Great Pretender

Great Pretender
Bab 11


__ADS_3

Di pagi harinya, Alex duduk di kasurnya dengan menatap kosong ke arah pintu dan ketika pintu itu terbuka, Alex mendapati bahwa Edward sudah datang menjemputnya.


"Hari ini adalah pelatihan bela diri, cepat ke aula dan melakukan pelatihan! Sebelum itu, mandi dan pakailah seragam ini!" perintah Edward, dia menyodorkan pakaian training hitam kepada Alex.


Alex tetap diam dengan ekspresi datarnya, dia membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah toilet, sebelumnya Alex sudah menerima pakaian training yang telah diberikan oleh Edward kepadanya.


Setelah pintu kamarnya tertutup, Alex juga menutup toiletnya tersebut.


Ekspresi datarnya tiba-tiba berubah dan langsung menghela nafasnya, "Huft! Sungguh melelahkan!" gumamnya dan dia langsung mencurigai pakaian training tersebut dan menyapu keseluruhan bagian untuk memeriksa pakaian tersebut karena pakaian formal milik Alex yang lainnya terpasang alat penyadap suara, jadi Alex mencurigai pakaian training hitam juga.


Tapi setelah dia periksa dengan teliti, ternyata tidak ada satupun alat penyadap suara yang dipasangkan ke pakaian training tersebut.


"Huft! Mantap!" gumam Alex, dia senang karena dirinya memikirkan sebuah rencana kecilnya.


Alex kemudian keluar dari toilet setelah semuanya telah siap, dia langsung keluar dari kamarnya dan pergi menuju ke ruangan aula.


Di perjalanan menuju aula, ada Charles dan James yang berpapasan dengan Alex.


"Wow! Pakaian training hitam! Itu artinya Kamu sudah menjadi seorang pakar, Alex?" tanya James yang takjub.


Bukannya menjawab, Alex mengabaikan perkataan James dan tetap berjalan dengan ekspresi datarnya.


"Hei! Kau jadi sombong ternyata, Alex!" pukul James yang tidak terima dirinya diabaikan begitu saja oleh Alex.


Meskipun dipukul oleh James, Alex tetap acuh dan mengabaikan keberadaan James.


Saat setelah sampai di aula, semuanya berkumpul dan menunggu arahan dari Edward si pengawas.


"Seperti yang kalian lihat, kini Alex sudah menjadi salah satu pakar di dan bukan hanya itu saja! Tasya dan Alex kemarilah!" perintah Edward kepada mereka berdua.

__ADS_1


Sedangkan Tasya baru saja sampai dan semuanya melihat dengan seksama, Tasya yang ternyata juga sudah menjadi seorang pakar dengan ciri khas sudah memakai pakaian training hitam sama seperti Alex dan pakar-pakar yang lainnya.


"Hari ini adalah pelatihan bela diri! Alex kamu melawan Roger! Sedangkan Tasya kamu melawan Clarissa!"


Tidak ada satu katapun yang diucapkan oleh Alex dan Tasya, keduanya sama-sama dengan ekspresi datarnya.


Alex berhadapan dengan seorang pakar lainnya yang bernama Roger, Roger sendiri merupakan seorang pria yang memiliki tubuh besar dan seorang mantan tentara, jika bukan karena kesalahannya yang menyalahgunakan profesinya dia tidak mungkin bisa sampai di tempat ini.


Roger dan Alex sudah beradu tatap, sama-sama dengan ekspresi datar mereka masing-masing.


"Mulai!" seru Edward yang menandakan bahwa pertarungan harus dimulai, Alex dengan Roger saling bertarung sedangkan disisi lainnya Tasya dan Clarissa sedang bertarung juga.


Tidak ada belas kasih dalam pertarungan mereka, Alex memukul rahang Roger hingga Roger terjatuh dan mengeluarkan darah, semua peserta pelatihan terkejut melihat aksi Alex yang ternyata kejam.


"Sejak kapan Alex menjadi begitu kuat bahkan melawan Roger?" pikir James terkejut.


Alex dengan membabi buta terus menghajar Roger dengan dengan kuat sehingga wajah Roger babak belur dibuat olehnya, meskipun Roger terus dipukuli oleh Alex tapi dia tetap terus menerus bertarung melawan Alex tanpa merasakan sakit sama sekali.


