
Tetap seperti sebelumnya, Charles hanya makan seorang diri. Melihat hal itu, Alex berniat untuk mengajak James pergi makan bersama, tiba-tiba sebelum mereka sampai disana.
Alex membelalakkan matanya tidak percaya, wanita yang ada di dalam hati Alex telah terlebih dahulu mengajak Charles untuk makan bersamanya, Alex merasa sakit di dalam hatinya.
"Ke—kenapa? Uhm, memang seperti itu sih, bagaimana aku merubah takdir ini untuk menjadi lebih baik sebenarnya?" bingung Alex.
Waktu berjalan dengan begitu cepat, hingga esok harinya semua peserta dikumpulkan dalam satu ruangan. Benar, itu adalah ruangan tertutup, ruangan tempat untuk berkomunikasi karena sebelumnya lembaga ini sudah menyita semua ponsel para peserta saat sebelum memasuki tempat ini.
Flashback On
Edward si pengawas memasuki kamar milik Alex, "Alex! Hm, dimana ponselmu?" tanya Edward.
"Oh? Bentar aku cari terlebih dahulu, Pak!" jawab Alex dia segera menyapu bersih untuk mencari dimana keberadaan letak ponselnya itu.
Setelah lima belas menit Edward menunggu, akhirnya Edward tidak tahan dia langsung mengeluarkan laptop miliknya yang dikeluarkan dari koper yang dia bawa sedari tadi itu.
Dia langsung meretas dan mencari alamat IP dari ponsel milik Alex, IP terdekat tetapi dia tidak menemukannya.
"Sebenarnya Kamu sembunyikan dimana ponselmu?" tanya Edward, "Saya juga terkejut saat anda menanyakan keberadaan ponselku, karena dari awal saya memasuki tempat ini, saya hanya membaca novel ini karena jujur, tidak ada yang penting dan saya tidak memiliki teman yang biasa menghubungiku!" jawab Alex sedikit jujur, karena bagaimanapun juga Alex memang membawa ponsel bukan hanya membawanya saja, karena ponsel milik Alex tidak pernah lepas atau jauh darinya.
"Mungkin tertinggal di rumahmu? Sudahlah, ayo setengah jam lagi Kalian semua akan pergi ke ruang informasi telekomunikasi, Kalian semua akan diberikan kesempatan untuk menghubungi orang tua kalian masing-masing!" ujar Edward, dia menutup laptopnya dan kembali memasukkannya ke dalam kopernya, lalu Edward pergi meninggalkan Alex.
Setiap pagi, semua orang mendapatkan sarapannya satu porsi yang selalu berganti menu setiap harinya. Senin sarapan dengan menu sandwich dan disediakan telur mentah dan minumnya susu, sedangkan hari lainnya tergantung pada situasi dan kondisi tentang menu apa yang disediakan oleh lembaga tersebut.
Setelah selesai berkemas, Alex keluar dari kamarnya. Seorang wanita melewati dirinya, hati Alex gundah gulana dia begitu ingin mengatakan sesuatu kepada wanita tersebut, hanya saja Alex tidak mampu untuk melakukan itu.
__ADS_1
Alex hanya mengikuti wanita itu di belakangnya, iya Alex mengekor di belakang wanita itu dengan sedikit menundukkan kepalanya serta sesekali Alex melihat ke arah wanita yang berada di depannya.
"Kenapa ini harus terjadi padaku?" tanya Alex di dalam hatinya.
James dan Charles baru saja keluar dari kamarnya, wanita yang tadi langsung menyapa Charles dengan senyum indahnya yang membuat hati Alex menjadi panas karena terbakar api cemburu.
Sedangkan James langsung menyapa Alex, setelah itu James terus mengatakan banyak hal kepada Alex sedangkan Alex tidak menanggapinya sama sekali karena kini Alex sedang melamuni tentang bagaimana cara dia kembali dengan wanita di depannya tersebut.
Tidak terasa, mereka berjalan cukup cepat hingga kini semuanya telah berada di depan ruang informasi telekomunikasi. Ada banyak sekali komputer disana dan semua peserta dipersilahkan untuk memilih masing-masing komputer untuk mereka.
