Great Pretender

Great Pretender
Bab 7


__ADS_3

Tiba-tiba di kantin, saat semuanya sedang makan. Edward si pengawas beserta para pengawal berpakaian hitam itu masuk kesana, mencari keberadaan Alex disana. Setelah melihat ada sosok yang ditengah dicari olehnya, Edward dengan segera menghampiri Alex dengan diikuti oleh operator sebelumnya yang mengikuti dari belakang.


"Alex! Ikut kami sekarang karena ada beberapa hal yang akan kami katakan!" ujarnya dengan datar.


Semua peserta hanya bingung dan penasaran tentang apa yang akan dilakukan oleh Alex bersama dengan si pengawas tersebut.


Alex tentu mengikuti mereka semua, ini belum pernah terjadi di kehidupan Alex sebelumnya, hanya saja ini adalah rencana yang telah disusun oleh Alex.


Alex di bawa pergi oleh Edward si pengawas, ketika sudah jauh dari kantin. Edward menanyai Alex dengan cara yang lembut.


"Alex! Apakah Kamu telah mencuri data di komputer tadi pagi?" tanya Edward yang langsung mencurigai Alex, memang hal wajar Alex adalah orang yang patut dicurigai karena hanya Alex saja yang memiliki kemampuan meretas di antara semua peserta pelatihan di lembaga ini.


"Pak Edward? Maksudnya apa? Aku tidak mengerti!" seru Alex menjawab dengan suaranya yang agak tertutup tidak seperti biasanya.


"Kamu tidak jujur! Baiklah, karena hanya Kamu yang mampu melakukannya dan Kamu tidak mengakuinya maka Kamu, Alex! Akan mendapatkan hukuman di ruang bawah tanah!" seru Edward mengancam Alex.


"Apa? Kenapa? Aku tidak melakukan itu, Tuan Edward!" elak Alex, tentu saja dia membela dirinya sendiri.


"Maka, berkatalah yang jujur! Akui bahwa Kamu benar-benar melakukan itu!" ketus Edward, dia kesal kepada Alex yang tidak mau mengakui kejahatannya.


"Aku benar-benar tidak—" perkataan Alex dipotong oleh Edward, tidak terasa mereka sudah berada di depan salah satu pintu berwarna merah.


Pintu itu terkunci tentunya, setelah dibuka dengan sidik jari milik Edward pintu itu terbuka, memperlihatkan sebuah tangga menuju ke ruang bawah tanah yang sangat gelap.


Ketika saklar lampu di dekat pintu itu ditekan, lampu berwarna merah itu pun langsung menyala. Edward berjalan menuruni anak tangga dan diikuti oleh Alex yang berada di belakangnya karena Alex terus di dorong ke oleh pria berpakaian hitam.


Tidak ada apapun ketika menuruni anak tangga dikarenakan tembok yang menutupi jalan yang terus ke bawah itu.

__ADS_1


Setalah sekitar lamanya melangkah, mereka sudah sampai berada di dasar ruangan. Hanya ada tanah kosong dengan disana.


Terlihatlah sebuah sekop disana yang langsung diambil oleh Edward.


"Baik! Sekarang Kamu dihukum untuk membersihkan pasir-pasir ini selama satu bulan!" seru Edward.


"Selain itu, tentang makanan Kamu akan mendapatkannya saat aku datang kebawah untuk memeriksamu! Mengerti?" tegas Edward yang sebelumnya belum dilanjutkan.


Setelah selesai, Edward melenggang pergi meninggalkan Alex seorang diri di dalam ruangan kosong itu.


"Benar apa kata James, di dalam sini hanya ruangan kosong dan lantainya bahkan masih berbentuk tanah! Tidak ada apapun disini, tapi..." Alex bermonolog dan berhenti karena dia melangkahkan kakinya menuju ke arah tanah yang berada jauh di ujung ruangan, tepat berada di belakang batu besar.


Alex dengan cepat membersikan pasir, itu adalah tugas yang diberikan Edward sebagai hukuman untuk Alex karena tidak mengakui kejahatannya Alex.


