
Keesokan harinya seperti biasa, James mulai mengkhawatirkan dirinya sendiri tapi apa yang dia baca dari pesan Alex dia sedikit percaya diri meskipun dia agak ragu.
"James! Kamu harus bisa! Kamu harus bisa!" gumam James yang menyemangati dirinya sendiri.
James melakukan aktifitasnya seperti biasa, hari ini adalah hari dimana James akan menjalani pelatihannya bersama dengan mentornya.
James, seorang pemuda nakal yang kerjanya bertengkar dimana pun itu, setelah menghancurkan sekelompok mafia yang ternyata adalah bawahan dari salah seorang politisi, James tidak mendapatkan perlindungan dari siapapun.
#Flashback ON
James tinggal di kota Roma, Italia. Bukan berada di perkotaannya melainkan James berasal dari pinggiran kota, tempat yang begitu kumuh.
James tinggal bersama dengan ibunya, "Mah! Tenang saja! James akan mendapatkan uang yang banyak untuk melunasi hutang-hutangnya! Mamah tenang aja!" seru James dengan percaya diri.
Ibunya hanya tersenyum kecut, James keluar dari rumahnya dan ternyata ada seorang pria asing yang tidak dikenal olehnya sedang menunggu James di bawah tangga.
Iya, James tinggal disebuah apartemen, mirip seperti kontrakan dengan setiap kamarnya berbeda orang yang menyewanya.
James melewati pria misterius itu, "James!" sapa pria misterius itu yang membuat James menghentikan langkah kakinya.
James perlahan membalikkan tubuhnya dan melihat sosok pria asing yang tidak dia kenali itu, "Uhm? Maaf, kenapa Kau mengetahui namaku?" tanya James penasaran.
"Begini James, kamu sedang membutuhkan uang bukan? Aku memiliki sebuah cara agar Kamu bisa mendapatkan uang dengan cepat!" seru pria itu memberitahu James ada sebuah kesempatan untuk mendapatkan uang.
James sedikit bergeming, dia cukup tertarik dengan kesempatan yang ada di depan matanya.
Namun, itu tidak cukup untuk membuat James tertarik, bagaimana pun juga James adalah anak dari seorang tentara.
James sudah dididik dengan ketat oleh Ayahnya semenjak masih kecil hingga saat ayahnya mengalami kecelakaan pada saat misinya mempertahankan keamanan negara.
James menolak tawaran itu hingga pada suatu hari, "Mah! Aku pulang!" sapa James saat dia kembali ke rumah dengan membawa sejumlah uang, itu adalah gaji James saat bekerja setiap harinya.
Uang yang dipegangnya berjatuhan, bertebaran di lantai karena melihat rumahnya yang acak amburadul, dengan noda darah di tembok.
"Ibumu masih hidup! Segera selesaikan hutangnya maka Kami akan mengampuni nyawa ibumu!" tertulis disana.
__ADS_1
James sangat geram, dia mengamuk dan menghancurkan benda yang ada disana.
"Tidak boleh seperti ini James! Bagaimana caranya melunasi hutang itu dengan cepat?" James memikirkan segalanya.
Semua yang dia pikirkan mulai dari merampok hingga menjual ginjalnya demi bisa menyelamatkan ibundanya.
Tok Tok Tok
Sebuah ketokan pintu membuyarkan pikiran James, dia menghela nafas dan menenangkan dirinya sendiri.
"Huft! Mamah pasti bisa ku selamatkan!" batin James dengan mantap.
Setelah pintu terbuka, terlihatlah sosok pria asing yang sebelumnya menawarkan pekerjaan kepada James muncul di hadapannya.
"Uhm?" bingung James.
"James? Bagaimana penawaranku yang kemarin? Itu masih berlaku sampai saat ini dan sampai kapanpun itu!" ujar pria asing itu langsung.
"Baiklah! Aku mau!" jawab James mantap.
Hanya seorang bangsawan, pikirnya.
Setelah memasuki ruangan tersebut, nampaklah seorang pria tua dengan janggut tebal yang sedang duduk di sebuah kursi dengan sembari menikmati kopi yang ada di depannya.
"Namamu, James? Benar bukan?" tanya pria tua tersebut.
"Uhm, iya Tuan? Kamu mengenalku?" tanya James penasaran.
