
jang-geum dan Tia singgah ke sebuah warung di tepi jalan .Warung itu terlihat besar namun kosong tanpa pelanggan .setelah bertanya kepada orang-orang yang lewat, Jang Geum bisa memastikan bahwa warung itu juga menyediakan roti kering dengan harga yang murah .
"permisi!" panggilnya.
" ada pelanggan, Silakan masuk!" sahut seorang wanita yang kemudian menyambut mereka dengan senyum
"Anda mau pesan apa?" katanya setelah jang geum dan Tia duduk
"sebenarnya kami cuma ingin mesen roti kering seharga satu keping perak ,Apa bisa?" senyum yang tampak di wajah wanita gemuk itu memudar. semula hatinya menjadi girang karena dari pagi baru merekalah pelanggan pertamanya. **** begitu, ia harus bersyukur meski cuma satu koin perak
"Tunggu sebentar ya!" ia segera berlalu.ia datang kembali dengan menenteng bungkusan yang penuh dengan roti kering.namun begitu, sepiring makanan yang telah dingin di sajikan di meja mereka
"maaf nyonya, kami cuma pesan roti kering seharga satu koin perak!" tia er terlihat mengengam kantong uang nya kuat kuat.
"aku tau,namun masakan ini akan sia sia bila tidak ada yang menyantap nya,jadi ini gratis!" jawabnya ramah. ia beranjak pergi
__ADS_1
"nyonya, kalau boleh tau,apa warung mu tidak laris?" wanita itu kembali dan duduk di meja yang sama dengan jang geum.
"ya,begitulah.sebenarnya dulu warungku ini ramai,namun koki utama kami berhianat,dia bekerja pada warung saingan kami di seberang.semua resep leluhur kami telah di gunakan,beberapa bulan ini anak dan cucu ku berusaha membuat resep baru, namun bukan nya laris,malah kami hampir gulung tikar!" kini ia mengeluarkan unek uneknya.curhat gitu lho
"aku punya resep masakan,kalau nyonya mau,aku bisa membaginya untuk mu,itung itung membayar makanan ini!" kata jang geum. tia er mendadak benggong.sejak kapan tuan putrinya bisa masak,kaki tia bermain di bawah meja.namun tidak ada reaksi dari jang geum membuat pelayan itu pasrah
"benarkah,apa kau tidak akan rugi?" belum ada orang yang mau berbagi resep,apalagi bila itu resep turun temurun.
"ah,ini cuma resep buatan ku, aku cuma tau resep tapi tidak berarti aku bisa masak,jadi akan sia sia bila aku tidak membagi nya!" nyonya warung bergegas memanggil dua lelaki dari belakang.itu pasti anak dan cucunya.
"sistem, penelusuran, resep masakan...
ting.....
hasil penelusuran
__ADS_1
menulis resep perlu beberapa waktu.setelah selesai jang geum menambahkan beberapa resep lagi.buat apa pelit bukan kah dia hanya perlu membaca.untuk menulis jelas dia angkat tangan.aksara cina terlalu rumit.
" sesuai perjanjian kelak kalian bisa makan gratis selama warung inu masih beroperasi" kata nyonya warung .dua pria tadi telah pergi untuk mempraktikkan resep yang baru di dapat nya.
"oh ya,besok kami kesini lagi,ada perlu sedikit,apa perjanjian ini bisa berlaku besok?" binar harapan untuk besok makan enak membayang di memorinya.keberuntungan untuk sesuatu tanpa bersusah payah.
"itu berlaku hari ini,bawalah makanan ini secara gratis,bila ini sukses,kita untung bersama sama!" katanya sambil menyerahkan sebuah lencana laksana kupon gratis. siapa pun yang datang dengan lencana itu,akan makan gratis,hehehe
"bisakah aku meminta kertas untuk ku bawa pulang?aku akan menuliskan beberapa resep lagi di rumah,untuk minuman atau kue!" nyonya warung tertawa senang.warung nya akan bangkit lagi,apa lagi kokinya adalah keluarga sendiri.
kini jang geum berangkat pulang dengan uang lima koin perak dan makanan gratisan. jiwa miskin nya bergelora.ia punya banyak resep untuk di sebarkan. tentu saja semua akan ada harganya.anggap saja hari ini khusus hari promosi.kelak kelaparan tinggal nama
__ADS_1