Setelah merasa cukup banyak, Alex kembali ke belakang batu besar itu. Mendorong batu besar itu dan mulai menggali sebuah lubang.


Keterangan : "Benar apa kata James," itu adalah kalimat yang Alex tujukan saat di kehidupannya sebelumnya karena pada waktu itu, James mendapatkan hukuman karena telah membuat kekacauan di kantin, karena tidak mendapatkan reaksi yang baik dari pria berpakaian hitam. James marah dan memukul salah satu pria berpakaian hitam, meskipun begitu. Pria berpakaian hitam tersebut tidak melawan sama sekali.


Setelah sekitar Alex sudah bisa memasukkan tubuhnya ke dalam lubang itu, Alex melompat keluar kembali dan menutup lubang itu dengan menggunakan batu besar tadi, iya Alex membalikkan posisi batu besar ke tempatnya semula.


Suara pintu terbuka terdengar oleh Alex, itulah alasan Alex menghentikan aksinya dan segera kembali menutup lubang yang telah dibuat olehnya.


Setelah berhasil menutup lubang tadi, Alex bergegas untuk menuju ke tempat dimana Alex sedang membersihkan sisa-sisa pasir dengan sekop.


Edward pun datang, "Bagus! Ini adalah makananmu! Aku akan kembali lagi besok karena besok Kamu akan mendapatkan kelas khusus bersama Alice!" ujar Edward dan kembali menaiki anak tangga.


Pergi meninggalkan Alex seorang diri lagi, Alex mengambil makanannya dan langsung dengan segera menyantapnya karena bagaimanapun juga dia sudah sangat lapar.

__ADS_1


Setelah setengah hari dia menggali lubang, meskipun tidak seberapa besar dia menggalinya tapi karena sehabis mendorong batu besar itu juga lah yang membuat Alex kelelahan.


Setelah sarapan habis, Alex merebahkan dirinya terlebih dahulu di atas pasir.


Tidak ada kasur disana, tidak ada toilet. Hanya bisa buang air kecil disana. Bahkan Alex kebingungan ketika memikirkan dimana dia bisa membuang air besar jika Alex akan menjumpai keaadan itu.


Alex tertidur, pintu terbuka. Edward yang masuk untuk memeriksa Alex, dia melemparkan sebuah selimut tebal hingga menutupi tubuh Alex setelah itu Edward pergi kembali dikarenakan memang waktu saat ini sudah gelap, malam hari maksudnya.


Setelah pintu itu tertutup, tiba-tiba mata Alex kembali terbuka, dia berdiri dan melanjutkan penggaliannya di bawah batu besar tadi.


Tiga jam berlalu, Alex terus menerus membuat terowongan di bawah batu besar itu, semakin lama terowongan itu semakin memuncak.


Setelah merasa dirinya sangat kelelahan, Alex kembali menutup lubang itu dan berhenti menggali, dia langsung kembali ke tempat semula saat dia merebahkan dirinya.


Kembali menutup dirinya dengan selimut dan posisi setiap gerakan selimut dan tubuhnya sama persis saat Edward melemparkan selimut itu kepada Alex.


Keesokan harinya, Edward masuk ke dalam ruang bawah tanah dan melihat Alex masih tertidur disana.


"Ehem!" dehem Edward dengan kencang hingga membuat Alex terkejut dan bangun dari tidurnya, "Sebentar lagi akan ada jam khusus untukmu bertemu dengan mentormu!" lanjutnya setelah berdehem.


"Oh! Nyonya Alice, baiklah Tuan Edward saya mengerti!" jawab Alex.


Setelah itu, Alex diarahkan untuk kembali ke.kamarnya terlebih dahulu karena harus membersihkan diri terlebih dahulu untuk bertemu dengan Alice dan belajar komputer kepadanya.


Setelah selesai berkemas, Alex mengeluarkan sebuah potongan selimut dari saku celananya dan menaruhnya di tempat, dimana buku catatan seseorang yang pernah tinggal di kamar ini disembunyikan di dalam toilet.


Alex juga menaruh potongan selimut itu disana bersamaan dengan buku catatan itu.

__ADS_1


__ADS_2