
Pihak kepolisian sudah sampai di lembaga tersebut sedangkan Alex, James dan Alice sudah pergi meninggalkan lembaga tersebut.
Steve tetap berada di lembaga tersebut dan melawan genjatan senjata dari keamanan lembaga itu.
Setelah selesai dari sana, akhirnya James dan Alex menghela nafas karena mendapatkan kemenangan yang diraih mereka.
"Aku akan menemui Ibuku!" ujar James.
"Tenang saja! Kita akan menemui mereka bersama!" jawab Alex.
"Bersama?" tanya James kebingungan, itu karena Alex tidak tahu mengenai tempat tinggal James dengan ibunya, setidaknya itulah yang dipikirkan oleh James.
Flashback ON
"Terjadi sebuah pencurian di kota A dengan sangat misterius! Sebuah karya lukisan milik pelukis terkenal telah dicuri dengan tanpa adanya jejak yang tertinggal, polisi sedang mengerahkan usahanya untuk mencari tahu keberadaan tentang siapa dalang di balik pencurian tersebut..."
Sebuah suara televisi dengan berita terkini membangunkan sosok pemuda yang tadi tertidur, "Hoam! Eh? Kenapa bukan kasusku kemarin yang masuk berita melainkan kasus kecil?" bingung Alex, ya itu adalah Alex.
Saat bangun dari tidurnya, Alex pergi ke depan toilet dan langsung cuci muka di wastafel miliknya.
Setelah selesai mencuci mukanya, Alex terdiam menatap cermin tersebut.
Sosok dirinya yang terlihat normal itu membuat dia berfikir, "Apakah Aku kembali ke dua tahun sebelumnya?" teriak Alex di dalam hatinya.
Alex mangalami Time Travel, kembali ke dua tahun sebelum dia mati ditembak oleh petugas keamanan Bank Swiss.
Alex mengingat apa yang pernah terjadi di kehidupan yang sebelumnya, di hari ini dia ingat jelas bahwa dia akan pergi ke sebuah warnet di pinggiran kota.
Sebelum Alex pergi ke warnet tersebut, Alex mengetuk pintu kamar Steve.
Tok Tok Tok
Ketukan pintu itu membuyarkan Steve dari permainan onlinenya.
__ADS_1
"Hm? Siapa?" teriak Steve memastikan seseorang yang bertamu ke rumahnya, lebih tepatnya ke apartemen kecil dimana Steve tinggal disana.
"Aku! Steve!" jawab Alex dengan sedikit berteriak.
"Masuk!"
Setelah sudah berada di dalam tempat tinggal Steve, dia menghentikan permainannya dan segera ke dapur dan mengambil sejumlah minuman bersoda dan cemilan untuk menjadi jamuan kecil darinya untuk tamunya, Alex.
"Steve! Sebenarnya aku berasal dari masa depan!" seru Alex dengan mantap.
"Ahaha! Dasar konyol! Sudahlah! Cukup sampai disitu Kamu menonton anime, Alex!" ujar Steve yang tertawa karena melihat sahabatnya itu tiba-tiba saja beromong kosong.
Yang membuat Steve tertawa bukan karena omong kosong itu, melainkan pada saat Alex mengucapkan omong kosongnya itu dengan mantap dan percaya diri.
"Hm, Kamu lihatlah ini!" gumam Alex dan dia langsung berdiri dari sofa disana.
Berjalan ke depan sebuah televisi yang tidak jauh dari sana dan menekan tombol 'menyala' agar televisi itu menyala tentunya.
Alex melihat layar ponselnya dan dia pun mulai berbicara pada saat waktu yang dia kira tepat.
"Ah! Aku akan jujur! Aku sebenarnya adalah seorang gay! Ya, aku menyukai sesama jenisku! Entah kenapa, mereka begitu membuatku tertarik!" kata Alex dengan tepat mengikuti kata-kata orang yang berada di dalam sebuah acara itu.
Karena sangat tepat dan secara bersamaan, itu membuat mulut Steve menganga karena terkejut melihat bakat lain dari Alex.
"Wow! Kamu hebat! Kamu mendapatkan naskah itu dari mana, Lex?" tanya Steve penasaran.
"Si*lan! Itu Ingatanku dari masa depan! Ingatanku seratus persen masih—" tegas Alex yang kesal karena sahabatnya tidak mempercayai dirinya sama sekali.