"Tentu saja! Kamu adalah anak dari sahabatku, bagaimana Aku tidak bisa mengenalmu?" jawab pria tua itu yang mulai sedikit bercanda.
"Begini, James! Namaku adalah Louis! Aku akan memberikanmu pekerjaan, sebelumnya pekerjaan ini merupakan pekerjaan ayahmu, hanya saja dia terluka berat karena kecelakaan pada saat dia menjaga keamanan negara ini!" ujar Louis.
James sedikit tidak percaya, ternyata Ayahnya memiliki seorang sahabat dan kini sedang berada di depan dirinya.
James ingin sekali menanyakan banyak hal tentang Ayahnya, bagaimana pun juga James telah ditinggal pergi oleh Ayahnya semenjak kecil.
__ADS_1
Dia hanya bisa mengikuti jejak Ayahnya yang seorang tentara, pembela negara.
James semakin bersemangat karena dia akan mendapatkan pekerjaan untuk terus meneruskan pekerjaan yang ternyata adalah pekerjaan ayahnya.
"Kemarilah!"
James mendapatkan misi pertamanya, yaitu masuk ke sebuah kapal pesiar dan membunuh seseorang.
"Kenapa aku harus membunuh seseorang? Bukankah tugas seorang tentara tidak seperti itu?" bingung James dan bertanya kepada Louis.
"Sebenarnya, dia adalah seorang penjahat! Karena tidak ada bukti jelas tentang dia yang sangat hebat menyembunyikan kejahatannya jadi pihak pemerintah ingin membunuh dia dengan lembaga rahasia seperti kita! Apa Kamu tidak yakin dengan apa yang telah Ayahmu lakukan selama ini? Lihatlah kemari!" ujar Louis dan mengajak James untuk mengikutinya.
Ada berbagai foto milik almarhum ayah James disana, memperlihatkan jerih payah yang dilakukan olehnya dengan memegang senjata api dan juga ada foto saat dimana James sedang melakukan aksinya dalam melawan kejahatan.
"Baiklah! Aku siap menerima misi ini!"
James, bukan hanya anak dari seorang tentara. Dia adalah seorang mantan prajurit terbaik pada saat dirinya masih berada di dalam militer hingga pada saat hutang melanda segalanya, James harus mencari pekerjaan yang setiap harinya bisa mendapatkan uang untuk menafkahi hidup ibunya.
Kini, James sudah berada di depan kapal pesiar, dengan pakaian berjas hitam. James sudah siap masuk ke acara pesta yang diadakan oleh seorang anak konglomerat.
James memasuki kapal tersebut, meski sebelumnya dia ditahan karena petugas keamanan meminta sebuah surat undangan yang membuktikan bahwa James memang mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta tersebut.
Setelah lolos, dengan menggunakan tiruan dari surat undangan yang sebelumnya telah dibuat oleh seorang bawahan Louis.
James melihat sekumpulan orang yang banyak sekali disana, dengan pakaian yang mahal-mahal karena mayoritas seluruh tamu undangan adalah anak dari konglomerat.
James berjalan-jalan seorang diri, mencari target yang akan dia bunuh karena itu adalah misi pertamanya.
"Sebenarnya misi ini cukup mudah? Hanya saja, kenapa aku harus membunuhnya?" batin James bimbang.
Setelah beberapa saat, di tengah-tengah acara berlangsung James melihat orang yang diincar olehnya, itu adalah targetnya seorang pria yang lumayan gemuk dengan rambut berwarna pirang dan mirip sekali dengan apa yang dilihat oleh James sebelumnya dari sebuah foto yang memang sudah diperlihatkan oleh Louis.
Targetnya itu bernama William, saat ini William berjalan mengarah ke koridor tempat dimana banyak kamar-kamar tamu disana.
Saat William masuk ke dalam sebuah kamar dengan seorang gadis yang dipeluknya dengan masih dalam keaadan mabuk, James mengikuti di belakangnya.
__ADS_1
Memperhatikan keadaan yang aman, dengan gesit James masuk ke dalam dan menutup mulut si wanita dengan kain yang ternyata sudah dilumuri obat bius sehingga hanya membutuhkan beberapa saat, wanita itu pingsan dibuat James.