
Perjalanan berlanjut hingga pasutri ini keluar dari hutan larangan tanpa hambatan berarti.disepanjang jalan mereka berdua di ikuti oleh kawanan srigala . hewan itu hanya memperhatikan dari jauh.
kawanan srigala tidak melakukan apa apa pada mereka.bergerak perlahan mengikuti gerak langkah nya.bukan jang geum namanya kalau tidak tau halitu tapi dia tidak menangkap alarm bahaya.para srigala terus menemani perjalan mereka hinggalah mereka keluar dari hutan larangan. tapi kaki kaki srigala berhenti sampai di titik itu.mereka tidak mengikutinya lagi.malah membiarkan pasutri itu pergi menjauh.
kawanan srigala baru menghilang tatkala bayangan jang geum dan suami nya menghilang dari kejauhan.
"suamiku,lihat ada desa terpencil di sini,mari kita cek,apa gogle maps berfungsi di sini?"
" mana mungkin tidak,paling tidak titik titik bawahan bayangan nya adakan!"
jang geum membuka peta di gogle.tertulis di situ nama desa tersebut adalah desa bahari.sebuah desa kecil dengan populasi hanya 231orang.itu pun sudah mencakup lansia dan bayi. pekerjaan utama di sini adalah menanam jagung dan kol.kepala desanya hampir sepuh bernama liu yin. di sini pengguna tetap hanya ada seorang. namun bisa di pastikan semua adalah bawahan bayangan.
sseorang lelaki separuh baya datang tergesa gesa di ikuti oleh beberapa lelaki usia sama.dari gerak gerik nya dialah lelaki pengguna satu satunya ini.segera jang geum membuka data diri si pengguna.
nama. :liu bang
status. : pengguna tetap.anak kepala desa
__ADS_1
status keluarga. :istri 3 putra 4putri 3
pekerjaan. : petani kol
usia. :34th
begitu datang ia langsung berlutut pada jang geum, sontak teman temannya terkejut.bila mereka bangsawan sekalipun bukan kah seharusnya liu bang lebih pantas menghormat pada yang lelaki.siapa wanita ini.tak ambil pusing mereka.melakukan hal yang sama pada jang geum barulah kemudian menghormat pada lin dan.
"liu bang ya! bangun lah!"
liu bang bangkit berdiri,ia mengajak jang geum dan suami untuk mampir ke rumahnya.tak mau mengecewakan pengguna nya.jang geum mengikuti liu bang menuju rumah sederhana yang berada di ladang kol.
setelah berbasa basi liu bang memperkenal kan anak dan para istrinya pada jang geum. ia meminta agar anak dan istrinya jadi pengguna tetap. liu bang jadi pengguna kala ia berada di kota hendak menjual hasil kebun kol nya.kemudian ia pulang lagi ke desa ,karena jauh dari kapten bahkan ia tidak bisa menggunakan pendaftaran online maka jadilah ia safu satunya pengguna.
meski begitu setiap malam ia setia menonton opera sabun di bangku luar rumah nya.tentu saja hanya dia yang bisa menyaksikan opera sabun.tapi dari situ ia jadi tau tentang banyak hal .ia kerap menceritakan kembali kisah opera sabun pada keluarganya yang mengira apa yang di ceritakan liu bang adalah dongeng semata.
dasar orang tua,liu bang otak nya tidak mampu belajar cara mengunakan sistem nya dengan baik jadi ketika discoun besar besaran waktu iru ia hanya bisa menangis dalam hatinya.ingin membeli sejumlah barang meski poin nya banyak namun tak bisa di gunakan.
__ADS_1
jang geum tidak menolak darah anak dan istri liu bang berikut orang tua nya. sedang warga lain tida. tau menau tentang hal ini.mereka cuma antusias memandang hidangan serba kol itu. dari liu bang jang geum tau,kebanyakan warga tidak memiliki tanah sendiri ,mereka bertanam kol dengan tanah yang di sewa pada rentenir.hingga hasil kol akan di bagi lagi hingga terkadang untuk makan pun mereka harus menghemat nya.
"liu bang,kemarilah!"
"ada apa tuan putri?" liubang takut jang geum tidak suka dengan hudangan sederhananya. tapi vukan itu sebab jang geum memnangil nya.
"sistem deliveri hidangan yang banyak dengan satu batu merah"
hidangan di kirim.......
"ambillah ,hidangkan ke pada yang lain!"
liu bang memanggil para istrinya ke dalam, beberapa wanita lagi datang membantu membawa hidangan keluar rumah.semua mata memandang hidangan sambil menelan ludah,sydah lama sekali mereka makan hanya dengan menu kol dan jagung.kini ada nasi dan sebagainya. dari mana liu bang mendapatkannya.
"ini hadiah dari tuan putri jang geum, jadi silahkan menikmatinya!" tanpa tunggu lama para warga berebut tanpa malu.jang geum membeli hidangan lagi untuk di bawa pulang.
__ADS_1