"Yaya! Sebaiknya Kamu mulai menulis novel Alex! Mungkin Kamu akan mendapatkan banyak pengikut karena Kamu hebat dalam memikirkan sebuah cerita! Hahaha!" kata Steve yang langsung menertawakan Alex.
Alex langsung menendang Steve dengan kasar, "Ayo! Bertarung melawanku!" seru Alex mengajak Steve untuk berkelahi.
"Hei! Kamu seharusnya ingat kalo aku ini mantan tentara, bukan?" remeh Steve kepada Alex.
__ADS_1
"Ini untuk meyakinkanmu! Ayo ke bawah!" seru Alex, dia mengambil kaleng minuman dan meminumnya habis dan langsung meremas kaleng itu dengan kasar.
"Kenapa dia menjadi serius seperti ini?" gumam Steve bingung meski begitu, Steve mengekor dan mengikuti Alex yang segera keluar dari apartemennya.
Setelah berada di halaman luar apartemen, Steve berdiri di depan Alex dengan tubuh tegapnya sedangkan Alex sudah mempersiapkan kuda-kudanya untuk segera berkelahi melawan Alex.
Hal yang membuat Steve terkejut adalah ternyata saat berkelahi, Alex melakukannya serangan dengan kekuatan yang tidak bisa diremehkan.
"Kenapa dia tiba-tiba begitu kuat? Bukankah Alex yang kukenal hanyalah seorang otaku! Hanya seorang maniak komputer!" batin Steve terkejut.
Perkelahian itu seimbang, terus berlanjut selama lima menit dan Steve langsung menyerah.
"Padahal aku sudah serius! Tapi, Alex. Dia terlihat acuh tak acuh menangkis setiap seranganku dengan tenang! Aku kalah darinya! Kenapa?" bingung Steve di dalam batinnya.
"Steve! Aku akan mengatakannya sekali lagi! Aku berasal dari masa depan dan aku membutuhkan bantuanmu untuk mengubah takdir ini! Karena hanya Kamu satu-satunya polisi yang dapat kuandalkan!" tegas Alex yang ternyata meminta bantuan kepada Steve.
"Hm, baiklah! Aku akan mempercayaimu untuk saat ini! Lalu, apa yang harus kulakukan?" ujar Steve yang langsung bertanya.
"Aku akan memberitahumu rencana satu tahun ke depan!" ujar Alex.
"Pertama, Kita akan pergi ke warnet disana dan nanti di sore hari akan ada orang yang mencari ku! Dan Kamu pura-pura mengenalku dan katakan kepadanya bahwa aku memiliki kemampuan yang hebat dalam bidang apapun!" tegas Alex.
"Jika benar apa yang dikatakan oleh Alex, maka Aku akan benar-benar mempercayainya! Aku tidak melihat ekspresinya yang ragu! Baru kali ini aku melihat Alex seserius itu!" batin Steve terus menatap Alex.
Ketika sudah berada di warnet dan Alex telah pergi meninggalkan warnet tidak lama dari itu sekolompok berpakaian hitam mencari Alex.
"Ternyata benar apa yang dikatakan olehnya! Dan Alex berkata bahwa mereka adalah sekelompok orang jahat! Alex, kenapa Kamu mengambil langkah ini untuk mengubah takdirmu! Bukankah itu sangatlah berbahaya?" batin Steve.
"Memangnya kenapa dengan dia?" kata Steve kepada sekelompok berpakaian hitam saat mereka mencari jejak pemakaian komputer disana.
"Oh! Tidak ada apa-apa, Kami hanya akan memberikannya sebuah pelatihan khusus di lembaga Kami!" jawab salah seorang berpakaian hitam.
"Sebenarnya, Aku tahu dimana dia. Dia dari..." kata Steve yang memberikan informasi kepada orang berpakaian hitam dengan cukup lengkap
__ADS_1
Setelah selesai dan sekolompok berpakaian hitam itu keluar dari warnet, Steve mendapatkan sebuah pesan dari Alex.
"Malam ini! Aku akan membuat rencananya untuk satu tahun ke depan, setelah kepergianku esok hari, ambillah kertas yang akan aku simpan di atas lemari pakaianku dan tolong jangan beritahu tentang ini kepada ibuku!"