Meskipun begitu, pertarungan tidak terelakkan, Alex dan Roger terus bertarung sama seperti Tasya dan Clarissa, hanya saja di pertandingan kedua wanita ini, Clarissa lebih unggul dan Tasya babak belur dibuat oleh Clarissa.


Alex mengabaikan Tasya yang dipukuli meskipun di dalam hatinya, Alex merasakan kesakitan yang teramat sakit.


Bagaimana mungkin, seorang wanita yang dicintainya dilukai seperti itu sana, tidak membuat hati kesakitan. Alex tidak melindunginya bukan karena dia tidak mencintai Tasya lagi, tapi ini semua dilakukan olehnya karena Alex sangat mencintainya.


Alex ingin mengubah takdir yang kejam ini.


Pertarungan diberhentikan atas perintah dari Edward, sedangkan semua orang baru memulai pertarungan masing-masing.


Peserta biasa bertarung dengan biasa saja, tidak seperti para pakar yang bertarung secara brutal dan tidak terlihat adanya belas kasih.

__ADS_1


"Hm? Lihatlah dirimu yang sekarang! Begitu mudahnya diperintah! Hehe, rencanamu mengubah takdir bahkan tidak bisa! Tapi, kemampuannya cukup baik! Mungkin harus aku jadikan alatku saja bukan?" pikir seseorang.


Pelatihan bela diri sudah berlangsung cukup lama hingga akhirnya pelatihan telah selesai, tidak terasa hari sudah siang. Semuanya pergi ke kantin untuk mengambil makanan mereka masing-masing.


Alex mengambil sesuatu dari saku celananya ketika mereka semua berbondong-bondong berjalan di sebuah koridor.


Setelah sampai di kantin, semuanya berbaris dan kebetulan Alex berada tepat di depan James. Sebenarnya itu bukan sebuah kebetulan, itu adalah siasat yang dilakukan oleh Alex.


Saat mengambil makanan, "Alex! Kenapa Kamu terus mengabaikan ku?" tanya James penasaran.


Alex mengabaikan James, dia fokus mengambil makanan hingga saat sudah berada ditengah, Alex menaruh sebuah kertas yang sudah dia lipat di bawah piringnya.


Kertas yang tertinggal itu dilihat oleh James, ada sebuah tulisan di atasnya.


'BACA INI SETELAH BERADA DI KAMARMU SEORANG DIRI!'


Tulisan itu membuat James penasaran, meskipun James sudah mencoba untuk bertanya kembali menggunakan isyarat kepala yang menunjukkan bahwa dia bertanya, Alex tetap dengan ekspresi datarnya dan tidak menjawab James.


James mengerti, dia duduk di tempat biasa makan sedangkan Alex kini duduk di meja dengan perkumpulan para pakar disana.


Meskipun James merasa sedih, karena saat ini bahkan Charles tidak datang ke kantin. Jadi, James seorang diri bingung karena semua peserta lainnya tidak menyukai James.


James kesepian, hingga saat makan siang selesai. James kembali ke kamarnya dengan menggenggam erat kertas yang berada di tangannya.


Masuklah dia ke dalam kamarnya, pintu secara otomatis terkunci.


James membuka kertas tersebut, "James! Maafkan aku harus mengabaikanmu! Aku sebenarnya sedang berpura-pura menjadi sebuah alat bagi lembaga ini! Aku hanya bisa dikendalikan dengan perintah dari Edward! Nanti, pada besok malam! Kamu akan berubah sepertiku! Tapi, tenang saja! Sebenarnya Kita tidak berubah, aku ingin Kamu akting seperti diriku! Karena aku sudah menukar chip yang mengubah diri kita! Kita akan keluar dari lembaga ini setelah kita mendapatkan tugas keluar!"


Tulisan itu berakhir, James lalu mengerti. Sebelum dia tidur, James sudah membuang kertas tersebut ke klosetnya.

__ADS_1


Di sebuah ruangan, "Nomor dua belas gagal! Besok berlanjut dengan nomor tiga belas! Semoga saja, kita bisa mendapatkan dua puluh manusia yang bisa dijadikan alat untuk kita! Hahahaha!"


__ADS_2