"Baiklah! Kami disini akan memberikan Kalian kesempatan untuk menghubungi orang tua kalian atau kenalan Kalian untuk bersama dan berbagi kabar kepada mereka, jadi kalian tidak perlu kawatir karena berpikir bahwa kalian tidak bisa menghubungi mereka hanya karena internet tidak ada sinyal! Memang benar, hanya disilah satu-satunya tempat yang bisa mengakses internet! Jadi, silahkan untuk menggunakan waktunya sebaik mungkin!" ujar salah seorang operator di ruangan tersebut.
Semuanya bersorak ria karena akhirnya mereka bisa melepas rindu dengan orang yang akan mereka hubungi, kebanyakan dari mereka menghubungi orang tua mereka.
Sedangkan Charles, dia berbeda dari yang lainnya karena Charles menggunakan waktunya ini untuk bermain permainan online di komputer miliknya.
Sedangkan Alex, dia menghubungi ibunya. Meskipun agak canggung, Alex mengobrol dengan senang hati bersama ibunya itu. Dia sudah mengerti semua yang akan dikatakan oleh ibunya karena semua perkataannya sama percis dengan saat-saat di kehidupan Alex sebelumnya.
Alex kembali teringat saat dulu, dia membuat internet dimatikan secara mendadak karena telah menyinggung soal lembaga yang tidak jelas ini.
Karena sudah mengerti, Alex tidak kembali menyinggungnya jadi Alex tetap tenang dan terus mengobrol bersama ibunya.
Setelah selesai mengobrol, Alex ikut membuka permainan online yang sedang dimainkan oleh Charles, meretas sistem tersebut untuk mengetahui lokasi Charles, Alex dibiarkan begitu saja oleh operator yang bertanggung jawab tersebut.
Tiba-tiba, Charles berdiri. Dia melemparkan benda kecil kepada Alex secara sembunyi-sembunyi dan menyapa sang operator.
__ADS_1
"Nyonya? Apakah aku bisa mengambil air? Aku haus!" kata Charles, operator itu disetujui. Lalu Charles me ngambil minum tersebut dengan sangat perlahan.
Setelah selesai, Charles akan kembali ke tempatnya tetapi sebelum dia kembali, ternyata waktu sudah habis. Mereka semua dibubarkan, sebelum keluar dari ruangan itu, Alex secara sembunyi-sembunyi menyelipkan benda kecil dan memasuki saku celananya Charles, saku celana di bagian belakang lebih tepatnya.
Semuanya pun bubar, kembali ke kamar masing-masing untuk menunggu waktu makan nanti.
*****
Seorang wanita sedang resah karena datanya telah dimasuki oleh seseorang. Wanita itu langsung mengatakan tentang hal itu kepada Edward si pengawas.
"Salah satu dari peserta telah memasuki sistemku! Sepertinya dia telah melihat ke dalamnya? Ada folder tentang video CCTV!" ujarnya kepada Edward si pengawas.
Sebenarnya siapa yang berani? Pikir Edward, dia langsung memasuki ruangan sebelumnya untuk mengecek.
Hanya saja, setelah dicek, ternyata tidak ada jejak yang menandakan bahwa Alex lah pelakunya, setelah kembali melihat CCTV, Edward juga terkejut karena CCTV pada waktu peserta menggunakan semua komputer itu dimatikan.
Tidak ada sama sekali video rekaman di waktu kejadian saat pembobolan sistem terjadi. Edward terkejut karena ternyata Alex sudah mencapai ditingkat seperti itu dalam hal meretasnya.
"Hanya Alex yang mampu melakukan ini!" gumamnya.
Tiba-tiba di kantin, saat semuanya sedang makan. Edward si pengawas beserta para pengawal berpakaian hitam itu masuk kesana, mencari keberadaan Alex disana. Setelah melihat ada sosok yang ditengah dicari olehnya, Edward dengan segera menghampiri Alex dengan diikuti oleh operator sebelumnya yang mengikuti dari belakang.
"Alex! Ikut kami sekarang karena ada beberapa hal yang akan kami katakan!" ujarnya dengan datar.
Semua peserta hanya bingung dan penasaran tentang apa yang akan dilakukan oleh Alex bersama dengan si pengawas tersebut.
__ADS_1
Bersambung...