more?" tanya Milan lalu dengan senang hati mengolesi selai pada scone yang kedua.


"Sudah cukup, Mile. Itu bagianmu. Aku akan memakan kue tart dan cake ini saja."


"Aku tahu kamu menyukai scone dan itu sebabnya aku memesankannya untukmu!" balas Milan seraya menyumbatkan scone itu ke mulut Rima.


Spontan Rima bertepuk tangan karena keenakan. Hilang segala sakit hati yang dirasakannya pada Joel dalam seketika.

__ADS_1


"Kau senang?" tanya Milan kemudian.


"Sangat senang. Terima kasih, Mile!"


"Great. Mission accomplished."


Keduanya saling tertawa. Banyak hal yang dibicarakan sehingga perjalanan pulang ke apartemen terasa sangat singkat.



••••••••••


Milan menikmati keindahan tubuh Rima dan tersenyum puas. Rima tidak hanya cantik diluar akan tetapi juga cantik didalam. Joel sangat bodoh karena menyia-nyiakan wanita sebaik Rima dalam kehidupannya.


Sudah lama Milan menaruh hati pada Rima jauh sebelum Rima menikah dengan Joel karena perjodohan yang dilakukan oleh orang tua. Sebagai adik Milan tidak ingin dianggap menyaingi yang sekaligus melangkahi sang kakak. Alhasil Milan harus menekan keinginannya untuk memiliki Rima dan pasrah ketika Rima menjadi istri Joel yang sah.


"Jadi berapa kau kali kau bercinta dengan Joel setelah menikah, humh?" ucap Milan sambil memagut bibir Rima dan menguleni kedua gund*kannya yang pejal.


"Kau tahu kami menikah karena terpaksa. Things are too complicated. Banyak masalah dan isu yang harus dihadapi sehingga kami melupakan yang satu ini!" ungkap Rima mengenang nasib pernikahannya yang porak-poranda karena Joel memiliki wanita lain.


Rima ingat bagaimana dia sering mendapatkan serangan dari Carla. Wanita itu tidak hanya memaki dan mempermalukan Rima ditempat kerja, akan tetapi Carla juga sering menginap dirumah mereka dan tidur satu kamar bersama Joel suaminya.


Merasa tidak mendapatkan sebarang pembelaan dari Joel, Rima lalu memutuskan kabur dan pergi begitu saja tanpa sempat menguruskan perceraian mereka terlebih dahulu.


Kini Rima harus terjebak pula bersama Milan, adik iparnya yang sudah lama mencuri hati Rima jauh sebelum dia dan Joel menikah.


Rima tidak tahu bagaimana reaksi Joel nanti sesaat mengetahui hubungannya dengan Milan. Bagaimana jika ternyata Joel sangat marah dan tidak mahu menceraikan Rima?


Sementara Milan, apakah laki-laki itu benar-benar sayang padanya? Bagaimana jika perasaan Milan kepada Rima hanya sebatas nafsu dan ingin bersenang-senang?


Sudah satu bulan mereka tinggal bersama namun hingga saat ini belum ada kata-kata apapun yang terucap dari bibir Milan jika dia mencintai Rima apalagi ingin menjadikan Rima sebagai istrinya. Milan hanya meminta Rima untuk tinggal bersama selamanya tanpa pernah sekali pun laki-laki itu mengesahkan tentang status mereka yang sebenar.

__ADS_1


Barangkali Rima kurang pantas untuk dijadikan calon istri Milan sebagaimana Raline kekasihnya. Wanita itu jelas lebih segalanya daripada Rima. Rima hanya pemuas nafsu Milan atau lebih tepatnya menjadi wanita simpanan.


"Aku akan mencari cara bagaimana Joel mahu membebaskanmu dari status sebagai istrinya. Dan setelah itu kau akan menjadi wanitaku selamanya, Rima!"


Milan segera menanggalkan pakaian ditubuhnya. Dingin kamar tidak terasa karena melihat Rima yang tidak mengenakan busana apapun. Perlahan Milan menciumi perut Rima lalu turun ke wilayah yang paling diidam-idamkan setiap lelaki pada wanita.


"I want you tonight!" Rima menawarkan diri dan beralih ke atas tubuh Milan. Kini dia terlihat sangat agresif selayaknya macan kumbang yang mencari mangsa.


"Joel rugi sekali. You such a wild girl, Rima. I want you now!" ucap Milan tidak membiarkan Rima mendominasi permainan dan kembali membalik posisi mereka sehingga Rima berada diposisi yang semestinya.


Untuk kesekian kalinya mereka kembali melakukan pertempuran itu tanpa pernah memikirkan apa yang akan terjadi keesokan harinya.


•••••••••


Carla mendengus kesal dengan sikap Joel selama beberapa hari belakangan. Laki-laki itu mulai dingin seakan melarikan diri darinya.


"Joel, ayo kita makan," bujuk Carla seraya memijat lembut bahu Joel.


"Memangnya kau sudah memasak?"


"Kita makan diluar."


"Aku sudah bosan makan diluar. Sesekali aku ingin kau memasakkan sesuatu untukku," Joel mulai teringat pada Rima yang dulunya sering memasakkan sesuatu untuknya.


"Tapi aku tidak suka memasak! Lagipula wanita karir sepertiku sangat tidak pantas berada didapur! Upah saja seorang pembantu!" cetus Carla dengan nada lantang.


"Jika begitu silakan kau keluar dan makan sendiri saja!" sahut Joel lalu kembali fokus pada gadgetnya.


Carla berlalu dan menghempaskan pintu kamar Joel dengan kasar sesaat keluar.


Joel menyandarkan tubuh lalu mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. Dia tidak mengerti dengan dirinya. Joel mencintai Carla namun kepergian Rima membuatnya merasa sangat kehilangan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2